Apa Kata Para Suami Tentang Istri Mereka yang Bekerja?

Ditulis oleh: Halyda Anjani

Saya mewawancarai 3 orang pria yang para istrinya menyandang gelar working mom, working mother atau ibu bekerja.  Apa kata mereka mengenai ibu bekerja?

Well, sebelum hadirnya baby sitter, daycare, eyang dkk-nya untuk menjadi support system seorang ibu, sebenarnya suamilah yang harusnya menjadi pendukung nomor satu seorang ibu dalam hal apapun. Salah satunya saat istri memutuskan untuk bekerja. Karena tanpa dukungan suami, nggak akan tercipta rumah tangga yang ideal. Untuk artikel ini, saya sengaja memilih tiga orang dari berbagai macam profesi agar mendapatkan sudut pandang dan perspektif yang berbeda. Ini dia jawaban dari para suami dari istri bekerja.

Mahardika, DokterSuami dari Shelly Amalia Putri, karyawan bank asing

  1. Apakah Anda mendukung sepenuhnya keputusan istri untuk bekerja?

Ya, sangat mendukung. Karena setiap perempuan pasti punya passion terhadap suatu hal. Bisa dalam hal memasak, mengurus anak, mengembangkan kreativitas, bahkan bekerja. Sebagai suami yang baik, kita harus mengenal dan memahami apa yang istri kita inginkan. karena tidak ada seorangpun yang suka dikekang dan dibatasi haknya. Oleh karena itu saya mendukung keputusan istri saya sepenuhnya untuk bekerja.

 

kata suami tentang ibu bekerja

  1. Adakah dampaknya terhadap anak saat ibunya bekerja?

Saya pernah membaca sebuah studi yang membahas tentang hubungan antara ibu bekerja dengan kemandirian anak. Pada studi tersebut dikatakan bahwa anak dari ibu bekerja memiliki kecenderungan untuk lebih mandiri dibandingkan anak dari ibu yang tidak bekerja. Saya dapat melihat hal tersebut pada anak kami. Anak kami cenderung lebih mandiri tanpa mengurangi kedekatan batin dengan sang ibu yang notabene bekerja dan pulang selalu malam. Bahkan anak saya bisa memposisikan diri kapan harus manja kepada ibunya dan kapan harus bersikap mandiri.

  1. Apa yang membuat Anda bangga pada istri Anda sebagai ibu bekerja?

Hal yang paling membuat saya bangga adalah dengan segala rutinitas dan jadwal yang padat, istri saya tetap mampu membagi waktu untuk keluarga tanpa mengurangi performanya di kantor.

Bagaimana jika suaminya seorang entrepreneur?


Post Comment