7 Kebijakan Kantor yang Diharapkan Ibu Bekerja

Ditulis oleh: Halyda Anjani

Salah satu ‘pemeran pendukung’ dalam kehidupan seorang ibu bekerja adalah support system yang tepat. Dan, kantor yang mendukung bisa menjadi salah satunya.

Sudah minggu malam dan besok waktunya kembali menyambangi kantor tercinta, hahaha. Bicara tentang kantor dan ibu bekerja, saya ingat obrolan ibu-ibu di kantor saya yang merasa bersyukur karena kantor kami memiliki substitute weekend. Jadi, kalau ada pekerjaan di hari sabtu atau minggu, kami mendapat hari pengganti di weekdays. Menyenangkan pastinya untuk para ibu. Hitung-hitung, jumlah hari kerjanya tetap sama, kan. Dari sini saya menyimpulkan, bahwa kebijakan kantor itu cukup berpengaruh ya terhadap kenyaman bekerja para ibu

Nah, bulan November lalu, Mommies Daily mengadakan survei online bertajuk ‘working mothers’ yang diikuti hampir 850 member Mommies Daily yang seluruhnya merupakan ibu bekerja. Salah satu pertanyaan yang ditanyakan di survei adalah tentang kebijakan kantor yang paling diharapkan oleh mereka. Apakah hasilnya sama dengan harapan Anda? Kita lihat daftarnya, yuk!

Kebijakan kantor untuk ibu bekerja

*Gambar dari sini

1. Fleksibilitas waktu

Sulit bagi seorang ibu bekerja untuk selalu terikat dengan jam kantor yang terkadang tidak sejalan dengan kebutuhan mereka sebagai seorang ibu. Mengantar anak ke sekolah, jadwal bagi rapor di akhir semester, rapat orangtua guru, dan masih banyak lagi urusan anak yang seringkali diadakan pada jam kerja. Jika kantor memberikan keleluasaan bagi para ibu untuk sesekali bekerja dari rumah, tentunya segala urusan dapat diselesaikan dengan lebih mudah.

2. Fasilitas daycare

Saat ini sudah mulai banyak perusahaan yang menyediakan daycare bagi para karyawannya yang memiliki anak. Fasilitas ini tentunya sangat memudahkan para ibu, apalagi yang masih bingung akan menitipkan ke siapa anaknya saat mereka pergi bekerja. Semoga semakin banyak kantor yang menyediakan fasilitas ini, ya!

3. Cuti melahirkan lebih panjang

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia termasuk negara dengan kebijakan cuti melahirkan yang “kurang dermawan”. Apalagi dengan dicanangkannya program ASI eksklusif 6 bulan yang tentunya sulit dilakukan jika para ibu sudah kembali ke kantor saat si anak masih berusia 3 bulan. Dibuatnya fasilitas khusus bagi para ibu yang baru melahirkan seperti tempat penitipan anak atau ruang laktasi yang memadai mungkin dapat menjadi solusi pengganti untuk masalah ini.

4. Kenaikan gaji

Kalau untuk kebijakan yang satu ini, mungkin bukan para ibu bekerja saja ya yang mengharapkan dinaikkan gajinya! Hahaha. Namun, melihat biaya kebutuhan pokok anak yang semakin mencekik, tentunya para ibu berharap mendapatkan penyesuaian gaji setelah memiliki anak.

5. Ruang Laktasi yang memadai

Saya pernah mendapat cerita dari seorang teman yang di kantornya hanya disediakan sekat terbatas untuk tempat memompa ASI. Sehingga harus ngumpet-ngumpet­ karena banyak orang, bahkan laki-laki yang lalu lalang! Menurut saya fasilitas ruang pumping dan pendingin untuk menyimpan ASI wajib hukumnya untuk dipenuhi oleh setiap kantor. Lagipula, tidak sulit juga sepertinya untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini. Buktinya, kantor-kantor ini menyediakan ruang laktasi yang nyaman untuk pegawainya.

kebijakan kantor untuk ibu bekerja 2

6. Cuti untuk suami setelah istri melahirkan

Beberapa minggu setelah melahirkan adalah masa yang paling membahagiakan sekaligus melelahkan bagi orangtua. Kurangnya waktu tidur karena menjaga si kecil yang seringkali menangis tengah malam tentunya cukup melelahkan bagi para ibu. Andaikan sang ayah bisa mendapatkan cuti khusus setelah ibu melahirkan seperti yang dilakukan oleh Google di kantornya di Silicon Valley, California. Karyawan laki-laki yang istrinya baru melahirkan diberi jatah cuti selama 6 minggu dan tetap digaji penuh. Wow! Andai di Indonesia ada perusahaan yang memberlakukan kebijakan seperti itu ya.

7. Cuti khusus saat anak sakit

Saat anak sakit, seringkali seorang ibu harus mengambil jatah cuti tahunan atau mengajukan izin agar dapat mengurus anak dirumah. Andaikan ada kebijakan kantor yang membolehkan ibu mengambil cuti khusus saat anak sakit, tentunya beban sang ibu akan menjadi jauh lebih ringan dan lebih focus karena hati lebih tenang.

kebijakan kantor untuk ibu bekerja3

*Gambar dari sini

Nah, itu dia daftar kebijakan dan fasilitas kantor yang diharapkan oleh para ibu bekerja versi member Mommies Daily. Bagaimana dengan Anda? Apakah tempat kerja Anda sudah menyediakan fasilitas yang memadai bagi para ibu bekerja?