Saya Dibesarkan oleh Ibu yang Bekerja, dan Ini Jadinya Saya

Apa jadinya seorang anak yang dibesarkan seorang working mom?

Saya Dibesarkan oleh Ibu yang Bekerja, dan Ini Jadinya Saya

Gambar dari sini

Tanggal 8 Desember lalu, Mommies Daily genap berusia 6 tahun –  di hari yang sama ada perubahan yang kami lakukan, seperti yang tertulis dalam artikel Dibutuhkan, Para Ibu Muda Untuk Kembali Bekerja oleh CEO Female Daily Network, Hanifa Ambadar. Mommies Daily mendorong para ibu di luar sana untuk berkarya dengan sepenuh hati di bidangnya masing-masing, karena kami yakin setiap perempuan memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan dirinya. Baik itu yang bekerja kantoran, menjalankan bisnis tertentu atau apapun jenis karya yang digarap mandiri maupun perkelompok.

Ada kalimat dari artikel di atas yang menurut saya menarik dan sangat powerfull“…ketika perempuan bekerja, bukan hanya status ekonomi keluarga yang membaik, tapi kita juga berpotensi untuk mengubah kehidupan orang-orang di sekitar dan bahkan juga mempercepat pertumbuhan ekonomi negara.” Begitu besar pengaruh ibu yang bekerja untuk lingkungannya, hingga mampu memengaruhi lingkungan sekitar, dalam hal ini lingkaran yang paling dekat adalah anak para working mom.  Saya sempat menghimpun komentar para anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja, dan tanpa dinyana! – mereka tumbuh dan menjadi pribadi yang tangguh. Jadi untuk para ibu bekerja – STOP! merasa bersalah, dan bisa dengan tenang mengatakan “Dear Kiddos, I Am Not Sorry I Work“, karena sesungguhnya wujud Cinta Juga Berarti Bekerja. Jadi…, inilah jadinya seorang anak yang dibesarkan dari seorang ibu yang bekerja:

Nita Rininta (30), Brand Manager Elizabeth Group.

“Saya dibesarkan oleh ibu bekerja. Dari kecil saya selalu diajarkan untuk bertanggung jawab, disiplin dan mandiri. Karena ibu bekerja saya harus mengurus keperluan saya sendiri dari kecil, mencuci baju dan masak sendiri menjadi kebiasaan saya dari umur 6 tahun. Saya bangga dan salut akan perjuangan ibu membesarkan kami 8 bersaudara. Itu menjadikan saya pribadi yang tangguh dan pantang menyerah – just like my mom.”

Ulfah Haldah (31), Guru SMP Cendekia Muda.

“Saya dibesarkan oleh ibu bekerja, tetapi saya bersyukur komunikasi dengan ibu tidak pernah terlewat. Dengan begitu saya merasa memiliki pribadi yang pengertian terhadap orang lain.”

Vina Noviana (30), Ibu Rumah Tangga dan Wiraswasta.

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang sensitif. Di satu sisi, terbiasa melakukan sesuatu tanpa bantuan Ibu, tapi di satu sisi sangat perasa sehingga sering bersifat melankolis. Tapi, secara umum Ibu menjadi contoh bagi saya bagaimana gigihnya dalam berjuang menggapai cita-cita, membagi waktu antara keluarga dan kariernya.”

Viny mestika Angelia (30), Founder& Managing Partner MMP Law Firm.

“Saya dibesarkan oleh Ibu yang bekerja, dan menjadi pribadi yang tidak kekurangan kasih sayang dan perhatian, karena bagaimanapun mama saya tetap bisa adil membagi waktu. Sesibuk apapun dia, anak dan keluarga harus diutamakan dan tidak ada alasan untuk tidak ada waktu. Itu salah satu yang membentuk karakter saya saat ini dan bagaimana saya mengurus anak dan rumah tangga.”

Ranny Dwi Anggraini (30), Dosen Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti.

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan saya menjadi pribadi yang mandiri serta punya rasa pengertian yang tinggi. Sesibuk apapun ibu saya bekerja, saya tidak kekurangan kasih sayang karena ibu selalu meluangkan waktunya untuk saya walaupun raganya letih. Ibu selalu mengutamakan keluarga, sehingga Ibu menjadi cerminan saya sekarang ini untuk menjadi wanita yang mandiri dengan tetap me-nomor satu-kan keluarga kecil saya (suami dan anak).

Winda Yuliani (30), Marketing Communication Manager Harper Pasteur Hotel – Bandung.

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang mandiri, tanggung serta bertanggung jawab. Ibu saya merupakan role model dalam hidup saya hingga saat ini saya sendiri telah menjadi seorang ibu. Keputusan saya untuk menjadi working mom saat ini sedikit banyaknya terinspirasi oleh beliau. Beliau mampu mendidik dan membesarkan anak-anaknya sambil bekerja. Jika beliau sanggup melakukannya, saya yakin saya juga mampu untuk menjadi ibu yang baik untuk anak saya meskipun saya seorang working mom.

Intan Apriani (30), Account Manager PT. Telkom.

“Saya dibesarkan oleh Ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab terhadap tugas dan selalu berusaha menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan situasi yang mendadak.”

Fiona Yasmina Harahap (29), Sr. Digital Content Producer MRA BMD.

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang mandiri, senang bekerja, dan tak pantang menyerah. Mamaku ibu bekerja dia banting tulang sebagai seorang arsitek. Bahkan di usianya yang nggak muda lagi dia buka perusahaan bareng temannya dan dipercaya jadi arsitek untuk membangun rumah para kerabatnya atau kliennya yang lain.”

Masih ada contoh-contoh pribadi yang dibesarkan oleh seorang working mom, lihat di halaman selanjutnya ya, mom.


6 Comments - Write a Comment

  1. artikelnya bagus. Sayang gak tampil di halaman HOME seperti waktu dulu ya mbak. Kan biasanya artikel terbaru selalu muncul di halaman HOME. Ini aku juga nemu karena ngubek FBnya mommiesdaily, sementara kalo langsung visit ke desktop websitenya, malah ndak nemu. He he he….

  2. Nyokap gw juga kerja walaupun bukan kantoran, tapi buka butik. Nyokap tipe ibu yg berpikir, perempuan harus mandiri secara finansial. Pas papa meninggal, pas 3 anaknya lagu kuliah, kebayang beratnya beban nyokap. Nyari duit dan ngurus 3
    anak remaja. Tapi bersyukur karena gw akhirnya belajar untuk tau artinya kerja keras :D

Post Comment