3 Fakta yang Harus Anda Ketahui Tentang Tuberkulosis

Penularan kuman tuberkulosis bisa terjadi dari percikan dahak batuk penderita, saat menyanyi, bersin dan tertawa. Namun ada kategori khusus sehingga seseorang terinfeksi TB melakui kegiatan tadi, apa itu?

3 Fakta yang Harus Anda Ketahui Tentang Tuberkulosis

Gambar dari sini

Selama ini kita sering mendengar penyakit Tuberkulosis, namun memang bukan penyakit yang umum menyerang anak-anak. Tidak seperti demam, cacar air maupun demam berdarah, dan beruntung beberapa waktu yang lalu saya sempat mengikuti program Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orangtua (PESAT) yan diadakan oleh Yayasan Orangtua Peduli. Di sesi TB ini, saya mendapatkan penjelasan panjang lebar dari dr. Endah Citraresmi.

TB sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman yang bernama Mycobacterium Tuberculosis, yang masuk ke paru saat penderita menghirupnya. Dan biasanya infeksi TB terjadi karena terhirupnya droplet (partikel air kecil yang dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin) yang bersumber dari penderita TB. Namun tidak perlu panik, dr. Endah mengingatkan bahwa penularan TB ini juga diperkuat dengan beberapa faktor berikut ini:

  1. Untuk menjadi terinfeksi, seseorang memerlukan kontak yang dekat dan lama dengan penderita TB (tinggal atau bekerja bersama dalam satu ruangan). Yaitu 8 jam perhari dan lebih dari 16 kali pertemuan.
  2. Lama paparan, kondisi lingkungan dan seberapa infeksius penderita TB memengaruhi penularan TB.
  3. Sebagian besar orang dapat melawan TB dengan daya tahan tubuhnya sendiri.

Selain itu, ada beberapa fakta yang menurut saya patut Mommies ketahui seputar penularan TB ini:

  • Satu kali orang batuk, itu sama dengan ada 3.000 percikan dahak yang dikeluarkan – atau sempat saya singgung di atas dengan nama droplet. Jadi akan jauh lebih baik menggunakan masker jika Mommies sedang batuk (terlepas dari apakah seseorang menderita TB).
  • Kuman TB dapat mati dalam jangka waktu 5 menit jika terkena sinar matahari! Ini artinya, sangat penting memiliki ritual berjemur di pagi hari.
  • Orang yang terinfeksi TB biasanya terlihat sehat dan tidak menimbulkan gejala yang berarti, maka alangkah pentingnya kita memiliki kebiasaan medical check up.

Meskipun penderita TB secara kasat mata terlihat sehat, Anda patut berhati-hati jika si kecil mengalami beberapa tanda klinis di bawah ini, pantau dan segera periksa ke dokter.

  1. Berat badan turun atau sulit naik, tanpa jelas yang jelas – dalam sebulan walau dengan penanganan gizi. Jadi sangat penting untuk memantau kurva pertumbuhan anak ya, Mommies.
  2. Nafsu makan berkurang
  3. Demam kronik dan berulang, pada suhu >38° selama 14 hari
  4. Batu kronik berulang atau terus menerus dan tidak membaik selama lebih dari 21 hari.
  5. Lesu
  6. Diare yang menetap

Setelah mengikuti sesi TB dengan dr. Endah ini, kesimpulan untuk mencegah TB sebetulnya sangat sederhana yaitu menghidari pemicu-pemicunya. Kalau dari saya pribadi, saya akan memilih membawa masker ke mana pun itu – dan mengenakannya di daerah-daerah yang berpotensi terjadi infeksi kuman TB, begitu pun dengan si kecil. Selain itu, yang tidak bisa ditawar adalah menjaga daya tahan tubuh, dengan makan makanan bergizi, kaya nutrisi, berolahraga dan berjemur di sinar matahari pagi.

Terima kasih PESAT 16 Jakartdr. Endah Citraresmia, untuk semua informasi yang sangat bemanfaaf! sampai juga di kesempatan lainnya ya :)


Post Comment