Sejauh Mana Perselingkuhan Bisa Dimaafkan?

Menurut Anna Surti Ariani, S. Psi.,M.Si, perselingkuhan bukan akhir dari pernikahan.  Sebenarnya, adakah batas toleransi sejauh mana perselingkuhan bisa dimaafkan?

“Dis… kalau loe mendapati suami loe selingkuh, kira-kira apa yang loe lakukan? Maafin, atau gimana?”

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang mengajukan pertanyaan ini ke saya. Mendengar pertanyaan semacam ini bikin saya panas dingin. Ngeri membayangkan kalau peristiwa ini benar-benar terjadi *knock on the wood*.

Tapi, saya pun lantas membayangkan, apa jadinya jika saya mendapati pasangan selingkuh? Sepengetahuan saya, ketika mendapati pasangan selingkuh akan ada dua reaksi yang bisa kita berikan. Memaafkan pasangan atau langsung minta cerai.  Kalau memaafkan, jelas bukan perkara yang mudah. Tapi apakah lantas bercerai adalah keputusan yang paling tepat? Seperti yang kita ketahui, selingkuh merupakan salah satu alasan dibalik perceraian.

perselingkuhan

Tapi saya sendiri percaya kalau sebenarnya perceraian bukan sebuah pilihan. Ada banyak hal yang bisa kembali kita pertimbangkan. Walaupun terasa sangat sulit, tapi rasanya ada beberapa kasus perselingkuhan yang masih layak untuk dimaafkan. Tapi, bukan berarti selingkuh dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan dijadikan sebuah pembenaran, lho, ya.

Tapi seperti yang Mbak Nina bilang, bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Kalau memang sudah sepakat untuk memperbaiki hubungan, kenapa tidak dicoba? Dalam hal ini tentu perlu kerjasama antara kedua belah pihak untuk  memperbaikinya.

Seperti yang saya lansir dari Okezone, ada empat alasan mengapa perselingkuhan layak untuk dimaafkan.

Pelaku mengakui kesalahan

Kalau suami mengakui dan sadar akan kesalahannya, tentu kita bisa mempertimbangkan langkah apa yang sebaiknya kita lakukan. Apabila suamu ingin bertanggung jawab memperbaiki keadaan, tentu ia sudah mengetahui langkah apa saja yang perlu dilakukan. Lain hal kalau suami sudah ketauan selingkuh,  lalu hanya mencari pembenaran akan apa yang ia lakukan. Bahkan justru mengkambing hitamkan kita atas perbuatannya. Wah, ini sih pernikahan benar-benar perlu di-review ulang.

Niat berubah lebih baik

Setelah pasangan sadar akan perbuatannya, maka langkah selanjutnya adalah pembuktikan. Maksudnya, suami perlu melakukan upaya untuk memperbaiki situasi. Misalnya, sudah tidak berhubungan lagi dengan selingkuhannya. Bahkan ia pun sebaiknya tidak perlu memaksaan kita untuk melakukan hubungan intim lebih dulu. Biar bagaimana pun, hubungan intim bukan sekedar hubungan fisik memerlukan kondisi psikis yang baik. Bisa perlu, cari bantuan profesional.

Memprioritaskan kejujuran

Nah, ini bagian terpenting, yaitu adalah memprioritaskan kejujuran dalam rumah tangga. Baik dalam ucapan ataupun perbuatan. Tidak akan mengulangi perbuatan lagi, sehingga kepercayaan kita, sebagai pihak yang diselingkui bisa terbentuk kembali. Selain itu juga tidak memberi tempat untuk kebohongan dalam hal sekecil apa pun.

Ingin mempertahankan keluarga

Setelah sadar apa yang yang sudah diperbuat, berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kesalahan dan paham kalau keluarga adalah prioritas dalam hidupnya, hal ini tentu bisa menjadi alasan yang kuat untuk mempertahankan pernikahan. Pasangan tentu akan berusaha untuk mempertahankan keluarganya tetap utuh.

Bagaimana menurut Mommies yang lain? Selain 4 hal di atas, ada alasan lain nggak yang bisa membuat kita mempertahankan pernikahan?

 

*Artikel ini merupakan hasil agregasi Mommies Daily dengan Okezone.com


Post Comment