Airfryer, ‘Sahabat’ Keluarga Cinta Gorengan

Siapa yang hampir setiap hari masak menu makanan yang digoreng? Berhubung suami saya wajib makan tempe goreng, sudah bisa dipastikan sajian yang satu ini nggak pernah absen saya masak. Iya, keluarga saya, keluarga tempe :D

Yup, bisa dibilang menu makanan favorit keluarga saya adalalah makanan yang digoreng. Sebut saja, tempe goreng, bakwan jagung, ayam goreng, nugget sampai ke cemilan seperti kentang goreng ataupun otak-otak. Belum lagi kalau ingat rasanya hampir semua makanan Indonesia membutuhkan proses digoreng. Rasanya, hidup saya nggak bisa lepas dari minyak goreng!

Bisa dibayangkan, ya, berapa banyak minyak yang harus saya beli setiap bulan? Parahnya lagi, kalau  dari segi kesehatan, terlalu banyak mengonsumsi minyak goreng kan juga nggak baik. Tapi mau meninggalkan makanan gorengan, kok, belum bisa. Duh, dilema.

Dalam rangka ingin hidup lebih sehat, saat ini saya pun sudah mulai melirik minyak yang lebih sehat. Canola oil, misalnya. Paling tidak saya pun memerhatikan kualitas titik asapnya serta nggak akan mengggunakan minyak berulang-ulang. Selain itu, tentu saja penting bagi saya untuk memerhatikan bagaimana cara pengolahannya. Berkaitan dengan hal ini. saya pun akhirnya melirik produk airfryer.

airfryer

Sebenarnya, alat ini sudah lama saya incar. Apalagi saat ini sudah banyak brand yang menawarkan produk yang satu ini. Kenapa airfryer banyak dincar kaum ibu seperti saya? Hal ini tentu nggak terlepas dari segi kesehatan serta penggunaan minyak goreng yang jauh lebih irit ketimbang saat kita menggoreng. Bahkan alat ini pun bisa menggoreng tanpa minyak goreng. Soalnya, produk ini menggunakan teknologi ‘Rapid Air’ yang menghasilkan panas. Hasilnya pun tetap enak, gurih dan renyah.

Apalagi setelah mendengar beberapa pengalaman teman yang sudah menggunakannya. Mulai dari pengalaman Irasistible yang mengaku ketagihan.  Rupanya, cemilan favorit anaknya seperti kentang goreng  dan risol  sukses digoreng menggunakan airfryer. Hasilnya pun nggak berbeda dengan ketika harus menggoreng menggunakan metode biasanya.

Bahkan katanya, “Rasanya tetap renyah dan sama sekali tidak berminyak. Beda sekali dengan risol yang digoreng dengan metode biasa, yang selalu basah karena minyak dan bikin bibir serta tangan basah juga.”

Senada dengan Irasistible, salah satu teman saya semasa SMP dan SMA, Evie, pun punya pengalaman serupa. Bahkan katanya, sebagai ibu pekerja dengan dua anak dia merasa sangat terbantu dengan alat ini. Lho, kok, bisa? “Sekarang kan gue lagi nggak ada ART, pakai alat ini bikin hidup gue lebih gampang. Bisa multitasking karena saat menggunakannya bisa ditinggal sambil kerjain pekerjaan yang lainnya.”

Dari sisi kesehatan, Evie pun menandaskan kalau alat ini sebenarnya cocok digunakan buat mereka yang ingin diet. “Ya, paling nggak, bisa mengurangi asupan kalori total dan mengurangi asupan lemak jenuh.  Sejauh ini memang gue baru menggunakan buat frozen food seperti goreng lumpia, risol atau nugget. Tapi di buku resepnya banyak banget, kok, masakan yang bisa diolah dengan airfryer,” ungkapnya.

Bagaimana dengan rasa yang dihasilkan? Sebenarnya apa saja, sih, keuntungan menggunakan alat ini? Cek laman selanjutnya, ya.


3 Comments - Write a Comment

  1. Yesss!!! watt nya ga nahan..rumah saya tipe 36 dengan daya 1300watt dan pake token….hiksss….mungkin saya bukan segmen yg disasar air fryer phillips ini…ayo dong phillips…bikin yg wattnya rendaaaah….saya uda pengen beli eh gajadi gara2 watt nya ini….

Post Comment