Agar Si Kecil Tidak Jajan Sembarangan

“Nak, jangan jajan sembarangan ya!”

Siapa di antara Mommies yang sering kali mengucapkan kalimat di atas? Wajar saja ya, orangtua khawatir kalau si kecil jajan sembarangan, dan nantinya bisa berakibat buruk untuk kesehatannya.

Di sisi lain, usia anak saya memang belum memasuki masa sekolah, tapi gambaran bagaimana jajanan si kecil dapat memengaruhi kesehatan si kecil tergambar jelas dari ponakan saya, Axl (6). Biasanya, ibunda Axl dan kami orang rumah sebagai support system-nya akan melakukan tindakan preventif misalnya belajar membaca label makanan kemasan, jika ingin membekali si kecil dengan makanan jadi. Apalagi saat mengetahui bahwa banyak sekali jajanan tidak sehat beredar di sekitar anak kita. Namun, tidak perlu terlalu khawatir, Mommies bisa menempuh tiga cara ini agar si kecil tidak jajan sembarangan.

Agar Si Kecil Tidak Jajan Sembarangan

  • Beri pemahaman tentang makanan sehat dan higienis

Jelaskan sesuai dengan tahapan logika si kecil, mulai dari yang sederhana – misalnya makanan yang sehat adalah makanan bebas dari debu maupun binatang lainnya yang berpotensi menghinggapi makanan tersebut. Berikan gambaran padanya, jika makanan dihinggapi lalat maka bisa terkena penyakit diare. Katakan penyebabnya – lalat itu hewan pembawa bakteri dan berbahaya untuk kesehatan. “Kalau kamu diare nanti kamu tidak bisa sekolah, dan kalau sering tidak masuk sekolah tidak bisa menjadi pilot untuk keliling dunia, seperti yang kamu cita-citakan!” Selain itu hindari makanan yang dialasi atau dibungkus dengan kertas koran, karena bisa dipastikan makanan akan terkontaminasi tinta koran tadi.

  • Pola makan yang tertib

Semua yang baik berawal dari rumah, entah dari perilaku sehari-hari maupun pola hidup sehat berupa pola makan yang tertib. Biasakan si kecil mengawali harinya dengan sarapan, karena jika ritual ini dilewatkan, ada lima dampak negatif yang bisa dialami si kecil. Salah satunya, kurangnya kemampuan si kecil untuk berkonsentrasi. Setelah sarapan, pastikan ia mendapatkan makan siang yang terjaga kualitasnya. Selain memastikan menu makanan utama si kecil, bekali ia dengan makanan ringan namun bisa “mengganjal” rasa laparnya saat menunggu jam makan siang. Misalnya MIGELAS yang bebas dari MSG buatan,bebas pengawet dan bebas pewarna, kemasannya pun praktis untuk dibawa kemana-mana.

O,iya fakta tentang jajanan tidak sehat yang saya temukan di lapangan, diperkuat dengan data BPOM, yang menyebutkan 1 dari 5 jajanan sekolah masih berbahaya untuk dikonsumsi. Kondisi ini menurut saya tergolong gawat loh, Mommies. Namun, kekhawatiran saya menjadi tidak berlebih saat menemukan alternatif jajanan MIGELAS, seperti yang sempat saya sebutkan di poin kedua tadi. Komposisi MIGELAS sejalan dengan prinsip saya yang pantang menggunakan Monosodium Glutamat atau lebih dikenal dengan sebutan MSG.

Mengenai jajanan sehat ini memang perlu perhatian semua pihak ya, Mommies. Tentu saja kita sebagai orangtua, dan pihak sekolah yang bisa mengambil peranan dalam mengampanyekan betapa pentingnya ketersediaan jajanan sehat di lingkungan anak-anak. Contoh nyatanya dapat dilihat dalam seminar Cermati Kandungan Nutrisi Jajanan Anak, yang diadakan PT. MAYORA khususnya MIGELAS dan dihadiri para guru SD se-DKI Jakarta di PPHUI, dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Mulai sekarang, mari lebih memerhatikan jajanan sehat si kecil – cek terlebih dahulu komposisinya, misalnya tidak mengandung MSG, bebas pengawet dan pewarna berbahaya.