Balada Memilih Nama Bayi

Ditulis oleh: Monik Wulandari

Untuk urusan nama si kecil, saya masih berada dalam zona alot negosiasi dengan suami.

Ramon—Rakhmat Monik. Itu paduan nama saya dan suami. Kami senang, sih, dengan nama itu. Sayangnya, kakak ipar saya yang tertua bernama Mas Ramon. Oke, jadi coret nama Ramon sebagai nama calon buah hati, jika anak kami laki-laki. Hmmm.. Sampai sekarang, suami beberapa kali mengusulkan nama, seperti Kevin (Julio kali ah..) dan beberapa nama lain yang kurang saya setujui.

Dulu, sih, saya sudah punya beberapa cita-cita nama jika mempunyai anak kelak. Tapi setelah hamil, keputusan nama ini malah semakin sulit diambil. Kriteria nama anak buat kami sebenarnya cukup sederhana. Inginnya nama Indonesia, tapi masih bisa dilafalkan dalam bahasa asing, memiliki arti yang baik, dan pastinya ada hubungannya dengan garis keluarga.

Jika Anda juga masih berpikir keras untuk memberikan nama untuk sang buah hati, coba pertimbangkan Do’s & Don’ts berikut ini.

Pregnant woman with girls names on her baby belly

*Gambar dari sini

Do’s:

  1. Mencari Referensi

Buku religi, novel favorit, atau biografi orang sukses bisa menjadi referensi nama yang baik. Pilih nama yang cukup mudah penyebutan dan penulisannya.

  1. Bermakna Positif

Jika memilih nama dari bahasa asing, pastikan Anda mengetahui artinya dengan benar. Jangan sampai nama anak justru memiliki arti atau muatan negatif.

  1. Menelusuri Silsilah

Tak ada salahnya Anda mencari tahu, siapa nama kakek buyut atau oma-nya oma, dan nama keluarga mereka. Mungkin saja Anda menemukan nama yang unik dan spesial, kan?

  1. Mudah Dieja

Mungkin saja Anda ingin nama anak menjadi unik dengan menggunakan paduan huruf tidak biasa. Tapi jangan sampai kelak ia kesulitan karena orang-orang tak menangkap namanya.

Don’ts:

  1. Memaksakan Nama

Paduan nama Anda dan suami bisa menjadi nama yang bagus, bisa juga tidak. Nikmat—Monik Rakhmat, tentunya tidak menjadi pilihan, ya. Hahaha..

  1. Berlebihan

Hati-hati dengan pemilihan kata yang superior; Maha, Dewa, Ratu, Princess, atau sesuatu yang sangat besar. Jika Anda percaya bahwa nama yang besar dapat memberi ‘tekanan’ bagi sang anak kelak, sebaiknya dihindari.

  1. Terlalu Panjang

Nama yang lebih dari empat suku kata bisa jadi menyulitkan di kemudian hari. Belum lagi, untuk menyingkatnya, akan ada nama panggilan. Dan jangan sampai ia mendapat nama panggilan dari teman-teman yang jahil.

  1. Berkonotasi Negatif

Nah, biasanya ini yang sering terjadi dengan bahasa asing. Di satu daerah, mungkin biasa saja. Begitu ke daerah lain, mungkin memiliki arti berbeda.

Terlebih dari itu semua, nama adalah sebuah doa. Jadi jangan lupa ucapkan doa yang membuat Anda, suami serta si anak  sendiri bangga nantinya.

Kalau ada ide untuk nama anak saya, boleh mom share, hehehe.

 


One Comment - Write a Comment

  1. kalo saya, sebisa mungkin cari nama hanya suami n saya…kl uda ke keluarga masing2,gawat bisa meluas…ga enak juga kan nama anak panjang gara2 titipan sodara semua?? COntoh, bapak saya minta nama ke ustadz, hihi saya tolak…tante saya kasih nama thomas alfa edison (gegara liat iklan di tv), semuanya kami tolak…btw,sebenernya saya pengen namain anak saya Kenshin (suka banget sama samurai x…eh ditolak suami,haha)

Post Comment