Tooth Fairy

Ditulis oleh: Anna Urbinas

Hi Mommies, pastinya ada di antara Anda yang berpengalaman dengan toddler-nya dalam hal gigi tanggal.

Yes… usia 5 sampai dengan 7 tahun adalah usia yang pada umumnya anak-anak mengalamai gigi tanggal. Dan umumnya tanggal tanpa ada urutan yang teratur, tetapi biasanya akan tanggal dengan urutan yang sama pada saat gigi tumbuh. Contohnya anak perempuan saya yang berusia 5 tahun 8 bulan, beberapa waktu lalu gigi tengah bawahnya tanggal, saya ingat gigi tersebut tumbuh pertama kali ketika usianya sekitar 7 bulan.

Pada saat gigi bawah tengahnya tanggal, anak saya sempat merasa tidak nafsu makan, karena giginya sempat goyang beberapa hari, tetapi kurangnya nafsu makan bukan dikarenakan sakit demam dan sebagainya, hal ini lebih disebabkan karena ketakutan psikologis, giginya tertelan pada saat makan, terutama apabila ada menu yang cukup keras contoh, kerupuk dan daging-dagingan.

Tooth Fairy

Selama beberapa hari gigi bawahnya goyang, anak saya sempat bertanya apakah nantinya tooth fairy akan datang di malam hari untuk mengambil giginya. Hmmm…sepertinya acara film di televisi yang pernah dia tonton dianggap menjadi nyata dalam hidupnya. Apakah saya berkata tidak? Tentu saja saya akan mengikuti dunia khayalnya dia tanpa bermaksud menghancurkan gambarannya tentang tooth fairy.

Dan hari itu pun tiba, sore hari ketika sedang menonton televisi, anak saya menunjukan giginya yang tanggal, bagusnya dia tidak panic dan dengan penuh harap dia berkata kalau giginya akan disimpan di bawah bantal tidurnya malam ini sehingga dia berharap ketika tidur tooth fairy akan datang mengambil giginya menggantikan dengan koin. Terus terang saya merasa lucu dengan khayalan dan antusiasmenya ketika menceritakan tentang tooth fairy. Untungnya saya selalu menemani anak saya ketika sedang menonton acara anak-anak di televisi jadi setidaknya saya cukup memahami tentang cerita tooth fairy tersebut.

Malam harinya ketika hendak tidur anak saya menyembunyikan giginya yang tanggal di bawah bantal tidurnya. Ketika dia sudah tidur dengan nyenyak, diam-diam saya ambil giginya dan saya gantikan dengan koin Rp.200,- di bawah bantalnya. Bisa ditebak bukan, apa yang terjadi keesokan paginya? Dia berteriak super exciting menemukan giginya telah tidak ada dan digantikan dengan koin Rp.200,-. “Mommy…Mommy look I found coin under my pillow, the tooth fairy came last night, did u see it?” dengan senyuman yang tidak kalah exciting-nya saya menjawab kalau itu hal yang baik sekali, sayangnya mami terlalu lelah semalam sehingga tidak melihat tooth fairy datang tadi malam ketika meletakkan koin di bawah bantal tidurnya. Sampai saat ini anak saya menyimpan koin tersebut di dalam celengannya.

Pertumbuhan gigi baru memang tidak akan seputih gigi pertama. Dan biasanya ukuran gigi lebih besar dibandingkan gigi awal, hal ini dikarenakan gigi tersebut merupakan gigi dewasa. Bahkan terkadang gigi baru tumbuh sebelum gigi lama tanggal secara baik, sehingga terkesan gigi tumbuh menumpuk atau umumnya disebut gigi hiu. Hal ini juga terjadi pada anak saya, dua gigi bawahnya sudah tanggal, tetapi proses tumbuhnya terlihat tidak beraturan dikarenakan gigi baru tumbuh sebelum gigi lama tanggal secara sempurna, mommies tidak perlu khawatir karena proses ini hanya sementara waktu.

Cara yang terbaik adalah sikat gigi secara teratur. Biasanya saya menjadikan moment sikat gigi sebagai moment bermain bersama anak, setiap mandi atau sebelum tidur sehingga anak tidak merasa itu sebagai kewajiban yang menyiksanya. Bahkan anak saya selalu menantikan moment sikat gigi, sebaiknya ganti juga sikat gigi anak  maksimal satu kali dalam dua atau tiga bulan agar mengurangi jumlah berkembangnya bakteri. Hal lainnya adalah perhatikan menu-menu anak Anda. Saya termasuk orang tua yang tidak terlalu membatasi menu terhadap anak, apabila anak saya menyukai cokelat atau makanan yang cenderung manis atau asam, saya selalu memperbolehkan sepanjang jumlah yang dikonsumsi masih wajar. Yang terpenting adalah ajak anak secara regular sikat gigi dan mengerti menjaga kesehatan giginya. Akan lebih baik lagi apabila didukung dengan mengunjungi dokter gigi setidaknya dua kali setahun, sehingga proses pertumbuhan gigi anak kita lebih terjaga sedari dini. Well, being a mom is a full time job without instructions! Tetap semangat.

 


Post Comment