Lawan Kekerasan Terhadap Anak, dengan Jalinan Komunikasi yang Harmonis

Kekerasan terhadap anak di Indonesia seakan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Dan ironisnya, tidak banyak kasus yang dilaporakan oleh orangtua dan keluarga korban. Salah satu penyebabnya si kecil enggan bercerita kepada orangtuanya.

Lawan Kekerasan Terhadap Anak, dengan Jalinan Komunikasi yang Harmonis

Gambar dari sini

Mommies tentu masih ingat dengan kasus yang menimpa Angline di Bali pada Juni lalu, setelah sempat dinyatakan hilang – akhirnya bocah cantik ini ditemukan terkubur di halaman rumahnya sendiri. Selain itu, pada 3 Oktober lalu masyarakat Jakarta juga digemparkan dengan penemuan jenazah perempuan berusia 9 tahun dalam kardus di daerah Kalideres. Saat kedua kasus ini terungkap, hati mana yang tak menangis harus mendapati nyawa anak kecil melayang dengan cara biadab? Orangtua mana yang tidak khawatir dengan nasib anak-anaknya di kemudian hari? Sudah saatnya kita semua bersuara lantang, melawan kekerasan terhadap anak. Seperti yang tercantum pada hak anak versi Komisi Nasional Hak Azasi Manusia, salah satunya “Setiap anak berhak atas perlindingan oleh orangtua, keluarga, masyarakat, dan negara”.

Jangan Tunda Menjalin Komunikasi

Bertepatan pada 20 November lalu diperingati sebagai Hari Anak Sedunia, UNICEF Indonesia berkomitmen untuk mendorong masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang untuk melawan kekerasan dan menjadi pelindung anak. Sebagai orangtua cara yang paling mudah adalah menjalin komunikasi yang intens dengan si kecil, dan sebaiknya ritual ini Anda cicil alias tidak bisa mendapatkan hasil yang instan, “Jalinan komunikasi dengan anak ini tidak bisa instan, tapi harus dicicil dari sedini mungkin. Contohnya dalam sehari luangkan waktu sebentar saja dengan masing-masing anak, artinya jika anak Anda lebih dari satu, harus bergantian meluangkan waktunya.” Jelas Vera Itabiliana Psikolog Anak dan Keluarga.

Meluangkan waktu yang disebut-sebut Vera ini berarti bergantian antara satu anak dengan yang lainnya, atau Vera menyebutnya dengan “time alone.” Ritual ini, disarankan oleh Vera dilakukan di tengah aktivitas yang menyenangkan – baik untuk anak maupun orangtua. Diharapkan nantinya, si kecil tak segan bercerita tentang apapun  kepada kita orangtuanya.

Maklum saja Mommies, sekarang banyak kasus yang tak terungkap karena anak merasa ragu untuk mengatakan perlakuan tidak menyenangkan yang ia terima. “Terlebih kekerasan dalam bentuk apapun yang dialami anak pasti mencekam untuk anak, menciptakan rasa takut dan cemas. Belum lagi kalau pelakunya menyertai ancaman-ancaman – dan namanya anak-anak pikirannya sangat mudah dimanipulasi oleh para pelaku ini.” Ungkap Vera.

Dan seringkali, kekerasan terhadap anak dilakukan oleh pelakunya dengan bertahap, artinya dari momen pertama tidak menyenangkan yang diterima si kecil, ia sudah bisa memberitahu kepada orangtuanya. Menurut Vera, inilah tujuan terpenting mengapa komunikasi dengan si kecil harus terjalin dengan harmonis dan dicicil sedari dini.

Selain menjalin komunikasi yang hangat dan harmonis dengan si kecil, Anda pun bisa menjadi orangtua untuk anak-anak lainnya dimana pun mereka berada dengan mengunjungi www. Pelindunganak.org. Di situs tesebut Anda bisa mendaftar dan berkomitmen untuk melindungi anak dari kekerasan dan aktif melapor jika di antara mereka ada yang menjadi korban kekerasan. Karena bukan zamannya lagi kita hanya diam melihat sesuatu yang tidak beres di depan mata, ayo bertindak!


Post Comment