Dear Mom, You Are Doing a Great Job

Di saat kita mungkin merasa melakukan banyak kesalahan sebagai ibu atau merasa sebagai ibu yang gagal, masih ada anak kita, yang percaya bahwa kita telah melakukan yang terbaik untuknya.

Status saya sebagai seorang ibu tidak datang bersamaan dengan sebuah buku panduan yang bisa menjamin bahwa saya tidak akan melakukan kesalahan. Status ibu juga tidak memiliki tombol restart – yang kalau salah atau ngehang bisa dimatikan kemudian diulang kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Status saya sebagai ibu ya datang bersamaan dengan tanggung jawab, trial and error dan rasa bersalah setiap kali saya merasa bahwa tindakan saya ‘menyakiti’ anak-anak saya, walaupun tanpa sengaja.

Tapi, terlepas dari setumpuk rasa bersalah dan tidak percaya diri, setiap kali saya melihat anak-anak saya bertumbuh dari bayi hingga saat ini, dalam hati saya tahu bahwa mereka baik-baik saja dan itu berarti saya juga ibu yang baik-baik saja. If you are having  a bad days, take the time to read this.

  1. Kitalah yang melahirkan dan membawa mereka melihat indahnya dunia

Kita terbukti sukses menjaga mereka selama 9 bulan lebih di dalam perut, melahirkan mereka dengan selamat hingga mereka bisa melihat indahnya dunia.

  1. Kita mencintai mereka

Segala usaha dan kerja keras kita, segala jam tidur malam yang hilang untuk menjaga mereka, segala air mata yang keluar, semua dilakukan atas nama cinta kita yang besar terhadap anak kita. Dan apakah si kecil merasakan cinta itu? Yes absolutelly.

382974_2542874944446_241225289_n

  1. Kitalah yang mengenalkan mereka pada berbagai macam rasa makanan dan minuman

Mulai dari ASI hingga MPASI berlanjut dengan makanan keluarga. Dan karena semua ini mereka bisa tumbuh dengan sehat.

  1. Kitalah teman pertama mereka

Anak-anak kita merasakan dan memahami serunya bermain, tentu saja bersama ibu. Kalaupun seraya waktu berlalu mereka mulai memiliki teman-teman baru, ingat saja bahwa itu berarti kita sukses mengajarkan mereka cara bersosialisasi yang baik.

  1. Menangis, Marah, Kecewa dan Tertawa Bahagia Bersama Kita

Saat kita membuat anak menangis karena menolak keinginannya. Saat dia marah dan kecewa karena mungkin kita melanggar janji. Saat dia tertawa bahagia karena kita menghabiskan waktu bersamanya setelah sibuk bekerja, berarti kita sukses mengenalkannya pada berbagai macam emosi. Setidaknya membuat dia siap bertualang di luar sana dan membuat dia sadar bahwa dunia tidak selalu seindah bayangannya. Berharap dia akan menjadi pribadi yang tangguh.

cemberut

  1. Kita menjaga kesehatan mereka

Sayur, buah dan imunisasi mungkin bukan hal-hal yang digemari oleh anak-anak. Tapi dengan ketiga hal ini, kita tahu bahwa kesehatan mereka akan lebih terjaga.

  1. Kita adalah guru mereka seumur hidup

Di awal kehidupan, kitalah yang mengajarkan mereka cara berjalan, potty training, mengenal warna, berbicara, mengenal bentuk hingga mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Percaya deh, pertanyaan-pertanyaan mereka akan terus ada sampai mereka dewasa bahkan menikah dan memiliki anak sendiri. Mungkin dalam perjalanan hidup, mereka akan bertemu dengan guru-guru yang lebih hebat, tapi kitalah guru kehidupan untuk anak-anak kita.

  1. Kita adalah cheerleader untuk mereka

Siapa orang yang berteriak paling keras saat anak bisa achieve sesuatu? Ibu. Siapa orang yang ikut kecewa saat anak gagal meraih sesuatu? Ibu. Siapa orang yang paling semangaaaaat mendorong anak melakukan sesuatu sampai berhasil? Ibu.

9. You keep the kids alive today.

No need to explain :).

Take a minute to remind yourself how important you are to the little ones in your life. Buat anak-anak kita, kitalah dunia mereka. And, for now, that’s all you need to be.

 

 

 


2 Comments - Write a Comment

Post Comment