Money Talks: Panduan Berinvestasi untuk Pemula

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Untuk pemula yang baru mulai berinvestasi, ada beberapa panduan yang sebaiknya diikuti agar tidak salah langkah dan malah merugi.

Tugas kita sebagai seorang ibu memang cukup banyak termasuk urusan mengelola keuangan. Nggak hanya memikirkan kebutuhan bulanan rumah tangga, tapi juga harus memenuhi biaya pendidikan anak yang maha dahsyat, membeli rumah, dan lainnya. Menabung saja? Ternyata belum tentu cukup, akibat kenaikan harga-harga yang lebih tinggi daripada kenaikan saldo tabungan. Salah satu caranya adalah berinvestasi.

Panduan investasi untuk pemula

*Gambar dari sini

  1. Pahami Tujuan Berinvestasi

Ingat lho, investasi bukanlah tujuan akhir yang kita inginkan. Contoh tujuan keuangan keluarga adalah membeli rumah atau dana pendidikan anak. Untuk mencapai target dana yang dibutuhkan, maka kita berinvestasi.

  1. Pahami Risiko dan Potensi Keuntungan

Investasi berbeda dengan menabung, karena ada banyak faktor risiko yang menyertai. Contohnya risiko susah dijadikan uang tunai, risiko modal investasi berkurang, dan lainnya. Tetapi, di balik risiko tersebut ada potensi keuntungan yang lebih tinggi daripada sekadar menabung. Hampir mirip dengan berbisnis, belum tentu untung bukan? Semakin panjang jangka waktu berinvestasi, maka sebaiknya produk yang digunakan yang dapat memberikan potensi keuntungan tertinggi. Sedangkan, semakin pendek jangka waktunya, maka sebaiknya jangan mengambil investasi yang berisiko tinggi.

  1. Pilih Produk Investasi

Bagian ini cukup menantang karena mungkin banyak dari mommies yang belum paham tentang berbagai produk investasi. Contoh yang dapat dipilih adalah investasi di reksadana, investasi di logam mulia, serta investasi di obligasi. Hal yang paling utama adalah menyesuaikan produk investasi dengan tujuan investasi keluarga.

  1. Membeli Produk Investasi

Setelah memilih produk, maka langkah berikutnya adalah membeli atau menempatkan dana investasi. Seperti berbelanja, kita sebaiknya membandingkan beberapa tempat penjualan investasi dan memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Nah, hal yang paling sering terjadi adalah membeli produk proteksi padahal dengan tujuan ingin berinvestasi. Padahal, kedua produk ini punya manfaat yang berbeda-beda.

  1. Evaluasi Hasil Investasi

Setelah mulai berinvestasi, jangan lupa mengevaluasi apakah hasil sesuai dengan yang ditargetkan. Apabila hasilnya buruk, maka kita sebaiknya mencari tahu apa penyebabnya. Untuk hal ini, ada baiknya berkonsultasi kepada ahli keuangan seperti perencana keuangan.

Live a Beautiful Life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan


Post Comment