Rekan Kerja Menyebalkan? Hadapi dengan 5 Cara Ini

People who think they know it all are especially annoying to those of us who do- Anonymous

Bekerja di bidang media memberikan saya kesempatan untuk belajar lebih banyak. Terutama, bagaimana menghadapi orang baru, hahaha. Maklum, deh… hampir dalam setiap kesempatan saya akan bertemu dengan wajah-wajah baru yang sama sekali belum saya kenal. Tapi kalau dipiki-pikir dalam sosial life yang kita jalankan, mau nggak mau kita pun harus bisa belajar banyak menghadapi orang baru.

Masalahnya, nih, nggak semua orang yang kita hadapi itu menyenangkan. Singkat kata, dalam kehidupan sehari-hari ataupun pekerjaan sering kali kita tidak bisa memilih dengan siapa kita menghabiskan waktu bersama. Bukan nggak mungkin, lawan bicara yang menjadi rekan baru kita tipe orang yang kurang menyenangkan. Jutek, nggak bisa diajak diskusi, atau bahkan tipe orang yang sering kali nyinyir dan kerap kali melontarkan komentar yang tidak menyenangkan.

Daripada frustasi, lebih baik kalau kita memilih untuk tetap tenang sehingga nggak perlu terbawa suasana dan tersulut emosi. Berikut ada lima cara yang kerap saya lakukan untuk menangani tipe orang yang ‘sulit’ dalam kehidupan profesional.

rekan kerja menyebalkan

Ambil napas yang dalam

Ternyata, menarik napas yang panjang nggak cuma perlu kita lakukan saat ingin menahan emosi saat melihat anak yang sedang ‘bertingkah’, atau melihat kelakukan suami yang nyebelin. Nah, saat kta merasa kesulitan menghadapi rekan kerja atau orang baru, langkah ini pun perlu dilakukan. Coba, deh, mulai menghitung 1 sampai 10 lebih dulu, sebelum kita berbicara. Langkah ini terbukti cukup ampuh membuat saya tetap tenang saat menghadapi perilaku orang yang menjengkelkan. Setelah membaca beragam artikel kesehatan, cara ini ternyata bisa membantu sistem saraf kita untuk beraksi atau melawan rasa amarah atau kesal yang kita rasakan di dalam hati. Sebelum kita terbawa emosi, lebih baik ambil napas dalam-dalam untuk menenangkan saraf kita. Setelah itu berikan jeda beberapa saat sebelum kita ikutan berbicara. Seringkali cara terbaik untuk menanggapi orang yang sulit bin menyebalkan hanya lewat senyuman, atau anggukan saja.

Fokus pada pemecahan masalah

Aura negatif yang ditebarkan orang lain, khususnya di lingkungan pekerjaan memang nggak mungkin dihindari. Jangankan di luar kantor, di mana kita belum tahu rekan kerja yang akan kita hadapi seperti apa. Di lingkungan kantor saja pasti akan ada saja teman yang nyebelin dan ‘ganggu’. Ada, lho, teman saya yang nggak betah dan memutuskan untuk resign lantaran ada office mate-nya yang doyan sekali mencari kambing hitam, yang selalu pesimis setiap ada project yang sedang mereka tangani. Sementara teman saya yang lain sering kali dibikin kesal dengan ulah rekan kerja yang sok tahu dan selalu merasa dirinya benar. Wah, kebayang, ya, bagaimana situasinya? Padahal, kecerdasan  emosi itu itukan menular. Apa mau sifat-sifat tersebut menular ke kita?

Dari pada mengeluh dan menyalahkan orang lain, nggak ada salahnya kita langsung bilang ke rekan kerja kita, “Langah apa yang perlu kita lakukan untuk mewujudkannya dan membuat sukses project ini?”.  Bagaimanapun, menghadapi tantangan seringkali akan menjadi faktor penentu dalam seberapa sukses kita dalam menyelesaikan pekerjaan. Kita pun perlu fokus mencari solusi untuk memecahkan masalah, jangan fokus pada masalahnya.

‘Pecahkan’  ketegangan dengan menyebarkan humor

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan kalau humor bisa menjadi salah satu kunci sukses kita di tempat kerja. Seorang pembicara bisnis kelas International, Michael Kerr mengatakan kalau banyak tipe humor yang dimanfaatkan untuk membangun suasana kerja yang kondusif. Umh, benar saja, paling tidak saya merasakan kalau humor ini bisa meredakan stress dan kepenatan bekerja. Apabila diselingi humor, situasi kerja yang semula terasa sangat kaku, tegang atau berat pun terasa jadi lebih ringan.

Hindari

Ketika kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk bersikap tenang, bukan berarti perasaan frustasi saat menghadapi lawan bicara bisa hilang seketika. Soalnya, kebanyakan orang tidak akan mampu mengubah sikapnya secara tiba-tiba. Untuk itu, kita pun perlu mengatur beberapa strategi untuk menghadapi perilaku  yang bisa membuat kita  frustasi. Sebenarnya, hal ini serupa dengan kondisi kita sendiri yang susah mengubah kebiasaan buruk. Dari pada tambah kesal, nggak ada salahnya kalau kita memilih untuk melangkah ke luar selama beberapa saat sambil mendengarkan musik.

Berbicara secara personal

Tidak sedikit orang yang menjadi agresif saat sudah merasa frustasi, bicara meledak-ledak dengan rekan kerja kita yang menyebalkan di hadapan orang lain. Kondisi seperti ini tentu saja nggak pantas untuk dilakukan. Apabila semua pendekatan sudah kita coba namun nggak berhasil, nggak ada salahnya untuk diselesaikan secara personal. Misalnya, nih, ajak saja rekan kerja yang menyebalkan itu untuk makan siang bersama. Dari sini, tentu komunikasi akan berjalan lebih baik karena bisa dibicarakan  dari hati ke hati, Mungkin saja, kita bisa mengetahui latar belakang yang membuat dirinya bersikap kurang menyenangkan. Sebuah percakapan saat makan siang mungkin tidak bisa memecahkan semua masalah. Tapi paling nggak, kita jadi punya pemahaman yang lebih baik tentang situasi dan kondisi sebenarnya. Siapa tahu saja, setelah itu kita bisa belajar bagaimana caranya untuk memegang kendali.

Bagaimana dengan Mommies yang lain? Punya cara efektif lainnya nggak?