Bermain Pengaruhi Perkembangan Karakter Anak

Bermain memang punya sejuta manfaat buat anak-anak. Nggak cuma bikin mereka tertawa, dan senang, bermain juga melatih anak untuk berpikir, berperilaku dan bersosialisasi.

manfaat bermain untuk anak

“Ibu, main yuuuk…”

Hampir setiap hari saya  mendengarkan celoteh Bumi seperti ini. Usia  Bumi memang sudah lewat dari masa balita, tapi tetap saja yang namanya bermain nggak bisa dilepaskan dari kesehariannya. Yah, namanya juga masih anak-anak, ya.

Bermain memang punya sejuta manfaat buat anak-anak. Nggak cuma bikin mereka tertawa, dan senang, bermain juga melatih anak untuk berpikir, berperilaku dan bersosialisasi. Hal ini yang yang diutarakan Saskhya Aulia Prima M.Psi saat bincang media di acara Peluncuran Mainan Baru Early Learning Centre (ELC). Seperti yang kita ketahui, ELC merupakan salah satu brand yang menyediakan beragam mainan anak yang berkualitas yang menyesuaikan kebutuhan anak dan tentunya sangat memperhatikan segi keamanan.

Waktu itu psikolog anak yang kerap disapa Saskhya ini mengatakan bahwa dengan bermain anak bisa lebih mudah menerima stimulus yang diberikan orangtuanya. “Apalagi pada usia delapan tahun ke bawah, serabut otak dalam fase menyambung sehingga harus terus dilatih. Sama seperti otot kalau tidak dilatih dia tidak akan terbentuk,” ujarnya.

Saskhya Aulia Prima, M.Psi mengingatkan penting bagi kita untuk menyediakan permainan yang bervariasi sehingga anak bisa lebih banyak mengenal hal baru. Mainan seperti apa, sih, yang baik untuk perkembangan karakter anak?

Mainan yang baik tentu saja harus disuaikan dengan usia anak. Jangan sampai, maianan untuk anak usia 5 tahun diberikan buat anak 2 tahun. Tingkat kesulitannya tentu bisa membuat anak stress sehingga ia tidak merasa fun saat bermain.  “Bermain juga sangat memengaruhi perkembangan karakter anak. Tapi dengan catatan mereka melakukannya memang karena mereka senang dan menginginkannya. Jadi kalau anak disuruh melakukan sesuatu dan dia tidak senang, itu namanya bukan bermain.”

Selain itu Saskhya juga sempat menyinggung masalah playdate di mana kegiatan bermaian yang dilakukan bersama anak-anak seusia penting dilakukan untuk perkembangan anak, terutama dalam hal sosialisasi. Playdate ini juga bisa mengajarkan anak untuk bisa bersosialisasi dengan mengenal lingkungan sekitarnya.

“Untuk anak-anak yang memang tertutup, tidak mudah dekat dengan orang lain, jika nggak dibiasakan keluar, bisa sulit. Jadi saat sekolah susah, ketemu orang baru juga susah,” ujar psikolog dari TigaGenerasi itu.

Kegiatan playdate ini juga harus dilakukan bersama anak bersama orang tua. Sesibuk apapun kita bekerja, paling tidah harus punya waktu 10 hingga 15 menit dalam sehari untuk menemani si kecil bermain. Kalau saya, sih, biasanya akan memanfaatkan waktu sebelum tidur untuk bermain bersama Bumi.

Sementara untuk akhir pekan seperti sekarang ini, lain lagi ceritanya… seharian bisa dimanfaatkan untuk bermain dan kruntelan bersama keluarga.