Mengurangi Tampilan Stretch Mark Pasca Melahirkan? Bisa!

Siapa di antara mommies di sini yang saat hamil mendapat tamu tak diundang bernama Stretch Mark? Acung tangan sendiri, hehehe.

Well, saat hamil berat badan saya naik 15 kilogram. Awalnya saya senang karena melihat perut saya terbebas dari garis-garis atau guratan di kulit alias stretch mark. Lah, memasuki bulan ke 7, kok mendadak suami saya bertanya, kenapa ada guratan-guratan di paha dan bokong saya? Huaaaaaa, ingin nangis rasanya. Tapi apa daya, sudah terjadi.

Untungnya guratan itu hadir di area yang cukup tertutup sehingga saya masih bisa mengenakan baju-baju tanpa lengan. Masalahnya adalah, kalau lagi berenang atau berlibur ke pantai akan susah rasanya untuk mengenakan bikini kesayangan saya. Apalagi saat waktu bermesraan dengan suami  datang, jadi sedikit mengurangi rasa percaya diri. Nah, yang ada di otak saya saat itu, kalau sudah terlanjur hadir, satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah mengurangi tampilan stretch mark agar tidak semakin parah.

Berdasarkan situs www.glyderm.co.id, 9 dari 10 wanita mengalami stretch mark pada masa kehamilan. Sebenarnya, apa sih stretch mark itu? Jadi stretch mark itu disebabkan oleh peregangan kulit secara berlebihan dalam periode yang lama atau terjadinya perubahan hormon dan hadir dalam wujud garis-garis atau guratan di kulit. Biasanya kemunculan stretch mark dipengaruhi kualitas dan kekuatan kulit.

Stretch mark bisa terjadi pada siapa saja yang mengalami peregangan kulit atau perubahan hormon (salahkan kenaikan berat badan yang mencapai 15 kilogram :D). Kalau kena stretch mark-nya baru sekitar 1-2 tahun, biasanya garis-garis atau guratan akan berwarna coklat atau kemerahan, akan berubah menjadi warna putih atau keperakan jika lebih.

Karena seperti sudah saya bilang di atas, kalau sudah terlanjur kena, maka satu-satunya yang bisa dilakukan adalah ‘melawan’-nya, saya pun sibuk bertanya kanan kiri, ‘alat tempur’ apa yang bisa saya gunakan agarn si stretch mark ini nggak makin membandel.

Dari sekitar 15 mommies yang saya tanya, sebagian besar menjawab Glyderm Stretch mark Cream. Glyderm juga sudah teruji secara dermatologi klinis dan terbukti pada pasien Indonesia, wanita usia 18-30 tahun, efektif meningkatkan elastisitas kulit dan mengurangi tampilan stretch mark hingga 54% dan garis stretch mark memendek hingga 71% dalam pemakaian selama minimal 8 minggu.

Glyderm1

Tepat di satu minggu setelah melahirkan, saya pun mencoba Glyderm untuk pertama kalinya. Yang membuat saya senang adalah teksturnya yang ringan, lembut di kulit dan nggak lengket sehingga membuat nyaman untuk digunakan. Yang paling penting sih aromanya yang nggak menusuk di hidung.

Glyderm Stretch Mark Cream ini memiliki zat yang membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat peregangan juga mendukung produksi kolagen dalam tubuh. Dengan adanya kolagen maka kekenyalan serta kekencangan kulit cepat pulih. Nah, kenapa dengan rutin memakai Glyderm stretch mark (minimal 8 minggu pemakaian) dapat mengurangi tampilan stretch mark serta membantu regenerasi sel dalam kulit? Karena ada kandungan Tri Derm Actives di dalamnya. Agar hasil semakin maksimal, saya mengoleskannya dua kali sehari, setiap pagi dan malam dan persis setelah mandi pagi dan malam sebelum tidur. Tapi disarankan agar pemakaian dilanjutkan agar perbaikannya optimal, aman kok, karena tidak ada efek sampingnya. Jadi, kalau mommies kedatangan tamu tak diundang ini, boleh banget dicoba rutin menggunakan Glyderm untuk perawatan si stretch mark.


Post Comment