8 Cara Meningkatkan Kemampuan Public Speaking

Meskipun saya termasuk orang yang mudah masuk ke lingkungan baru, tapi kalau urusan ngomong di depan umum tetap saja suka merasa ciut. Lalu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan keterampilan public speaking?

Bicara masalah public speaking saya memang belum jago. Tapi seiring dengan bertambahnya pengalaman bekerja, saya pun bisa belajar banyak. Terutama setelah masuk jadi warga Female Daily Network, maklum kantor ini punya tradisi melakukan presentasi yang dilakukan setiap Senin  saat sharing session. Jadi, kami akan dapat jatah untuk membuat presentasi dengan topik menarik.  Setelah itu, teman-teman pun akan memberikan masukan yang ditulis dalam secarik kertas.

Jujur saja, awalnya saya sangat grogi. Padahal kalau dipikir-pikir, saya ini kan hanya berbicara di depan teman-teman yang sudah dikenal cukup baik. Tapi, rasanya tetap saja panas dingin. Serupa dengan saya, salah satu sahabat yang bekerja di sebuah biro iklan juga mengaku  sering merasa nggak percaya diri saat berbicara di depan orang banyak. Katanya, “Lebih baik gue kerja di belakang layar saja, deh, bikin konsep. I’m not a good speaker,” ucapnya.

Public Speaking

 *Gambar dari sini

Banyak orang berpendapat kalau public speaking bisa dilakukan buat mereka, orang-orang yang sudah punya bakat atau kemampuan berbicara di depan umum secara alami. Tapi, saya sendiri kurang sependapat karena saya percaya apapun bisa kita pelajari, termasuk urusan public speaking ini.

Kalau menurut Bruce Kasanoff, seorang penulis dan sosok yang sangat popular dalam public speaking, salah satu kunci yang perlu diingat adalah menjadi diri sendiri. Selain itu, ia pun punya beberapa cara lainnya yang patut kita tiru. Apa saja?

1. 60 Detik Pertama yang Berharga

Saat melangkah maju ke depan, apa yang akan kita lakukan, ya? Ternyata membentuk first impression yang baik juga sangat diperlukan. “Di menit-menit pertama inilah audience akan menentukan, akan memerhatikan Anda atau justru diam-diam akan beralih pada gadget mereka. Artinya, Anda akan diabaikan. Untuk itulah, di menit-menit pertama penting bagi kita untuk memberikan kalimat pembuka yanhg bisa menarik perhatian, sehingga audience mau mendengarkan kita

2. Merasa Takut? Berbagilah ke Audience

Takut, grogi, gugup dan nggak percaya diri ketika harus berbicara di hadapan orang banyak tentu bisa kita rasakan. Tapi. seperti yang dikatakan penulis buku How to Self Promote Without Beeing a Jerk, bahwa kunci kesuksesan public speaking  ini adalah menjadi diri sendiri. Untuk itu, saat Anda merasa takut, berbagilah pada audience di hadapan Anda. “Ketika bisa mengungkapkan rasa takut, audience justru akan bisa melihat ketulusan Anda sehingga mereka akan merasa ikut terikat. Jujurlah bahwa Anda merasa gugup, ajak mereka untuk meredakannya. Setelah itu Anda pun bisa masuk pada topik yang akan dibicarakan,” begitu katanya

3. Kenali Audience

Salah satu faktor yang paling penting adalah kenali siapa saja yang akan menjadi audience Anda nanti. Penting juga bagi kita untuk mengetahui apakah audience tersebut sudah memahami atau belum topik yang akan kita bicarakan. Kita perlu mengantisipasi apakah topik yang akan dibicarakan menarik perhatian mereka atau tidak. Di samping itu perhatikan juga apa yang akan terjadi sebelum atau setelah  kita berbicara. Jika kita menjadi pembicara yang paling akhir,  pendekatan yang kita lakukan tentu saja akan berbeda dengan pembicara pertama.

Ternyata, penting mengenali panggung tempat kita akan berbicara. Kenapa begitu?


One Comment - Write a Comment

  1. Sesering apapun kita presentasi di depan umum, pasti deh ada rasa gugup. Kalau gw biasanya akan “eye contact” dengan beberapa publik yg gw hadapi. Selain itu bisa dengan sekadar, “menyapu” pandangan.

    Trik lainnya yg gw inget dari film Maid in Manhattan, kalau ini lebih kpd menyaluarkan rasa gugup, yaitu pegang semacam paper clip selama bicara di depan umum (mudah2an nggak salah inget :D)

Post Comment