8 Tips for SAHM Get Back Into The Workforce

Pingiiiiiiin banget kembali bekerja setelah lama menjadi SAHM, tapi takut nggak mampu lagi bersaing di dunia kerja? Siapkan 8 hal ini agar Anda bisa kembali ke arena persaingan dunia kerja.

Beberapa teman saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus anak setelah melahirkan. Ada di antara mereka yang kemudian benar-benar terlepas dari hiruk pikuk dunia kerja, tapi ada juga yang memilih menjadi freelance agar tetap update mengenai pekerjaan.

Salah satunya (sebut saja namanya Mawar, hahaha) baru-baru ini curhat di whatsapp. Setelah off dari dunia kerja selama 2 tahun, sekarang dia mulai ingin kembali bekerja atas nama kebutuhan akan uang demi mengatur masa depan yang baik untuk kedua anaknya. Tapi setelah kirim-kirim lamaran sana sini, hanya satu perusahaan yang memanggil tapi kemudian gagal dengan alasan “2 tahun nggak kerja lumayan lama juga ya. Masih bisa emangnya mengikuti ritme orang kantoran lagi?”  Mommies pernah nggak ngalamin hal yang sama?

Kalau menurut Carol Fishman Cohen, CEO dari iRelaunch – konsultan yang membantu professionals get back into the workforce dan Allison O’Kelly, CEO sekaligus founder dari Mom Corps, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

back to work 3

  1. Resume refresh

Sebisa mungkin saat rehat dari dunia kerja, ada aktivitas lain yang Anda lakukan yang bisa dimasukkan ke dalam CV. Misalnya, menjadi freelance atau mengikuti course. Dengan mengetahui kalau Anda tetap mengasah kemampuan ataupun menambah ilmu baru di saat rehat, itu akan memberi Anda nilai plus di mata perusahaan.

  1. Pastikan apa yang benar-benar ingin Anda lakukan

Saat mengirim lamaran ke perusahaan atau melakukan wawancara pekerjaan, usahakan jangan terlihat desperate dengan menuliskan kalau Anda melamar posisi A atau B. Atau mengatakan kalau Anda mau melakukan apa saja. Jangan. Seputus. Asa.Itu! Tunjukkan di bagian apa Anda memiliki nilai lebih dan fokus pada poin itu.

  1. Try a new things

Jangan berpikir kalau Anda balik kerja berarti harus di dunia yang sama dengan tempat kerja terakhir Anda. This is a perfect time for repositioning. Kayak teman saya, selama sekian belas tahun dia bekerja di dunia media di divisi editorial, saat kembali bekerja, surprisingly dia mendapat penawaran menjadi PR Manager di sebuah hotel bintang lima.

  1. Get out of the house

Mau kembali bekerja tapi malas mengangkat badan dari tempat tidur di rumah? Ya nggak dapat apa-apa! Menurut Kelly, sebagian besar kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para calon working mommies adalah berpikir kalau they can get their job the same way they got their last job! Coba deh berhubungan kembali dengan rekan-rekan kerja dulu, mantan klien ataupun mantan atasan. Cukup dengan ngobrol-ngobrol singkat via telepon. Minimal mereka tahu bahwa Anda ada rencana untuk kembali ke dunia kerja.

Masih ada 4 hal lain yang perlu dilakukan. Let’s find out …


One Comment - Write a Comment

  1. Sama banget contohnya dengan saya, sempat vakum kerja selama 2 tahun setelah melahirkan. During the hiatus, sempat coba jualan kue, tapi gak dimasukin ke resume sih hehe cuman kalo ditanya pas interview jawab aja, sekarang alhamdulillah udah kembali.kerja di bidang yg BERBEDA + tetep jadi freelancer, gaji yg didapat way higher than previous jobs, alhamdulillah bgt pokoknya, buat mommies.yg lg pengen.kerja tetep.semangat, jangan menyerah,.you’ll get there!

Post Comment