“Mengintip” BackStage The Sound of Music

The Sound of Music merupakan sebuah pertunjukan yang dinantikan oleh banyak keluarga. Beruntung, saya mendapat kesempatkan untuk menintip ada apa di backstage The Sound of Music.

the sound of music

Sudah tahu, dong ya, kalau tanggal 6 – 18 Oktober kemarin The Sound of Musik sempat melakukan pementasan di Jakarta. Kebetulan, waktu itu saya sempat menikmati pementasan yang ditujukan khusus wartawan. Saya sendiri termasuk penikmat  kisah yang sudah di buat versi layar lebar  tahun 1965 ini. Dari sekian banyaknya lagu yang ada, saya paling senang dengan lagu dari Do Re Mi dan Climb Every Mountain.

Meskipun show yang saya bisa lihat tidak secara keseluruhan, tapi saya cukup puas. Takjub dengan suara emas pemeran utamanya, termasuk dua anak Indonesia yang berhasil terpilih tampil di The Sound of Music, Ai Kumar (14 tahun) dan Shaquilla Rahmadina (11 tahun). Pementasan musikal terbaik dari Andrew Lloyd Weber dan David Ian ini memang tidak hanya melibatkan para pemain luar, tapi juga melibatkan para talenta-talenta lokal di setiap Negara yang mereka singgahi.

the sound of music5

the sound of music1

Oh, ya, keuntungan lain yang saya dapatkan adalah, saya punya kesempatan untuk keliling melihat backstage pementasan musikal yang dilangsungkan di  Ciputra Artpreneur Teater. Waktu itu saya bisa melihat secara mendetail semua perlengkapan pementasan teater musikal ini dibawa langsung dari London. Mulai dari properti tea set, hingga roti buatan untuk melengkapi setting cerita rumah keluarga Von Trapp. Rupanya pementasan ini memang sangat memerhatikan hal kecil secara mendetail. Pantas saja jika pertunjukan musikal ini rasanya lebih “hidup”.

Oh, ya, pementasan The Sound of Music ini, melibatkan 80 cast and crew dari West End London. Nggak cuma itu saja, lho, The Sound of Music membawa lebih dari 10 kontainer berisi set panggung dan kostum langsung dari London.

the sound of music2

the sound of music4

Mengingat pementasan ini perlu persiapan yang sangat matang, serta dukungan dari beragam faktor, tidak mengherankan kalau Mervi Sumali, Direktur Sorak Gemilang Entertainment, selaku promotor pertunjukan membutuhkan waktu hinga 8 bulan untuk meyakinkan tim Andrew Lloyd Weber agar mau menggelar The Sound of Music di Jakarta. Kabar baiknya, hiburan keluarga yang berkualitas semaacam ini akan dihadirkan kembali. “Kita tunggu saja, ya, kejutan apa lagi yang akan kita suguhkan untuk masyarakat Indonesia.”

 


Post Comment