STILL (SEX)y and I Know It

Ditulis oleh: Monik Wulandari

Seks setelah melahirkan, apa jadinya nanti? Memasuki usia kehamilan 15 minggu, satu ketakutan saya adalah apa kabar dengan kehidupan seks saya setelah melahirkan nanti? Apakah akan tetap bergairah atau ala kadarnya aja.

sex, sleep  together

Kondisi saya kini tengah hamil 15 minggu, dan meski dokter menyatakan kami sudah boleh melakukan hubungan intim lagi, tapi saya belum pede melakukannya. Karena proses kehamilan bayi tabung selama sebulan, plus menunggu si janin hingga berusia 12 minggu, selama empat bulan lebih saya dan suami tidak berhubungan. Rasanya, kok, seperti kembali perawan ya? Hehehe. Untung saja saya sudah tahu posisi aman untuk bercinta di saat hamil.

Karena teman-teman saya banyak mommies, saya jadi suka ketimpa curhatan mereka tentang urusan tempat tidur yang katanya sudah nggak seheboh dulu ketika belum punya anak. Nah, masalahnya saya adalah orang yang sangat menyenangi kegiatan bercinta bersama suami (siapa juga yang nggak suka, ya kan). Jadi cerita dari teman-teman saya sedikit membuat saya khawatir.

Kalau dari mengompilasi cerita teman dan mencari tahu, kayaknya ada beberapa rasa takut yang sering dirasakan oleh para bumil, ya. Saya sendiri sudah mulai menyiapkan diri kalau nanti ketakutan yang sama juga saya rasakan. Yah, rencana aja dulu. Masalah sukses atau enggak, lihat nanti aja, hahaha.

Merasa nggak siap untuk bercinta”

Saya sendiri nggak yakin bakal merasa nggak siap untuk bercinta :p. Tapi kalau sampai saya merasakan hal ini, hal pertama yang akan saya lakukan adalah berkomunikasi dengan suami. Meluapkan rasa khawatir saya. Untuk awal- awal, sedikit sentuhan atau ciuman mungkin sudah cukup tanpa harus ada intercourse.

Takut sakit saat penetrasi”

Berhubung saya berniat untuk melahirkan secara normal, jadi kata teman-teman, saya harus siap kalau setelah proses melahirkan saya mendapat beberapa jahitan. How to handle this? Seorang teman saya mengatasinya dengan mencari tahu batas toleransi tubuhnya dengan melakukan stimulasi sendiri, seperti bermasturbasi. Kata dokter sih, boleh-boleh aja asal dilakukan dengan perlahan.

Nggak pede karena stretch marks!”

Saya pernah bercerita mengenai hal-hal ‘memalukan’ saat hamil dan salah satunya adalah kehadiran strecth marks. Sampai detik ini, guratan ini memang belum muncul sih, tapi kan masa kehamilan saya juga masih panjang, nih. Dari sekarang, saya sudah sering bertanya ke suami, kalau misalnya perut atau payudara saya dipenuhi oleh stretch mark bagaimana? Dan, jawaban suami saya cukup membuat saya berkaca-kaca.Suami saya bilang kalau perempuan yang dia nikahi itu bukan selebriti Hollywoord. Jadi dia nggak peduli apakah nanti perut saya dipenuhi guratan atau tidak, yang penting saya dan si kecil sehat. Aahhhh…… so sweeeeet.

Selanjutnya: Risih kalau payudara disentuh & takut pasangan hilang gairah


One Comment - Write a Comment

Post Comment