Pertanyaan Kreatif Untuk Anak Sepulang Sekolah

Komunikasi dengan anak usia sekolah bisa jadi membuat orangtua bingung. Nah, saat anak pulang dari sekolah, atau saat kita pulang dari kantor dan bertemu anak, apa pertanyaan yang biasa kita ajukan?

Anda yang belum punya anak usia SD mungkin tidak atau belum pernah memikirkan hal ini. Anak-anak usia pra sekolah biasanya masih pada fase cerewet-cerewetnya, justru kita yang kewalahan untuk mendengarkan dan menanggapi mereka. But this phase won’t last long, mommies. Komunikasi dengan anak usia sekolah bisa menjadi tantangan tersendiri untuk orangtua, hahaha.

kids1 (2)

Saya melihat sekali perubahan ini saat anak pertama saya dulu beranjak memasuki usia SD pertengahan, kelas 2 hingga 3. Pelan-pelan mereka berubah menjadi lebih pendiam, sangat irit bicara, dan hanya menjawab secara singkat bila ditanya. Atau, lebih banyak jawab ‘nggak tahu’. Tetapi fase ini normal banget kok, pada usia anak yang sudah besar. Normal, tapi nggak jarang bikin saya uring-uringan di dalam hati, mempertanyakan apakah komunikasi saya selama ini sudah benar?

Disamping pergantian fase ini, ada faktor lain yang juga mempengaruhi, yaitu karakter anak. Anak satu dengan yang lain tentu saja berbeda kan, mommies? Ada yang karakternya sangat terbuka dan lebih heboh, ada yang lebih pendiam, dan lain-lain.

Dulu saya pernah bertukar pikiran dengan seorang experienced mom & parenting enthusiast yang kini semua anaknya sudah dewasa. Saat berbincang tentang hal ini, berdasarkan pengalamannnya beliau berkata kurang lebih seperti ini “sebisa mungkin sambut anak yang baru pulang dari sekolah karena itu adalah waktu terbaik mereka untuk menceritakan pengalamannya di sekolah hari itu. Setelah itu, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkan apa-apa”. Hmm… saya membatin, kalau begitu, hanya ibu yang tinggal di rumah yang bisa mendapatkan kesempatan tersebut dong?

Nggak juga sih, karena kalaupun mommies bekerja, mommies kan bisa menciptakan time alone bersama anak. Kuncinya adalah teknik berkomunikasi yang baik dengan anak.

Biasanya, yang pertama terlintas dalam benak kita dan akhirnya meluncur adalah pertanyaan seperti “Ngapain aja di sekolah hari ini?” atau “Belajar apa di sekolah tadi?”. Dan jawaban mereka tidak jauh dari “Nggak tahu”, “Biasa aja”, “atau dengan nada terpaksa. (Jika saya seorang anak, dan mendapat pertanyaan begini terus, rasanya juga bosan dan males luar biasa untuk menjawabnya).

Kuncinya adalah be creative. Kita bisa memikirkan bentuk pertanyaan yang lain yang bisa menggali apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan alami di sekolah (atau pada kesempatan apapun). Alih-alih mengajukan pertanyaan standar, kita bisa tanyakan hal-hal semacam ini. (Tentu dengan bahasa santai yang lebih nyaman untuk kita dan anak)

1. Apa yang membuatmu tersenyum/tertawa hari ini?

2. Hari ini di sekolah, apa yang paling kamu tunggu-tunggu?

3. Tadi Faiz (temen sebangkunya) bawa bekal apa ke sekolah?

4. Tadi ada nggak teman kamu yang lagi sedih?

5. Tadi pas istirahat kamu main apa?

6. Apa yang paling bikin kamu kesel/bete hari ini?

7. Ada pelajaran yang bikin ngantuk nggak tadi?

8. Hari ini ada yang dimarahin sama pak Irwan (nama gurunya)?

Usahakan pertanyaan yang kita ajukan bersifat terbuka, bukan yang bisa dijawab hanya dengan ‘ya’ atau ‘tidak’. Dan jangan sampai bernada menginvestigasi, seperti menanyakan hal yang sama setiap hari.

Seperti pertanyaan pertama, mereka akan berpikir dan melihat kembali waktu seharian di sekolah, dan memilih satu hal yang membuat mereka senang. Biasanya kita bisa menggali lebih dalam melalui pertanyaan ini. Ini juga pertanyaan favorit saya, atau pertanyaan no. 6 karena biasanya anak saya akan berpikir sebentar dan melontarkan jawaban mendetail. Dari pertanyaan ini saya seringkali menemukan apa yang menjadi harapan dan keinginan-keinginan mereka, sekecil apapun. Menyatakan perasaan mereka (senang, sedih) juga merupakan salah satu kunci komunikasi efektif dengan anak.

Selain pertanyaan-pertanyaan ‘agak serius’ seperti no.1 dan 6, ajukan juga pertanyaan ringan dan terkadang konyol seperti no. 3 dan 7. Pertanyaan seperti ini biasanya membuat mereka lebih semangat menceritakan hal-hal ringan lainnya.

Pertanyaan tentang orang lain, seperti no.4, membuat mereka lebih peka untuk memperhatikan sekitarnya. Anak saya cenderung cuek, dan kurang peduli dengan hal-hal sekitar. Pertanyaan ini akan membuatnya lebih mengamati teman-teman dan lingkungannya di waktu mendatang.

Masih banyak lagi pertanyaan yang bisa kita pikirkan, dan sesuaikan dengan karakter dan minat anak-anak kita. Saat anak-anak sudah sekolah, (terlebih full day school) waktu mereka sebagian besar dihabiskan di sekolah. Jangan sampai menjadi orangtua yang ‘clueless‘ tentang anak kita sendiri, right mommies?

 


Post Comment