Bebas Rewel Saat Anak Ikut ke kantor

Ditulis oleh: Nina Samidi

Mengajak anak ke kantor saat di rumah nggak ada yang menjaga, menjadi pilihan saya sebagai ibu bekerja. Nah, menjaga mood si kecil biar nggak rewel selama di kantor itu yang menjadi tantangan tersendiri.

Biasanya beberapa minggu sebelum dan sesudah Lebaran, banyak kantor yang ramai dengan suara celotehan anak-anak. Yup, mereka terpaksa ikut ibunya ke kantor karena si mbak lagi mudik. Tapi, sekarang, berhubung nyari ART sama susahnya seperti mencari jodoh, momen mengajak anak ke kantor nggak lagi tergantung sama musim ART mudik. ART sekarang hobi banget PHP-in para majikan. Belum lagi kalau minta pulang bisa mendadak, malam ini ngomong , besok udah siap angkut barang-barang. Iya kan mommies?

Jadi, kalau di kantor saya sendiri, kayaknya ada aja tuh emak-emak yang membawa anaknya ke kantor nggak peduli bulan apapun itu. Termasuk saya, hahaha. Anak nggak ada yang jaga, bisa diajak ke kantor. Satu masalah beres. Masalah berikutnya adalah, gimana mastiin anak kecil yang mood-nya bisa turun naik sesuka hati ini anteng (minimal nggak histeris nangis) sepanjang jam kantor?

Personal ASsistant
Jingga yang semangat ikut ibu ke kantor

Saat Jingga berusia 5 tahun, saya mulai menemukan trik ciamik untuk ‘memanfaatkan’ keberadaannya dan membuatnya anteng, yaitu dengan menjadikan Jingga sebagai Personal  Assistant saya :D.

Trik 1: Peralatan pribadi jangan sampai ketinggalan

Sebelum berangkat, saya sudah menyiapkan peralatan pribadi Jingga, seperti  tempat pensil, blank note untuk menulis maupun menggambar, dan tas berisi baju ganti, makanan kecil, dan susu atau minuman lain. Dengan membawa barang-barang pribadinya untuk “bekerja” bersama saya, dia merasa nyaman dan siap tempur.

Trik 2: Kenalkan ke rekan kerja

Saya selalu membiasakan Jingga untuk berkenalan dengan seluruh rekan kerja yang berada di satu ruang yang sama dengan saya. “Ini Jingga, anak pertama saya. Dia jadi asisten saya hari ini. Kalau ada perlu sama saya, ngomong sama dia dulu ya nanti,” ucap saya sambil bercanda. Setelah salaman dan berkenalan dengan semua orang, Jingga sepertinya banggaaaa banget. Manjanya jadi berkurang, hehehe.

Trik 3: Beri tugas

Sebelum saya menemukan trik yang ini, saya sadar kalau Jingga mulai rewel biasanya karena dia bosan menunggu ibunya selesai bekerja dan barang yang bisa dimainkan sudah habis. Nah, sekarang saya suka meminta bantuan Jingga  dengan memberinya tugas. Jangan salah, pun waktu itu usianya baru lima tahun tapi Jingga cukup canggih membantu ibunya.

Misalnya, saya meminta Jingga untuk bantu membereskan meja kerja dan membuang kertas-kertas yang sudah tidak digunakan lagi. Kalau mommies punya anak usia  4 – 7 tahun, si kecil sudah bisa diminta bantuan untuk merapikan kertas-kertas yang berserakan, mengatur peralatan tulis seperti pulpen, pensil, strapler, klip, dan sebagainya ke wadahnya.

Semakin besar, saya juga pernah meminta Jingga untuk mengantar berkas (yang sifatnya bukan rahasia) ke teman di kubikal dekat meja kerja saya. Kalau saya lagi nggak terlalu banyak kerjaan, saya suka bermain kuis sederhana seperti, “Di mana kubikal Tante Irma?” Jawabnya: dua kubikal ke kanan, lalu belok kiri tiga kubikal, kubikal Tante Irma ada di paling ujung sebelah kiri. Atau lebih sederhana, beri peta!

Saya masih punya dua trik andalan lagi di laman berikutnnya.