Ibuprofen Jangan Diberikan pada Penderita Cacar, Benarkah?

Benarkah sebaiknya menghindari pemberian ibuprofen saat si kecil terkena cacar air untuk menurunkan gejala demamnya?

IbuprofenJanganDiberikanpadaPenderitaCacarBenarkah

Beberapa waktu yang lalu saya sempat terhenyak, mendapati foto seorang anak di social media yang sekujur tubuhnya terdapat semacam luka bakar. Perlu Mommies ketahui, secara bersamaan si kecil juga sedang terkena cacar air. Nah, menurut pengakuan si ibu, luka cacar itu jadi lebih parah karena efek ibuprofen yang diberikan untuk menurunkan gejala demam yang menyertai. Sontak saja, foto tersebut mengundang beragam tanya untuk saya pribadi, dan ibu-ibu lainnya di lingkungan kantor saya.

dr. Sandra Darmawan Rompas, SpA dari Rumah Sakit Cinere mengungkapkan bahwa yang terjadi pada kasus tersebut ada kemungkinan alergi dan bila dialami seorang yang sensitif maka dapat memberikan kelainan yang disebut Steven Johnson Syndrome. Sindrom ini memperlihatkan kelainan kulit menyerupai lepuhan pada permukaan kulit.

Sebenarnya menurut dr. Sandra ibuprofen bisa dijadikan alternatif penurun panas untuk si kecil – dengan catatan selama tidak ada hipersensitifitas pada individu terhadap obat tersebut dan usia anak lebih dari 6 bulan. “Pemberian ibuprofen harus berhati-hati pada penderita tukak lambung, inflamasi saluran cerna, gangguan fungsi hati dan ginjal, memiliki riwayat alergi dengan obat anti-inflamasi non steroid (aspirin)” jelas dr. Sandra lebih lanjut. Mengenai efek samping ibuprofen, dr. Sandra mengingatkan ,bahwa jenis obat ini dapat menimbulkan efek mual dan nyeri perut – maka sebaiknya dikonsumsi setelah makan.

Pilihan lain obat penurun panas adalah parasetamol, obat ini adalah pilihan obat yang pertama untuk anak. Sementara itu, jika Mommies pernah mendengar jenis obat aspirin, jenis obat ini tidak lagi dipakai untuk menurunkan panas pada anak , “Utamanya pada kondisi anak sedang terinfeksi penyakit virus seperti cacar air atau influensa, karena efek samping obat ini yang dikenal sebagai Reye Syndrome.” Ungkap dr Sandra. Efek sindrom ini dapat mengancam jiwa karena menimbulkan gangguan fungsi hati yang berat.

Harap diingat ya, Mommies – apapun obat penurun panas yang Anda berikan kepada si kecil, pastikan saat suhu tubuh si kecil lebih dari 38° celsius. Dan sebaiknya konsultasikan dosis pemberian kepada dokter Anda. Untuk menghindari kekurangan atau kelebihan dosis yang harus disesuaikan dengan umur dan berat badan. Sehingga mengurangi risiko yang dapat membahayakan kesehatan si kecil.

Sebetulnya ada alternatif lain untuk menurunkan demam pada anak, di antaranya tirah baring atau lazim disebut dengan bed rest, mengonsumsi air putih yang banyak, mengompres dengan handuk hangat atau skin to skin seperti yang sering saya terapkan pada Jordy anak pertama saya – metode ini terbukti cukup efektif menurunkan demam.

Semoga informasi tadi berguna untuk Mommies ya, poinnya menurut saya segala pemberian obat harus didahului konsultasi dengan dokter, agar meminimalisir efek kesehatan yang kurang baik.