Survival Guide for Working Mother with Kids Under 5

Ditulis oleh: Nina Samidi

Survival guidefor working mother yang memiliki anak balita sudah pasti sangat dibutuhkan, karena biasanya sehari-hari rasanya seperti naik roller coaster! Bagaimana memperlambat laju roller coaster ini?

IMG_1873

Fia memang pernah menulis kalau nggak ada yang salah dengan menjadi ibu bekerja.  Dan, saya juga setuju dengan anggapan kalau ibu bekerja itu lebih gampang stress dibanding para ayah yang bekerja. Kenapa saya setuju? Karena IMHO, ibu itu lebih memikirkan segalanya dibanding ayah. No wonder, kadar stress-nya pun juga lebih besar.

Nggak mungkin rasanya kita menghindari stress hari gini. Jadi, satu-satunya cara yang bisa saya lakukan adalah mencari cara agar hidup saya bisa lebih mudah dengan status sebagai ibu bekerja sekaligus ibu dari dua orang anak (dan yang satu masih di bawah 5 tahun).  Ini 9 hal yang masih saya lakukan hingga saat ini.

  1. Disiplin

Kalau saya mulai kewalahan mengurus si krucil ditambah mengurus kllien yang bawel, saya biasanya mengecek ulang, jangan-jangan ini karena saya nggak cukup disiplin. Ini adalah faktor utama untuk membuat semua urusan berjalan lancar. Disiplinlah pada diri sendiri; tidak kebanyakan bergosip di kantor, membuang waktu dengan internet surfing, tidak terlalu banyak berleha-leha di rumah dengan alasan capek.

  1. No-more morning roller coaster

Pagi hari bagi semua ibu bekerja yang punya anak kecil hampir pasti sama: seperti roller coaster! Nah, agar pagi hari saya nggak terlalu penuh drama, biasanya saya akan menyiapkan seluruh keperluan pagi hari di malam sebelumnya, seperti sarapan untuk seluruh keluarga (iris semua sayuran, lauk, dan siapkan bumbu-bumbunya, masukkan ke kulkas) dan seragam si kecil yang sudah sekolah (baju, sepatu, tas).

IMG_1872

  1. Efektifkan waktu malam hari

Saat si kecil (dan suami, mungkin) sudah tidur, ini waktunya bergerilya. Ini adalah waktu bagi saya untuk bekerja di rumah tanpa gangguan siapapun. Ini adalah waktu favorit saya untuk membereskan rumah, kalau sedang tidak capek sekali. Saat tanpa gangguan sama sekali, rumah yang seperti kapal pecah saat pulang kantor, bisa beres dalam tigapuluh menit.

  1. Buatlah kalender keluarga

Saya memiliki kalender yang  ditulisi jadwal saya, suami dan anak-anak untuk saya tempel di ruang keluarga atau ruang makan. Dengan jadwal yang terpampang jelas, setiap orang aware pada jadwal semua anggota keluarga. Dengan begitu, anak saya yang pertama nggak akan merengek agar saya pulang cepat kalau memang dia sudah lihat jadwal saya hari itu pulang telat.

Lihat lima survival guides saya berikutnya


2 Comments - Write a Comment

Post Comment