Manfaat Mengajak Anak Menjadi Relawan

Kalau orangtua sudah aktif menjadi relawan, nggak ada salahnya melibatkan si kecil merasakan asiknya pengalaman menjadi relawan. Selain seru juga memiliki banyak manfaat.

Jujur saja, saya sendiri belum terlibat sebagai seorang relawan dalam kegiatan apapun itu. Melihat teman-teman saya yang asik menjadi pengajar untuk anak-anak pemulung atau melihat betapa senangnya kakak saya menjadi relawan untuk anjing terlantar, terbersit sih keinginan di dalam hati untuk mencoba. Masalahnya, saya merasa nggak ada waktu untuk melakukan itu semua. Senin – Jumat sudah bekerja, kemudian kalau menjadi relawan di weekend, apa kabarnya dengan waktu bersama anak-anak?

sp-l02-a_13.main story

*Gambar dari sini

Untungnya pada bulan Agustus lalu saya berkesempatan hadir ke acara yang diselenggarakan oleh Nutrifood dan salah satu topik bahasannya adalah tentang manfaat menjadi relawan, dengan pembicara psikolog, Ratih Ibrahim. Jadilah ini semacam kode keras untuk saya  menyimak pembicaraan dari Ratih Ibrahim, hehehe.

Mbak Ratih Ibrahim menyampaikan fakta bahwa kegiatan menjadi relawan memiliki hubungan dengan tingkat kesehatan seseorang. Dengan menjadi relawan, seseorang dapat merasa senang, memberi kepuasan pribadi, menenangkan pikiran yang berujung pada mental yang sehat dan kesehatan fisik yang lebih baik. Apakah manfaat hanya untuk orang dewasa? Ternyata tidak. Anak kecil pun bisa mendapatkan manfaat yang sama. Tak heran dengan beragam manfaat yang didapatkan, alangkah baiknya jika kebiasaan baik menjadi relawan ini diperkenalkan sedini mungkin kepada anak-anak.

Bagaimana cara yang paling mudah mengajak anak untuk menjadi relawan? Pertama, dimulai dari lingkungan rumah kita sendiri, kalau kata Ratih Ibrahim. Maksudnya? Ajak anak untuk berperan serta dalam membersihkan tempat tidur atau rumah tanpa si anak meminta imbalan, bisa menjadi langkah awal yang baik untuk mengajarkan si kecil mengenai konsep relawan. Melakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa imbalan. Berikutnya bisa dengan membiasakan anak untuk berbagi kepada teman-temannya yang kurang membutuhkan. Dan mulai terlibat di kegiatan relawan di luar rumah yang memang sesuai dengan usia anak. Misalnya bisa dengan mengajak anak menyumbangkan makanan untuk hewan-hewan terlantar yang ada di Pondok Pengayom Satwa. Jadi, sebenarnya saya nggak perlu takut kehilangan waktu bersama anak ya kalau menjadi relawan. Karena saya bisa mengajak mereka untuk terlibat di dalamnya.

Berfoto dengan Narasumber

Di kesempatan yang sama itu, Nutrifood juga menggelar penandatanganan program kerjasama Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Nutrifood Berbagi Inspirasi, Aksi Nyata Membangun Indonesia. Di situ Nutrifood menggandeng Pencerah Nusantara, Indonesia Mengajar dan Yayasan Nara Kreatif karena ketiganya dianggap memiliki program berbasis kerelawanan dalam menginspirasi peserta untuk terlibat sehingga dipercaya mampu membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Bentuk kerjasama Nutrifood dengan ketiganya berupa pemberian sejumlah danan beserta bentuk dukungan lainnya seperti pebmberian tools edukasi kesehatan hingga pembinaan kapasitas SDM.

Dari para pendiri dan volunteer ketiga yayasan itu saya mendengar banyak sekali manfaat yang mereka dapat dengan terlibat sebagai relawan. Hmm, kayaknya seru ‘menyelipkan’ kegiatan relawan dalam aktivitas bulanan saya. Dan saya yakin anak-anak pun akan bersemangat menolong sesama.

Yuk kita mulai menjadi relawan mom…. bisa dari rumah sendiri ataupun mencari wadah yang cocok di luar sana.


Post Comment