Bagaimana Memulai Saving untuk Investasi?

Sebagai manager operasional keluarga, kita tentu harus mampu mengurus diri dengan baik. Nggak cuma dilihat dari segi kecantikan saja, namun juga termasuk live well dan save well. Untuk itulah kita harus bisa berinvestasi.

kedai dbs2

Setuju, dong, ya, kalau saya bilang perempuan modern zaman sekarang ini punya banyak tuntutan. Mulai dari mengurus diri sendiri, bisa tampil kece dalam penampilan, belum lagi harus ngurus keluarga, dengan memastikan suami dan anak hidup sehat.  Tapi disaat yang sama, kita pun harus bisa mengejar karir, mengatur keuangan, dan segala macam pekerjaan lainnya. Untuk bisa melakukan dengan baik tentu kunci utamanya tentu saja investasi, bukan hanya keuangan tapi juga kesehatan.

Sadar kalau pekerjaan seorang ibu dan istri itu nggak mudah, pelan-pelan saya pun memulai pola makan sehat dengan cara sederhana. Biar gimana pun, saya ingin hidup sehat sampai tua. Agar bisa menemani dan mendampingi anak hingga dewasa. Lagi pula, ternyata tingkat ekspektasi hidup seorang perempuan lebih panjang ketimbang pria. Konon, umur hidup pria rata-rata 68 tahun, sementara perempuan 73 tahun. Jadi kalau dilihat dari perspektif ini tentu sangat penting untuk mengetahui investasi dalam berbagai macam sisi.

Fakta ini  didapatkan lewat survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang saya dengar dari pemaparan Widrawan Hindrawan, Head of Wealth Management PT Bank DBS Indonesia ketika mengikuti acara Kedai DBS “Let’s Spark Joy: Live Well, Save Well” bersama Mommies Daily beberapa waktu lalu. Waktu itu  Widrawan juga menyebutkan kalau berdasarkan survei OJK, ternyata 75% keuangan rumah tangga pada umumnya dikelola oleh perempuan.

kedai dbs1

Sayangnya, dari presentase tersebut hanya 51% perempuan yang merencanakan keuangan keluarga secara matang. Hal ini mungkin berhubungan dengan tingkat literasi keuangan perempuan Indonesia relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan pria. “Bedasarkan survei OJK tahun 2013, secara general tingkat literasi pengetahuan keuangan wanita lebih rendah dibandingkan pria, yaitu 17% sementara pria mencapai 25%,” ungkap Widrawan Hindrawan. Sebenarnya kondisi ini sangat disayangkan, ya? Mengingat peran kita sebagai manager operasional dalam keluarga, meningkatkan literasi pendidikan keuangan tentu sangat diperlukan.

Untuk itulah penting bagi kita untuk bisa mengetahui ragam investasi. Kalau dilihat dari perspektif finansial, Widrawan Hindrawan mengatakan kalau kita harus membagi kebutuhan hidup menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Kebutuhan primer ini termasuk kebutuhan sehari-hari semacam uang belanja, biaya pendidikan, atau segala sesuatu yang bersifat kebutuhan pokok. Sementara, kebutuhan sekunder yang bersifat tidak urgent seperti jalan-jalan, atau mempersiapkan dana pensiun.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, tentu saja kita perlu melakukan investasi. Produk investasi sendiri sebenarnya sangat banyak, yang paling mudah adalah deposito. Namun untuk deposito sebenarnya bunga yang kita dapat nggak bisa mengalahkan inflasi. Selain deposito ada produk reksadana, ataupun produk investasi yang bersifat asuransi. Intinya, sih, produk investasi ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan finansial kita di masa depan.

Pertanyaannya, bagaimana kita memulai saving untuk investasi? “Hanya ada dua cara ketika kita ingin saving, yakni dengan naikin pendapatan atau turunkan pengeluaran. Mana yang lebih gampang? Jawaban yang paling mudah tentu saja menurunkan pengeluaran, tapi dalam mengaplikasikannya susah sekali. Tendensinya orang ingin mencari pendapatan yang lebih. Idealnya, pendapatan bertambah, kita pun bisa menahan pengeluaran. mengalokasikannya secara benar, sehingga saving cost-nya akan lebih baik, “ papar Widrawan lagi.

kedai dbs3

Wah, ngomongin soal investasi, PR saya memang masih sangat banyak. Tapi paling nggak, saya dan suami sudah aware dengan hal ini. Meskipun jumlahnya belum terlalu banyak, saya sudah mulai ikutan reksadana dan investasi dalam bentuk logam mulia. Investasi yang perlu disiapkan juga termasuk investasi kesehatan, lho. Biar bagaimana pun, kalau kita memiliki badan yang sehat, tendesi kita untuk melakukan sesuatu tentu akan lebih baik dan maksimal.

 

 

 


One Comment - Write a Comment

Post Comment