10 Ways To Be a Fun Mom

Mari menjadi orangtua yang menyenangkan, supaya bisa lebih dekat dengan si kecil dan awet muda!

10WaysToBeaFunMoms

“Nyokap lo asyik banget, sih, Tha! Bisa ngobrol berjam-jam gitu sama lo ditelepon, tanpa canggung lo bisa cerita apapun”

Penggalan komentar dari teman saya di atas masih terngiang-ngiang sampai sekarang – awalnya saya sempat kebingungan, karena menurut saya hal itu memang lumrah dalam hubungan saya dengan Mama. Terlebih ketika saya memutuskan kuliah di luar kota, kami membutuhkan momen-momen seperti ini untuk melepas kangen.

Waktu berlalu begitu cepat, sekarang saya pun sudah menyandang predikat orangtua. Sekaligus tersadar, kalau cara Mama dulu itu adalah trik khususnya supaya saya nggak punya jarak sama beliau. Efeknya, kebiasaan mencurahkan isi hati itu terbawa hingga sekarang.

Saat mengenang momen di mana Mama menelepon saya atau sebaliknya untuk cerita apapun, saya jadi bertanya kepada diri sendiri – apakah saya bisa jadi orangtua yang menyenangkan seperti beliau? Selain itu, juga berdoa bisa menjadi ibu yang sabar, hahahhaa. Tapi yang pasti menjadi orangtua yang asyik memang dibutuhkan oleh anaknya. Kalau kata psikolog anak dan keluarga Maharani Ardi Putri Msi. Psi “Jadi orangtua yang menyenangkan pasti dibutuhkan semua anak. Hanya saja kita nggak bisa memaksa semua orangtua menjadi demikian. Tapi orangtua bisa belajar fun sesuai dengan karakterisitik kepribadiannya. Karena kalau dipaksakan akan juga akan aneh” jelas Putri.

Untuk membantu Mommies mendapatkan referensi, seperti apa sih menjadi orangtua yang menyenangkan itu – ada 10 cara menjadi ibu yang asyik, yang saya himpun dari para Mommies yang lain. Para Ayah juga dipersilakan untuk mencontek cara-cara ini ya…hihihihii

  1. Untuk anak Anda yang sudah beranjak dewasa, sesekali ikutan “nongkrong” sama mereka di restoran atau cafe favoritnya nggak apa-apa loh, Mommies.
  2. Kalau punya anak perempuan “nyalon bareng” adalah ide yang wajib dilakukan, nih, Mommies. Creambath, potong rambut model terkini atau waxing? :D
  3. Dance with your children! Pasang musik favorit anak Anda, dan lakukan gerakan sesuak hati – jangan gengsi di depan anak, deh, Mommies. Let’s fun together!
  4. Berusaha mencari hobi yang bisa dinikmati bareng, supaya ada rutinitas yang memungkinkan untuk dilakukan secara periodik. Let say…menonton acara TV atau Youtube channel masak-memasak, atau merakit lego? Bebas, yang penting positif, dan dua-duanya senang.
  5. Membiarkan si kecil eksplorasi dengan finger food-nya, nggak masalah mau “belepotan” sampai ke muka-muka – yang penting dia menikmati makanannya.
  6. Mengizinkan si kecil main hujan, dengan catatan sedang tidak banyak petir ya, Mommies.
  7. Memberikan anak-anak waktu santai di akhir pekan atau hari libur lain, dengan melanggar aturan jam mandi.
  8. Boleh makan mie instan dua minggu sekali, dan junk food sebulan sekali.
  9. Memberikan si kecil kebebasan memilih tempat makan, sekaligusnya menentukan menu yang akan disantap oleh keluarga.
  10. Mengizinkan anak makan di ruangan mana saja di hari-hari tertentu.

Dan sebetulnya masih banyaaakk lagi, cara untuk menjadi ibu yang “fun”, kalau saya suka main gelitikan dengan Jordy  anak pertama saya. Kalau dia sudah besar nanti, saya kepikiran mau nonton bareng midnight! Selain itu, bisa juga si kecil diperbolehkan bermain gadget pada akhir pekan – nah, kita sebagai orangtua harus mau belajar “ngoprek” gadget – karena ini merupakan salah satu ciri-ciri orangtua masa kini , intinya jangan gaptek deh jadi orangtua. Jangan kalah sama si kecil yang sudah pandai membuka channel Youtube (ada sudah mengalami ini?). Ide lainnya, Mommies bisa membiarkan si kecil mandi dengan cara yang tidak biasa, misalnya menyemprotnya dengan selang di halaman rumah atau membiarkannya berendam bermain air dalam wadah yang tak biasa.

Saya yakin, masih banyak cara untuk membangun citra menjadi ibu dan orangtua yang menyenangkan, kami tunggu cerita dari Mommies, ya :)


Post Comment