Anak Melihat Pemotongan Hewan Qurban, Boleh atau Tidak?

Biasanya saat Idul Adha ada proses pemotongan hewan qurban dan ada orangtua yang mengajak anaknya menyaksikan proses pemotongannya. Sebenarnya, boleh nggak sih si kecil melihat ini?

Jantan-1-800x500

*Gambar dari sini

Jadi, setiap kali Idul Adha datang, lahan kosong di depan rumah saya itu selalu digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang akan dikurbankan dan proses pemotongan akan dilakukan di samping masjid yang juga tidak jauh letaknya dari rumah saya. Menjelang momen-momen pemotongan, yang udah-udah, saya selalu menggunakan headset agar suara hewan ketika disembelih tidak terdengar telinga saya (iya saya setakut  itu memang, hehehe).

Jujur saja, saya melarang anak-anak saya untuk ikut melihat ketika proses penyembelihan terjadi. Alasan saya adalah, yang pertama, buat saya pribadi yang sudah dewasa saja, saya nggak sanggup melihat proses penyembelihan dengan darah di mana-mana. Nah, saya takut kalau anak-anak melihat ini akan menimbulkan trauma juga ke mereka. Mungkin ke depannya mereka menjadi takut ketika melihat darah. Yang kedua, dan ini ketakutan saya yang lebih besar, kalau ke depannya anak-anak malah jadi suka menyakiti hewan.

Tapi, semakin anak-anak besar, terutama si kakak, saya nggak bisa menghindari ketika dia mulai mau ikut melihat karena teman-teman sepantarannya juga melihat. “Kok, mas Hilal boleh nonton aku nggak boleh?” Nggak mungkin juga saya bilang “Because I said so…”. Lah, yang ada dia malah mutung. Pertolongan pertama saya adalah menghubungi mbak Vera Itabiliana, Psi dan bertanya, “Jadi, boleh nggak sih mbak, gue ngasih izin anak gue lihat proses penyembelihan hewan qurban?”

Kalau menurut mbak Vera, sebaiknya memang anak usia di bawah 7 tahun tidak disarankan untuk diajak melihat proses penyembelihan hewan qurban. Kenapa? Selain bisa menimbulkan trauma dan membuat anak merasa takut atau tidak nyaman, anak di bawah usia 7 tahun juga belum bisa membedakan mana fantasi dan mana yang realita. Dia belum bisa membedakan bahwa proses pemotongan hewan ini hanya boleh dilakukan misalnya ketika Idul Adha.

“Kalau ternyata anaknya pas diajak melihat tidak merasa takut atau trauma?,” tanya saya lagi. Mbak Vera bilang, ya semua kembali kepada kebijakan orangtua masing-masing. Tapi sebelum mengajak anak untuk melihat, yang paling penting dilakukan itu adalah menjelaskan makna kurban itu sendiri untuk apa dari segi agama. Dan selalu ingatkan anak, bahwa penyembelihan ini ada alasannya, bukan semata sekadar menyembelih. Jadi ke depannya, dia tahu bahwa penyembelihan tidak bermaksud untuk menyakiti hewan. Nah, penjelasan-penjelasan seperti ini biasanya baru bisa dicerna dengan baik ketika anak memasuki usia 7 tahun. Toh, informasi dan pembelajaran tentang Idul Adha serta makna kurban tetap bisa diberikan tanpa harus mengajak anak melihat prosesinya.

Nah, memang semua urusan ini kembali ke tangan orangtua masing-masing sih, moms. Tapi kalau saya, sebisa mungkin menunda anak-anak melihat langsunglah proses itu, hehehe.

 

 

 


Post Comment