Sulit Hamil? Jangan-jangan Alergi Sperma

Ada yang pernah mendengar tentang alergi sperma? Meskipun kondisi ini jarang terjadi, tapi memang ada yang mengalami, lho. Salah satu akibat yang ditimbulkan adalah, kesempatan untuk hamil pun menjadi lebih sulit.

Beberapa waktu lalu saya sempat ngumpul dengan teman-teman lama. Obrolan yang semula ngalor ngidul pun akhirnya sampai pada topik kehamilan. Saya curhat kalau sedang berusaha untuk hamil (lagi), teman yang lain bercerita kalau kehamilan anak ke-dua dirasakan lebih sulit. “Ya, mungkin karena faktor U juga kali, ya. Badan udah renta, jadi bawaannya capek terus,” ujarnya. Sementara teman saya yang satu lagi cerita kalau ada kerabatnya yang susah sekali untuk hamil lantaran alergi sperma sang suami.

alergi sperma

Sebelum mendengar cerita dari kawan saya ini, saya memang sudah pernah mendengar soal alergi sperma. Tapi pengetahuan saya, ya, cuma sebatas alergi sperma bisa menyebabkan gatal. Kenyataannya, alergi sperma bisa menyulitkan bagi pasangan yang ingin punya momongan. Terus, gmana dong? Sayangnya, informasi yang diketahui teman-teman saya mengenai alergi sperma juga belum banyak. Untuk itu saya pun mencoba menggalinya dari dr. Yusfa Rasyid, SpOG.

Dr. Yusfa Rasyid, SpOG menjelaskan bahwa alegi sperma bisa terjadi karena sperma dianggap benda asing oleh tubuh istrinya. Dengan begitu, sperma akan ‘diserang’ oleh kekebalan tubuhnya. Hal ini terjadi apabila tubuh kita membentuk antibodi terhadap sperma suami. Dengan begitu, tubuh akan membentuk respon kekebalan terhadap benda asing (antigen) yang masuk ke dalamnya. Jika terjadi kontak antara sperma dan sistem imun, maka tubuh istri akan membuat antibodi. Tapi memang nggak semua antibodi perempuan akan memicu aktifnya sistem imun.

Yang bikin prihatin, kondisi ini ternyata memengaruhi masalah kesuburan. Di mana reaksi internal terhadap sel sperma bisa menyebabkan perempuan sulit hamil. Sebabnya, sistem imun dalam tubuh perempuan akan melawan protein sperma sang suami. Ibaratnya sperma suami akan dianggap seperti bakteri.  Pergerakan sperma akan terhambat karena adanya antibodi ini. “Jadi, pergerakan sel sperma akan lebih dulu berenang ke saluran indung telur. Sementara, saluran ini merupakaasyinn tempat sperma membuahi sel telur. Nggak aneh juga, kalau salah satu dampak alergi sperma ini mengakibatkan sulitnya terjadi kehamilan.

Oh, ya, selain alergi sperma ternyata ada juga yang mengalami alergi dengan cairan mani (semen) sang suami. Reaksi alergi ini jutsru akan lebih cepat dirasakan karena akan menimbulkan gatal. Bahkan, ada juga yang sampai merasakan panas dalam organ intimnya. Untuk memastikan apakah kondisi gatal ini merupakan reaksi alergi cairan mani, tentu saja diperlukan konsultasi yang lebih mendalam. Biar bagaimana pun, jika kita memang lalai untuk menjaga kebersihan organ intim tentu saja bisa merasakan gatal akibat infeksi jamur.

Untuk mencegah terjadinya gatal, memang bisa menggunakan kondom. Salah satu langkah yang tepat untuk menghindari terjadinya kontak langsung cairan sperma atau semen dengan dinding vagina. Tapi, hal ini tentu saja akan mempersulit terjadinya kehamilan. Waktu itu, dokter yang praktik di RS. YPK dan Medistra ini menjelaskan kalau ada terapi yang bisa dijalankan, yaitu terapi steroid, di mana sistem ketahan tubuh ini akan ditekan dengan pemberian obat-obatan. Termasuk menekan reaksi antibodi dengan obat-obatan berupa suntikan atau pun tablet.

Salah satu solusi yang bisa ditempuh bagi pasangan yang istrinya mengalami alergi sperma atau pun semen bisa melakukan inseminasi. Sebuah teknik dalam dunia medis untuk membantu proses reproduksi dengan cara memasukkan sperma yang telah disiapkan ke dalam rahim menggunakan kateter. Hal ini bertujuan membantu sperma menuju telur yang telah matang (ovulasi) sehingga terjadi pembuahan.

Berbeda dengan proses bayi tabung, proses inseminasi itu merupakan pembuahan alami. Sang suami perlu melakukan masturbasi lebih dulu sehingga sperma bisa diambil untuk dianalisis, dibersihkan (preparasi). Setelah itu sperma kemudian akan dimasukan ke rahim istri dan sperma berjalan sendiri menuju indung telur sehingga pembuahan terjadi alami. Cara lain yang bisa dilakukan dipilih adalah lewat bayi tabung (IVF). Saat ini, pilihan untuk melakukan bayi tabung memang sudah sangat banyak, bahkan ada beberapa Rumah Sakit yang menawarkan harga spesial.

Meskipun alergi air mani bisa dibilang langka, namun,  Dosen ilmu reproduksi di Manchester Metropolitan University Michael Carroll mengungkapkan, berdasarkan penelitiannya, ada sekitar 12 persen wanita yang mengalami alergi tersebut. Menurutnya, kasus alergi air sperma ini banyak tidak diketahui dan terdiagnosis saat diperiksa oleh dokter, lantaran banyak pasien yang enggan mengungkapkan hal sebenarnya. Hal ini tentu saja bisa mengakibatkan diagnosa yang salah, apalagi katanya, gejalanya mirip dengan penyakit kulit dermatitis atau beberapa penyakit menular seksual.