Ayah, yuk Ikut Sekolah

Ditulis oleh: Nayu Novita

Sesekali, mama boleh lho melipir dan membiarkan ayah terlibat dan berperan dalam pendidikan si kecil.  Ini 5 aktivitas yang bisa ayah lakukan.

Belakangan ini saya sering menyimak wawancara pakar di televisi ataupun forward-an materi seminar parenting di medsos yang intinya mengajak para ayah untuk “kembali ke rumah”, karena bagaimanapun, kehadiran ayah berperan penting terhadap tumbuh kembang si kecil. Maksudnya tentu bukan untuk mengajak para ayah untuk cepat-cepat pulang dari kantor (yaaa.. nggak nolak juga sih, kalau memang bisa pulang lebih cepat #kode), tetapi untuk mengajak para ayah untuk lebih terlibat dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak-anaknya.

Di rumah kami, syukurnya, suami tercinta terbilang sering menghabiskan waktu bersama anak-anak. Sebisa mungkin ketika anak-anak sedang bersama ayahnya, saya minta suami untuk meninggalkan gadget dan melakukan aktivitas menyenangkan tanpa gadget. Hal lain yang saya minta juga adalah untuk terlibat dalam urusan pendidikan anak-anak. Bukan yang muluk atau rumit, kegiatan sederhana namun ketika dilakukan bersama ayah membuat anak-anak saya surprise dengan pola pikir sang ayah yang mungkin berbeda dengan mamanya.

menemani belajar (2)

Antar jemput sekolah

Kalau lagi cuti atau ingin berangkat siang, suami sering saya minta gantian mengantar atau menjemput anak-anak di sekolah. Meski lama perjalanan terbilang singkat, tetapi ia bisa mendapatkan cukup waktu untuk ngobrol seputar kegiatan anak-anak di sekolah. Biasanya sih, cerita dari anak-anak akan mengalir lebih deras pada saat perjalanan pulang sekolah—berhubung masih fresh dalam ingatan.

Bikin tugas bareng ayah

Membiarkan anak-anak membuat tugas dan PR-nya sendiri memang bisa mendidik mereka untuk hidup mandiri. Tapi tetap ada kok saat-saat ketika si kecil membutuhkan kehadiran kita kala membuat—untuk bertukar pikiran, misalnya, atau untuk membantu mengoreksi hasil kerjanya. Dengan mendampingi si kakak bikin PR, saya dan ayahnya juga bisa tahu lebih banyak tentang masalah—jika ada, yang dihadapinya di sekolah sehingga bisa membantunya menemukan solusi.

Bikin bekal untuk anak

Jika selama ini mommies atau mbak yang bikin bekal, coba deh sesekali papa luangkan waktu untuk menyiapkan bekal makan siang buat si kecil. Seminggu atau sebulan sekali juga sudah cukup keren, biar dia tahu bahwa papa juga tak kalah jago dari mama untuk urusan membuat perutnya kenyang. Berhubung nggak banyak di antara kita yang kemampuan masaknya setara dengan chef Bara, yaa pilih saja menu gampang seperti sandwich isi tuna mayones (yang olesannya bisa dibeli di supermarket), bola-bola cokelat bertabur sereal dan sebagainya.

Hadir di pertunjukan sekolah

Berdasarkan pengalaman selama ini, penonton pertunjukan sekolah anak-anak memang selalu didominasi oleh para mama, meski selalu ada saja wajah beberapa papa yang nyempil di antara hadirin. Padahal, seru juga lho seandainya mama dan papa sama-sama ikut menghadiri pertunjukan sekolah si kecil. Jadi, papa tidak cuma bisa menonton rekaman pertunjukan via share di medsos atau WA seperti sebelum-sebelumnya. Biar suami nggak risih lantaran jadi satu-satunya penonton ganteng di tengah lautan penonton cantik, saya biasa janjian dengan teman untuk membawa pasangan masing-masing, sehingga para pria bisa mingle tanpa harus mendengarkan obrolan tentang make-up dan kelompok arisan.

11998937_1052183358145734_347795581274498647_n

*Gambar dari Rumah Kepik

Ikut dalam career day

Ada sekolah-sekolah yang memiliki career day dan meminta orangtua murid untuk berbagi pengalaman tentang pekerjaan yang dimiliki. Nah, nggak ada salahnya kalau di career day ini, Anda mengajak suami untuk ikut serta dan share pengalaman serta seluk beluk mengenai pekerjaannya. Kebayang nggak, betapa bangganya si kecil saat melihat ayahnya berdiri di depan ruangan.

Nah para ayah, lihat kan, terlibat dalam urusan pendidikan anak nggak sesusah rumus kimia atau fisika, kan?

 

 

 

 


Post Comment