Berbagi Setitik Darah, Berbagi Kebahagiaan

“Let’s share love by sharing our blood. Happiness is only meaningful when it shared”.

d*foto dari sini

“Semua orang pasti rindu untuk melakukan sesuatu yang baik yang bisa menolong orang lain. Tapi banyak orang yang nggak tahu bagaimana caranya dan merasa nggak punya cukup uang untuk membantu. Tapi kalau darah, semua orang punya dan itu semua dikasih gratis sama Tuhan, nggak pakai bayar. Masa darah yang sudah dikasih ke kita secara gratis, tapi kita nggak mau kasih ke orang lain sih?.”

Kalimat yang dilontaran Just Silly ini begitu melekat di benak saya. Meskipun sesi ngobrol panjang lebar dengan perempuan  bernama lengkap Valencia Mieke Rhanda ini terjadi beberapa waktu lalu, tapi apa yang dikatakannya selalu nancep di otak.

Sosok ibu dari Aurelia, Andre dan Hirosi  ini memang sangat menginspirasi. Selain fokus membesarkan ketiga buah hatinya,  ia juga menyerahkan hidupnya untuk melakukan beragam aktivitas sosial, yang ia mulai dengan mendiri kan Blood for Life. Sebuah gerakan yang bertujuan menjadikan donor darah sebuah lifestyle.

Ngomongin soal donor darah, saya sendiri pernah melakukannya. Seingat saya, pertama kali mendonorkan darah ketika masih duduk di bangku SMA. Meskipun awalnya merasa deg degan, takut merasa lemas dan pusing lantaran mendonorkan darah, alih-alih saya justru merasa sangat fresh. Sejak itu saya pun berniat untuk rutin mendonorkan darah.

Memang, sih, niat saya ini masih belum terwujud. Sampai sekarang kegiatan ini belum rutin dilakukan. Yaa… masih bisa dihitung dengan jari. Sementara, menurut PMI, kegiatan donor darah ini  sebaiknya dilakukan secara teratur, yaitu setiap tiga bulan sekali.  Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu tiga bulan merupakan waktu yang cukup untuk seorang pendonor menumbuhkan darah baru.

Dalam situsnya, Blood For Life menuliskan kalau ada beberapa syarat-syarat teknis menjadi donor darah:

  • Umur 17-60 tahun( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orang tua)
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur tubuh: 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  • Tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg
  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/ menit
  • Hemoglobin baik pria maupun perempuan minimal 12,5 gram
  • Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

Sebenarnya kegiatan mendonorkan darah ini memang sama sekali nggak ada ruginya, ya. Selain dapat pahala karena bisa membantu orang banyak. Ketika kita bisa melihat orang yang sakit akhirnya dapat tertolong  karena kita mau mendonorkan darah, pasti rasa bahagianya nggak bisa terukirkan lagi. Lagi pula dengan mendonorkan darah, kita pun akan mendapatkan beragam manfaat.

  1. Bagian dari pemeriksan kesehatan

Sebelum mendonorkan darah, tentu kita akan melewati prosedur pemeriksaan darah lebih dulu. Di sana kondisi kesehatan kita akan diperiksa lebh lanjut, kita akan diperdiperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Langkah ini pun bisa kita gunakan sebagai  rambu peringatan yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan sendiri.

  1. Membakar kalori

Percaya nggak, kalau nendonorkan darah secara teratur bisa membantu membakar kalori dalam tubuh. Soalnya, ketika darah yang Anda donorkan sebanyak 450 ml, secara otomatis kita pun akan kehilangan sekitar 650 kalori. Menurut informasi yang saya dapatkan dari beberapa artikel kesehatan, disebutkan manfaat ini diperkirakan karena adanya penurunan kadar besi yang berfungsi untuk mempengaruhi seberapa kental tekstur darah. Ketika kita mendonorkan darah, kadar zat besi di dalam tubuh akan berkurang sehingga darah jadi lebih kental.

  1. Mengurangi risiko berbagai penyakit

Beberapa studi menemukan bahwa mendonorkan darah dapat mengurangi risiko serangan jantung dan kanker. Ketika kita mendonorkan darah secara teratur mampu membuat jantung  menjadi sehat. Dengan begitu, akan meningkatkan zat besi dalam darah dan juga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung. Selain itu, mendonorkan darah juga dipercaya bisa menurunkan risiko terjadinya kanker.

  1. ‘Obat’ awet muda

Ada pendapat yang mengatakan kalau dengan rutin mendonorkan darah bisa membantu melepaskan stress.  Hal ini nggak terlepas dari perasaan bahagia dan damai yang kita rasakan karena sudah  bisa membantu sesama. Asiknya lagi, donor darah secara teratur akan membantu kulit beregenerasi secara sempurna. Keriput pun tidak mudah timbul karena kulit yang selalu mengencang.

  1. Meningkatkan produksi darah

Pertama kali mendonorkan darah, saya sempat parno kalau sel darah merah saya akan berkurang dan sulit untuk kembali dalam jumlah yang normal. Kenyataannya, kita nggak perlu terlalu panik dengan berkurangnya sel darah merah, soalnya sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah kita. Dengan begitu kita seperti punya pasokan darah darah baru kalau mendonorkan darah. Proses mendonorkan darah ini, akan membantu tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien.

Umh, ada lagi yang mau menambahkan manfaat mendonorkan darah? Ya, walaupun saya belum rutin mendonorkan darah, tapi saya sendiri berharap mudah-mudahan saja mendonorkan darah bisa saya jadikan gaya hidup masyarakat Indonesia. Seperti yang Mbak Just Silly bilang dalam blog-nya, “Let’s share love by sharing our blood. Happiness is only meaningful when it shared”.

 

 


Post Comment