4 Kiat Memotivasi Semangat Belajar Anak

Kegiatan belajar di era yang serba canggih sekarang ini bukan perkara mudah bagi si kecil, apalagi dengan sistem pendidikan yang kerap mengalami perubahan atau pembaharuan. Kini permasalahan bergeser lagi – bagaimana ya memotivasi si kecil supaya tangguh menjalani aktivitasnya belajar di manapun itu?

child prepare to go to school

Gambar dari sini

Bagi Mommies yang anaknya sudah sekolah pernah tidak mengalami masa-masa si kecil enggan berangkat ke sekolah atau kurang semangat ketika mengerjakan pekerjaan rumah dari gurunya? Kalau sudah begini rasanya gemas ya, Mommies – atau malah Anda sudah sempat merasa terintimidasi dengan sistem belajar masa kini? (ups! :D) . Sementara itu, walaupun anak pertama saya, Jordy belum sekolah, tapi saya sudah mencicil informasi hal apapaun mengeani sekolah, misalnya menghitung biaya sekolah anak dan referensi seberapa penting sih sekolah untuk balita itu?.

Di sisi lain kehadiran ponakan saya di rumah cukup memberikan gambaran betapa ketika anak memasuki masa sekolah dan harus beradaptasi dengan sistem belajar yang ada bukanlah urusan yang mudah. Terutama perkara memotivasi semangat belajar anak.

Bersama dengan psikolog anak Maharani Ardi Putri Msi, Psi, saya mencoba mencari tahu apa saja yang harus diperhatikan saat memotivasi si kecil. Yuk, kita mulai bahas.

  • Pertama pahami dulu kelebihan dan kekurangan anak, sehingga Anda tidak salah ekspektasi. Misalnya dia mungkin lebih memilih untuk berprestasi di bidang olahraga daripada di science. Hal ini pada dasarnya tidak jadi masalah. Ada yang namanya multiple intelligence dimana kecerdasan anak tidak selalu dihitung dari berhasil atau tidak dibidang eksak, tetapi bisa di kecerdasan bahasa, musik dan lain-lain.
  • Diskusikan pada anak mengenai kegiatan tambahan apa saja yang mau diambil untuk menunjang pelajaran beserta waktunya. Sehingga anak juga memiliki komitmen pada kegiatan tersebut. Misalnya anak masih bingung, boleh saja kita yang menentukan tetapi beri pemahaman kepada anak mengenai kegunaan dari kegiatan tersebut.
  • Usahakan tetap konsisten terhadap kegiatan yg sudah disepakati, misalnya les berenang usahakan sampai dengan 1 semester. Kalau baru mencoba anak tidak suka kemudian langsung berganti-ganti pada kegiatan kursus lainnya (menari, musik, dan lain-lain) artinya kita membiasakan anak untuk tidak fokus dan tidak menyelesaikan tugasnya sampai tuntas. Apabila di awal anak tidak suka coba bicara pada anak untuk bersabar dan mencoba sedikit lebih lama (ada beberapa anak yang tidak suka ikut karena malu kalau terlihat tidak bisa atau takut salah dan faktor lainnya)
  • Jangan selalu menyuap anak dengan hadiah, nanti anak terbiasa untuk berprestasi hanya kalau ada imbalannya (motivasi eksternal). Sekali-sekali memberi hadiah tidak masalah, asal jangan dijadikan kebiasaan.

Atau mommies punya kiat lainnya? Boleh loh, bagi ke kami :)


2 Comments - Write a Comment

  1. Kalau gw selalu bilang Tha, mereka malas belajar, mereka akan ketinggalan dari teman-temannya. Mereka yang rugi. Kalau nilai di bawah standar kenaikan, mereka yang akan ngulang, mereka lagi yang rugi. Gw sebagai orangtua, kalo misalnya (knock on wood) mereka tinggal kelas, paling hanya rugi di biaya, tapi mereka yang akan rugi waktu dan belum lagi malu sama teman-teman.

    So far sih dengan gw bilangin begitu, mereka cukup sadar diri untuk belajar kalo mau ulangan ….. ahahahha.

  2. Waaah good idea Mbak Fia, iya bener….dengan kasih bayangan seperti itu mrk jadi punya gambaran. Kalau malas belajar kemungkinan terburuknya nggak kelas (amiitt…amiitt). Thank you Mbak tambahannya, akan aku inget2 kelal kalau Jordy udah sekolah,hehehee

Post Comment