5 Hal yang Harus Dipatuhi Saat Diet Mayo

Ada yang pernah mencoba diet mayo? Siapa yang gagal dan siapa juga di antara Mommies yang berhasil melakukannya?

Sebenarnya hype soal diet mayo ini sudah cukup lama, ya. Bahkan di kantor Female Daily Network pun banyak yang penasaran dengan diet yang digagas oleh Mayo Clinic Amerika. Ada yang berhasil, tapi ada juga yang tidak.  Sementara saya, nggak ikut mencobanya.

Bukannya nggak tertarik, mengingat konsep diet mayo ini bisa menurunkan berat badan hingga 6 kg dalam kurun waktu 13 hari, siapa, sih, nggak yang mau? Apalagi kalau ingat berat badan saya ini jauh dari kata ideal. Bobot tubuh ini nggak juga berkurang setelah melahirkan. Hiiiks….

Tapi kalau ingat dengan melakukan diet mayo berarti saya harus siap nggak ketemu makanan yang kaya rasa, semacam nasi padang ataupun sop kaki kambing tiga saudara, rasanya kok, rada tersiksa, ya? Lagipula saya ini juga termasuk pecinta garam. Sementara untuk diet mayo ini pantangan yang harus dijalani adalah nggak boleh ada asupan garam sama sekali yang masuk ke dalam tubuh. Jadi kalau makananan hambar, ya, mana bisa nikmatin?

Kalau pun diet mayo yang berlangsung selama 13 hari bisa menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat hal ini dikarenakan  maka garam dan air di tubuh kita mengalami proses pengeluaran dari urin dan feses. Ketika hal ini terjadi dan tubuh kita tidak mendapatkan asupan garam dan makanan yg bisa meningkatkan volume air dalam tubuh, maka berat badan tubuh pun bisa  berkurang.

IMG_0045-600x472

Diet mayo ini bisa dibilang memang menuai pro dan kontra. Biar gimana kan, menurunkan bobot yang cukup drastis dalam waktu yang relatifsebentar belum tentu sehat bagi tubuh. Seperti yang sudah pernah Thatha tulis dalam artikel ini, Prof. DR. Hardinsyah, MS, seorang ahli gizi Ibu dan Anak dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan kalau sebenarnya dalam kurun waktu dua minggu penurunan BB maksimal hanya 5%.

Dalam artikel tersebut juga disebutkan kalau Prof. Hardin belum bisa mengklaim bahwa diet mayo aman atau tidak untuk metabolisme tubuh manusia. Menurutnya penelitian tentang diet mayo masih sangat terbatas, artinya belum ada perorangan, lembaga atau perkumpulan yang sifatnya independen yang melakukan evidence clinical.

Oleh karena itu, sebelum melakukan diet mayo ada baiknya kita banyak riset dan konsultasi dengan ahli gizi lebih dulu. Jangan sampai tergiur melakukan diet mayo karena dianggap sebagai jalan pintas untuk kurus. Segala risikonya perlu dipelajari lebih dahulu. Termasuk memahami kondisi badan sendiri.  Soalnya, setelah mendengar ataupun membaca pengalaman orang yang melakukan diet mayo memang hasilnya nggak akan sama rata. Semua tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Mengingat saya sedang usaha untuk hamil (lagi), salah satu langkah yang perlu saya lakukan adalah menurunkan berat badan lebih dahulu. Biar gimana kan, saat hamil kondisi tubuh kita dituntut untuk lebih sehat. Sebelum memulainya, saya pun harus menyiapkan segala lebih dahalu. Termasuk harus siap mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang lebih baik.

Waktu yang tepat

Setelah riset mengenai diet mayo, mengetahui risiko yang bisa dihadapi serta mengetahui kondisi tubuh, langkah pertama yang wajib saya lakukan adalah menuntukan kapan memulai diet mayo ini. Mengingat kerjaan saya banyak wara wiri ke lapangan, seperti menghadiri acara jumpa pers di suatu tempat, rasanya agak ‘tersiksa’ kalau saya harus nggak makan hidangan yang disuguhkan. Maklum, deh, saya ini memang paling nggak tahan kalau melihat sajian yang menggugah selera.  Sebenarnya bisa saja, sih, kalau mau bawa menu makanan sendiri. Tapi, kok, PR banget, ya? Jadi, setelah membulatkan niat, saya pun harus bisa mengatur waktu yang tepat. Ketika sedang melakukan diet mayo, mungkin ada baiknya saya memang harus berada di kantor saya.  Atau mungkin saat liburan panjang di rumah.

Siapkan Menu

Setelah punya tekad baja untuk bisa berhasil menentukan diet mayo, langsung saja  rencanakan menu yang akan disantap. Mau membuat menu sendiri seperti Mbak Ira, atau mau memilih katering sehat. Saat ini kan memang sudah banyak sekali katering sehat yang mendukung diet mayo. Salah satunya adalah Blekros Diet yang dimiliki oleh Vita Siregar.  Yang paling penting selama diet, kita nggak boleh makan menu yang bergaram, nasi, air es dan cemilan. Sementara waktu selama melakukan diet, harus ‘akrab’ dengan sayur dan buah-buahan dan makan protein utuh, seperti  ayam, daging sapi, ikan, telur.

Konsisten

Konsisten dalam hal ini nggak cuma harus konsisten dengan menu diet mayo selama  13 hari. Maksudnya, ya, usahakan jangan curi-curi untuk minum latte  atau minum susu. Takutnya, nih, kalau saat menjalani diet mayo, lantas sekali aja mencoba cheating , akhirnya bisa tergoda beneran. Ujung-ujungnya rencana diet pun gagal. Malah waktu lagi ngobrolin soal diet mayo ini Mbak Santi, Managing Editor Female Daily, sempat bilang ke saya, “Kalau mau diet mayo, lebih baik jangan makan bareng dulu sama temen-teman. Takutnya tergoda.” Hahaha, benar juga, sih, ya? Apalagi buat saya gampang tergoda sama makanan. Selain itu, jam makan, mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam juga dilakukan pada jam yang sama. Untuk makan malam, terakhir jam 7 malam.

Banyak minum air putih

Salah satu aturan yang harus diperhatikan ketikan melakukan diet mayo adalah wajib hukumnya untuk minun air putih dalam jumlah yang banyak. Minimal 8 gelas seharinya. Mengingat diet yang satu ini “anti” garam, otomatis cairan di dalam tubuh jadi lebih cepat keluar. Jadi, nggak perlu heran kalau saat melakukan diet mayo jadi sering buang air kecil. Untuk menyeimbangkan kondisi ini tentu saja kita wajib minum air putih yang banyak sehingga tubuh nggak dehidrasi.

Jadikan lifestyle

Setelah berusaha sekuat tenaga dengan tutup mata dengan makanan menggoda, tentu setelah menjalankan diet mayo ke depannya kita ingin berat badan yang stabil. Jangan sampai beberapa mingggu setelah menjalani diet mayo berat badan malah jadi naik lantaran kita balas dendam. Berat badan yang stabil, dengan kondisi badan yang sehat tentu tergantung dengan pola hidup yang kita pilih. Bagaimana pola makan serta olaharga yang kita lakuan setiap harinya. Tidak sedikit teman yang berhasil melakukan melakukan diet mayo akhirnya merasakan banya perubahan dalam gaya hidupnya. Lebih hati-hati saat memilih makanan.

Jadi, siapa yang mau diet mayo? Kalau ingin sharing pengalaman boleh, loh, mampir di thread forum kami ini.

 

 

 

 


Post Comment