Sakit Bukan Halangan Menyusui

Anggapan yang mengatakan kalau ibu yang sakit tidak boleh menyusui lantaran penyakitnya akan menular pada anak sebenarnya paradigma yang keliru. Selama penyakit umum yang diderita, menyusui tetap boleh dilakukan, kok.

“Seandainya ibunya sakit, proses menyusui jadi terhambat nggak, sih?”

“Benar, ya, kalau ibunya sakit, anaknya nggak bisa mendapatkan ASI?”

“Kalau minum obat saat menyusui, apakah obatnya akan berdampak ke bayinya?”

Kira-kira, pertanyaan inilah yang dilontarkan salah satu adik sepupu saya beberapa waktu lalu. Rupanya sampai saat ini masih banyak orang yang menganggap kalau busui yang sakit dan minum obat,  tidak boleh memberikan ASI buat bayinya. Sebagai ibu baru, saya sendiri cukup paham kalau sepupu saya ini merasa khawatir, bahkan bukan tidak mungkin dirinya terjebak dengan mitos dan fakta soal menyusui.

M

Meskipun saya bukan seorang konselor laktasi, tapi paling tidak dengan pengalaman serta informasi yang saya dapatkan bisa membantu sepupu saya ini. Supaya nggak salah jawab, saya pun kembali membuka dan membaca ulang berbagai artikel menyusui di Mommiesdaily.

Seingat saya, ketika seorang busui sedang jatuh sakit, proses menyusui bisa tetap dilakukan karena penyakit tidak akan menular melalui air susu. Ketika mengikuti salah satu sesi Pesat Jakarta,  dr.Wiyarni Pambudi, SpA pernah mengatakan hal yang serupa. Bahwa ketika busui sedang sakit, tidak perlu menghentikan aktivitas menyusui.

Menurutnya, ketika busui sakit dan diharuskan untuk mengonsumsi obat, memang perlu diperhatikan kandungan obatnya. Obat yang tidak boleh diberikan pada ibu menyusui di antaranya adalah obat anti kanker atau beradioaktif.  Soalnya, beberapa obat yang harus diminum sebelum menjalani MRI mengandung radioaktif. Untuk itulah ia menyarankan ketika memeriksakan diri pada dokter,  tanyakan dahulu jenis obatnya. Selain itu jangan lupa sampaikan pada dokter bila Mommies sedang menyusui sehingga dokter pun bisa memberikan obat lebih sesuai.

Waktu itu dokter anak yang sering mememberikan edukASI lewat sosial media yang dimilikinya ini juga mengungkapkan bahwa di dalam tubuh seorang ibu, terutama di dalam ASI, terdapat antibodi yang dapat diberikan ke anaknya. Artinya, saat kita sedang sakit, nggak perlu khawatir kalau anaknya tertular penyakit yang tengah dideritanya.  Dengan pemberian ASI, bisa bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi untuk melawan berbagai sumber penyakit. Sebaliknya, kalau pemberian ASI dihentikan justru akan memperbesar risiko bayi akan tertular penyakit.

Dalam sebuah jurnal yang berjudul “Should Breastfeeding Continue When Mom is Sick?” sang penulis Kelly Bonyata dari International Board of Lactation Consultant Examiners, juga menyebutkan kalau ibu yang sedang sakit  bisa terus menyusui tanpa perlu khawatir anaknya tertular penyakit  yang tengah dirasakan.

Tapi bagaimana kalau sang ibu positif menderita HIV AIDS?

Mungkin untuk kondisi yang satu ini di mana seorang ibu yang menderita HIV AIDS  memberikan ASI pada bayi masih jadi kontroversi. Ada kalangan yang melarang dengan alasan ASI tersebut mengandung virus. Namun ada pula yang menganjurkan karena ASI memiliki nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi.

Namun beberapa tahun lalu,  AIMI ASI sempat mengeluarkan sebuah rilis yang menyatakan bahwa seorang ibu yang positif mengidap HIV dan mengonsumsi obat antiretroviral dapat menyusui secara eksklusif enam bulan pada bayinya tanpa menularkan virus HIV-nya kepada sang bayi. Rilis ini dikeluarkan berdasarkan hasil penelitian National Agency for the Control of AIDS (NACA) Nigeria di Botswana, Nigeria.

Di dalam artikel HIV/ AIDS dan Keluarga juga sudah dijabarkan bahwa ada beberapa studi di beberapa Negara yang menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dengan HIV dan mendapat asupan ASI, kondisinya jauh lebih sehat dan berumur jauh lebih panjang daripada yang tidak mendapat asupan ASI. Caranya, adalah si ibu yang positif mengidap HIV diharuskan untuk mengkonsumsi ARV (meskipun mungkin belum saatnya) pada trimester ketiga hingga pasca melahirkan. Sehingga ARV yang dikonsumsi akan tersalurkan kepada si bayi melalui ASI yang diberikan.

Untuk itu, apabila Mommies sedang mengalami gangguan kesehatan seperti flu, demam, diare, diabetes ataupun hepatitis,  bukan berarti aktivitas menyusui jadi dihentikan, ya. Apabila Mommies sakit saat harus menyusui, selain minum obat jangan lupa gunakan masker untuk memperkecil risiko penularan. Sebisa mungkin, kurangi kontak fisik ataupun batuk dan bersin di dekat si kecil. Kalau pun harus menggendong, jangan lupa untuk mencuci tangan lebih dahulu. Satu hal yang nggak kalah penting, Mommies juga nggak perlu gengsi untuk meminta bantuan orang lain untuk menjaga si kecil. Dengan begitu Mommies akan punya kesempatan untuk beristirahat.

 


Post Comment