Kafein Untuk Ibu Hamil: Yes or No?

Ditulis oleh: Nayu Novita

Kafein nggak melulu hanya ada di dalam kopi, loh, mom. Teh dan cokelat pun mengandung kafein. Bolehkah mengonsumsi kafein di saat hamil?

Gara-gara sering begadang, saya jadi akrab dengan yang namanya kopi. Bolos ngopi sehari saja, aduuh… jangan tanya deh betapa menderita rasanya. Makanya, begitu dokter memberikan “ultimatum” untuk mengurangi kopi sewaktu hamil dulu, rasanya seperti “rela-nggak rela” menaatinya. Namun, demi kesehatan si kecil, saya pun membulatkan tekad untuk ngopi hanya sesekali saja. Syukurlah, fase “puasa kopi” pun akhirnya sukses dilalui selama 9 bulan!

1407997689

*Gambar dari sini

Seperti saya, barangkali banyak juga para mommies lainnya yang punya pengalaman mengurangi asupan kopi dan jenis minuman berkafein lainnya selama masa kehamilan. Teman-teman saya sendiri terbagi dalam dua kubu. Ada kubu yang total menghindari kafein ketika hamil, namun ada juga kubu yang tetap ayem anteng menikmati kafein.

Kalau untuk memastikan nutrisi penting untuk kehamilan,saya sudah paham. Memilih camilan yangs sehat ketika hamil saya juga  ngerti. Tapi kalau sudah bicara tentang berapa banyak sih sebenarnya takaran mengonsumsi kafein yang masih aman untuk ibu hamil? Saya masih galau alias bingung. Berhubung saya nggak suka main tebak-tebakan, saya pun bertanya ke Dr. Caroline Hutomo, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RS Bunda, Jakarta.

Minum Dalam Jumlah Terbatas

Menikmati secangkir kopi di pagi hari adalah sebuah ritual dari keseharian banyak orang, termasuk saya (ngaku, hehehe). Kandungan senyawa kimia bernama kafein yang terdapat di dalam kopi adalah salah satu faktor yang menjadi penyebabnya. Kafein—yang ditemukan secara alami pada biji kopi, daun teh, buah cokelat, memang terkenal memiliki efek pengusir kantuk dan membuat pikiran lebih cerah. Nah, loh, gimana nggak ketagihan, ya kan.

So far sih, aman tidaknya kafein untuk dikonsumsi oleh bumil masih menimbulkan perdebatan. Karena praktisi kesehatan sedunia sepakat bahwa konsumsi kafein yang terlalu banyak bisa menimbulkan efek samping negatif pada janin. Makanya, lembaga American College of Obstetricians and Gynecologists membatasi konsumsi kafein pada ibu hamil sebanyak maksimal 200 mg saja per hari.

Tingkatkan Risiko Keguguran

Mengapa ibu hamil perlu membatasi asupan kafein? Berdasarkan penelitian, ibu hamil yang mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari memiliki risiko keguguran dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Ada lagi penelitian lain yang tak kalah membuat ibu hamil ketar-ketir. Menurut penelitian yang dilakukan di Denmark ini, risiko kematian bayi saat dilahirkan bisa meningkat pada ibu hamil yang minum kopi lebih dari 8 gelas per hari. Ada pula penelitian lain yang menyatakan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi lebih dari 500 mg kafein per hari amat berpotensi memiliki bayi dengan detak jantung dan frekuensi nafas lebih cepat dibandingkan bayi normal.

Apa efek kafein pada ibu hamil? Dan mau tahu kandungan kafein di setiap jenis minuman? Cek halaman berikut.


One Comment - Write a Comment

Post Comment