Seberapa Penting Tendangan Janin?

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Siapa yang saat hamil dan pertama kali ngerasain tendangan janin dari dalam perut girangnya luar biasa? Saya. Bahkan sampai heboh nyuruh suami saya meraba perut saya, hehehe.

Rasa-rasanya semua mommies yang pernah atau sedang hamil pasti nunggu-nuggu tendangan janin yang pertama kali deh, ya kan! Karena dengan munculnya gerakan dari dalam perut seolah menandakan adanya kehidupan individu lain yang lebih nyata. Jadi, rasanya kaya hamil beneran, gitu.

hamil (1)

*Gambar dari sini

Sebenarnya, fase ketika janin menendang ini ada istilah kerennya, yaitu fase quickening, yaitu fase pertama kali ibu hamil merasakan gerakan janin sehingga ibu mempunyai perasaan secara psikologis terhadap janin yang dikandungnya. Bahkan, tendangan atau gerakan janin bisa menjadi cara berkomunikasi janin kepada ibunya. Seolah ia ingin mengatakan, “Ibu, aku ada di dalam perut ibu, dan sehat!”

Saya juga pernah merasa khawatir. Kebetulan, ketika hamil Dhia dulu, saya juga berbarengan dengan seorang teman, jadi usia kehamilan kami nggak jauh beda deh. Nah, saat janin di perut teman saya sudah menendang, tapi janin di dalam perut saya belum, saya mulai panik. Takutnya bayi saya di dalam kenapa-kenapa.

Ternyata, tidak ada perhitungan tepat kapan ibu hamil bisa merasakan tendangan pertama janin. Namun, biasanya pada kehamilan pertama, tendangan janin bisa dirasakan pertama kali mulai usia kandungan 24 minggu. Sementara, pada kehamilan kedua, tendangan pertama biasanya bisa dirasakan lebih mudah dan cepat, yaitu di usia 20 minggu. Kalau ditanya seperti apa rasanya mendapatkan tendangan dari janin, ternyata berbeda-beda setiap trimester. Pada trimester pertama, saya merasakan gerakan janin seperti diketuk dari dalam perut. Lembut sekali. Pada trimester berikutnya perut saya terlihat seperti ombak bergelombang akibat gerakan janin. Dan pada trimester terakhir perut saya mengencang dan bahkan sesekali akan tampak tonjolan di dinding perut akibat tendangan atau gerakan janin.

Menurut dr. Budi Santoso, SpOG, FMAS dari Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, ibu hamil bisa merasakan tendangan janin lebih mudah pada malam atau pagi hari saat kita merasa relaks. Namun kebanyakan, tendangan akan dirasakan pada pukul 12 malam hingga pagi hari. Kenapa begitu? Karena pola tidur janin ternyata berbeda dengan orang dewasa. Dan, pola ini biasanya akan bertahan hingga beberapa bulan setelah bayi lahir.

Pernah nggak mommies ngerasain, kok di satu waktu tendangan terasa kuat dan lumayan bikin ngilu, tapi di lain waktu tendangan pelan sekali? Ternyata kekuatan tendangan janin itu berbeda-beda tergantung beberapa faktor. Beberapa faktor itu adalah:

  • Jumlah kehamilan sebelumnya

Ibu dengan kehamilan pertama umumnya lebih lambat mengenali gerakan janin dibandingkan ibu dengan kehamilan kedua atau ketiga.

  • Tebal lemak

Ibu dengan lemak yang tebal akan jarang merasakan gerakan janin. Sebaliknya, pada ibu yang bertubuh kurus, biasanya akan lebih mudah merasakan gerakan janin.

  • Posisi plasenta

Posisi plasenta yang berada pada rahim bagian depan juga akan membuat ibu lebih jarang merasakan gerakan atau tendangan janin.

Mengapa penting memperhatikan jumlah tendangan janin? Dan berapa frekuensi terbaik tendangan janin setiap harinya? Cek di halaman selanjutnya untuk alasannya.


Post Comment