Pengaruh Implan Payudara Pada Kemampuan Menyusui

Ditulis oleh: Nayu Novita

Kepikiran mengoreksi payudara agar tampak lebih “berisi”? Tunggu dulu moms, pastikan Anda tahu risikonya, termasuk pengaruhnya pada kemampuan menyusui!

Buka kartu, nih, yaa… Sebagai pemilik ukuran bra yang sekadar “cukupan”, diam-diam saya pernah lho, punya mimpi ingin pasang implan payudara. Nggak usah muluk-muluk ingin menyaingi Pamela Anderson, deh… Sekadar menambah ukuran cup hingga dua tingkat saja sudah cukup happy! Setelah ngobrol sana-sini, ternyata bukan cuma saya yang memendam keinginan tersebut. Beberapa teman bahkan sudah hunting klinik, baik di dalam maupun luar negeri! Ih, emang dasar yang namanya perempuan ya, banyak mau.

Untungnya keinginan saya itu hanya sebatas niat saja. Rasa ingin memiliki payudara berisi masih kalah dengan rasa takut ngebayangin proses operasi yang perlu dilalui dan rasa takut melihat jumlah nominal yang harus saya keluarkan, hahaha.

Akhirnya, pikiran saya malah fokus pada rasa ingin tahu apakah pengaruh pemasangan implan pada kemampuan seorang ibu untuk menyusui? Pada sebuah kesempatan, saya pun sempat menceploskan rasa ingin tahu saya ini ke konsultan laktasi, Dr. Eveline P.N., Sp.A. IBCLC dari RS St. Carolus Jakarta.

boobs

*Gambar dari sini

Mengenal Anatomi Payudara

Jadi, sebelum berbicara tentang dampak pemasangan implan,  dokter Evelina mengajak saya untuk berkenalan dengan anatomi payudara. Jadi, payudara kita ini  terdiri dari banyak kelenjar air susu alias “pabrik” susu, yang tugasnya adalah memproduksi ASI. Nah, ASI yang dihasilkan oleh pabrik susu ini kemudian dialirkan melalui saluran air susu menuju “gudang” penyimpanan susu yang letaknya di daerah sekitar puting atau areola.

Hebatnya, nih, meski ukuran payudara bisa berbeda-beda, tetapi jumlah pabrik, saluran, serta gudang air susu pada setiap perempuan rata-rata sama saja. Mengapa bisa begitu? “Karena yang membuat ukuran payudara berbeda adalah ketebalan lapisan lemak di dalamnya. Makanya, jangan heran bila perempuan berpayudara kecil bisa menghasilkan ASI sebanyak mereka yang payudaranya besar,” kata dr. Eveline.

Letak Sayatan Pengaruhi Aliran ASI

Jika ingin memperbesar ukuran payudara, dokter akan memasukkan implan yang terbuat dari silikon atau saline ke dalam payudara, sesuai ukuran yang diinginkan. Letaknya adalah di bawah lapisan lemak dan kelenjar air susu, atau tepat menempel pada otot dada. Makanya, kalau dilihat dari lokasi pemasangannya, payudara yang telah dipasangi implan juga sebenarnya masih bisa berfungsi mengeluarkan ASI.

Yang terkadang menjadi masalah adalah kalau sayatan operasi (yang menjadi “pintu” untuk memasukkan implan ke dalam payudara) dilakukan pada daerah sekitar areola. Karena ada pasien yang memilih sayatan dilakukan pada daerah tersebut supaya bekas jahitan tersamar warna cokelat areola. “Jika sayatan dilakukan di sekitar areola, maka otomatis akan banyak saluran air susu yang terpotong sehingga bisa mengganggu produksi ASI,” jelasnya.

Lain halnya jika implan dimasukkan melalui sayatan di daerah lipatan bawah payudara atau daerah ketiak, di mana pemotongan terhadap kelenjar dan saluran air susu bisa diminimalisir. Jika memang demikian, maka mekanisme produksi ASI relatif tidak mengalami masalah, sehingga payudara masih bisa mengeluarkan ASI. “Tapi jangan lupa, masih ada kemungkinan saluran air susu terhimpit oleh implan sehingga mempengaruhi proses keluarnya ASI”.

Awas: Risiko Implan Bocor!

Satu lagi risiko yang amat berbahaya dari prosedur pemasangan implan pada calon ibu menyusui adalah apabila implan tersebut bocor. Meski sejumlah pakar masih meragukan kemungkinan meresapnya silikon ke dalam saluran air susu (karena ukuran partikel silikon yang besar), namun risiko air susu tercemar oleh implan yang bocor masih tetap ada. Lebih-lebih, kebocoran implan tidak bisa langsung terdeteksi saat itu juga, melainkan baru ketahuan setelah si empunya payudara menyadari bentuk dadanya yang berubah.

Penjelasan dari dokter Eveline sukses membuat keinginan banyak teman saya yang waktu itu cukup niat melakukan operasi, pupus sepupus-pupusnya, hohoho. Saya pun juga membatin “Udah sih Nay, terima aja apa yang Tuhan kasih ke elo!”. Well, apa gunanya ada push up bra kalau bukan untuk membuat payudara saya terlihat berisi, ya kan :p.