Motherhood Monday: Jennifer Bachdim, “I Found The Perfect Husband”

Meskipun tinggal di negeri orang nggak mudah, tapi Jenn mampu menjalankan dengan baik. Ia pun sukses menjadi salah satu contoh ibu-ibu di Jepang yang mandiri.

Saya selalu dibikin takjub oleh sosok ibu yang super. Perempuan yang mampu mengurus semuanya dengan baik. Pintar mengurus dirinya sendiri, mengurus suami, merawat dan menjaga anak-anak tanpa bantuan asisten, termasuk bisa menjalani karirnya. Wah keren banget, ya, kalau bisa seperti ini?

Nah, beberapa waktu lalu saya punya kesempatan ngobrol dengan Jennifer Bachdim. Ada yang familiar dengan sosok perempuan yang satu ini? Jadi, ya….  Jennifer Bachdim itu adalah istri dari pesepakbola muda keturunan Jerman, Irfan Bachdim. Nggak lama menikah, Jennifer memang diboyong Irfan ke Jepang karena pesepakbola yang sempat membela Persema Malang ini hijrah ke sana.

Di mata saya, perempuan yang lebih sering disapa dengan sebutan ‘Jenn’ ini masuk dalam kategori perempuan super. Gimana nggak, tinggal di negeri orang itu kan nggak mudah, tapi Jenn mampu menjalani dengan baik.

jenn

*foto dari dari http://jenniferbachdim.com/

Berbeda dengan budaya di Jakarta, di mana tenaga baby sitter dan ART sangat laku, di Jepang semua urusan rumah tangga harus dilakukan sendiri. Dari mulai beres-beres rumah, belanja kebutuhan rumah tangga, memasak, mengurus kebutuhan anak, termasuk mengantar jemput anak ke sekolah. Rupanya, aktivitas ini juga jadi kegiatan Jenn saat ini.

Begitu saya tanya kenapa dirinya tidak mau menggunakan jasa baby sitter, ia pun menjawab, “Karena saya ingin melihat perkembangan anak sendiri. Saya tidak mau anak terlalu dekat dengan baby sitter daripada dengan ibunya sendiri”.

Setelah resmi menikah tahun 2011 silam, pasangan Jennifer dan Irfan Bachdim ini telah dikaruniai dua orang anak, Kiyomi Sue Bachdim (3,5 tahun) dan Kenji Zizou Bachdim (1,5 tahun). Mau tahu keseruan obrolan saya dengannya waktu itu, simak kutipan di bawah ini, ya.

Hai Jennifer, dalam rangka apa, nih, ke Jakarta?

Saya datang ke Indonesia memang nggak lama, cuma untuk liburan saja bersama anak-anak dan bertemu keluarga. Lima hari liburan ke Bali bersama Papa dan Mama, kemudian lanjut ke Jakarta selama tujuh hari. Kebetulan Irfan juga nggak bisa ikut karena masih latihan dengan timnya di Jepang. Meskipun hanya sebentar, tapi cukup sibuk karena ada beberapa undangan yang harus saya hadiri selama di Indonesia.


Post Comment