Senyuman Mampu Melawan Tindak Bullying?

Senyum mampu menstimulasi otak dan hormon yang kemudian menimbulkan beragam efek positif bagi seseorang. Bahkan senyuman mampu melawan tindakan bullying.

smiling-kids*foto dari sini

Dulu, Mama saya sering kali protes dengan bilang, “Dis… muka kamu, kok, jutek banget, sih? Banyakin senyum, dong.”

Terus terang, sebenarnya saya bukan tipe orang yang senang basa basi. Bisa ber-haha hihi dengan orang yang tidak saya kenal. Nggak heran kalau ada beberapa teman bilang saya ini manusia paling jutek, hahaha. Kalau mendengar teman komentar begitu, saya sering menimpali dengan mengatakan, “Ya, memang sudah cetakannya begini. Mau diapain, dong?”.

Mungkin hal ini jugalah yang akhirnya memancing kakak-kakak kelas ketika SMP dulu untuk ‘menggencet’ saya. Untung saja, waktu itu saya nggak sampai jadi korban bullying. Tapi yang namanya masalah peer pressure, saya pernah jadi korban. Ceritanya, di antara teman dekat di sekolah dulu, hanya saya yang nggak punya sepatu Dr. Martens. Hahaha… jadi ketahuan, ya, saya ini angkatan berapa?

Pada zaman saya SMP, sepatu yang satu ini sangat nge-hits. Belum lagi masalah kebebasan waktu bermain. Sampai saya SMA, Mama masih memberlakukan jam malam. Tapi setelah jadi orangtua, saya tahu persis mengapa mereka melakukannya.

Balik lagi ke masalah bullying dan peer pressure, menurut Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo untuk anak-anak usia pra remaja adanya peer pressure atau bullying, akan sangat berpengaruh dalam proses tahapan tumbuh kembang anak. Pasalnya, usia pra-remaja merupakan masa pembentukan karakter anak. Jika mereka tidak mampu melewati proses dengan baik, bukan tidak mungkin ke depannya mereka tidak akan siap menghadapi beragam tantangan dalam perjalanan hidupnya.

Lalu, apa bagaimana senyuman bisa melawan bullying dan peer pressure? Ketahui jawabannya di laman selanjutnya, ya.


Post Comment