“Yah, selesai deh menyusuinya…”

Dari ngobrol-ngobrol sesama busui, menyusui anak kedua biasanya lebih mudah, lebih lancar, terutama jika tidak ada hambatan menyusui yang berkaitan dengan hal medis.

Bagi yang ingin melihat tips praktis dari para ahli tentang masa-masa awal menyusul, termasuk cara “memperbanyak” ASI, cek di siniBalik ke soal menyusui lebih mudah di anak kedua, banyak betulnya dan plus yang saya rasakan menyusui anak kedua adalah: lebih emosional, hahaha. Entah efek dari rencana untuk nggak nambah anak lagi atau memang karena pas menyusui anak kedua lebih menikmati prosesnya. Ada yang merasakan hal yang sama?

Saya baru berhasil menyapih anak kedua setelah menyusu selama 2 tahun 9 bulan. Beda sedikit dengan kakaknya yang dulu menyusu sampai 2 tahun 6 bulan. Padahal prosesnya dimulai di saat yang sama dengan cara yang sama juga. Si kakak dulu mulai disapih saat usia 2 tahun, begitu pun adiknya. Tapi si kakak lebih mudah lepasnya karena selain ASI, kakak juga minum susu UHT secara rutin. Sementara si adik tidak minum susu selain ASI sehingga saat disapih tidak ada “gantinya”, walau menyusui tentunya bukan cuma tentang memberi air susu ibu.

cara-alami-turunkan-berat-badan-saat-menyusui-ZegR5yQQRi

*Gambar dari sini

Waktu memulai menyapih si adik, November 2014, kami pikir prosesnya akan kurang lebih sama yaitu setiap hari diberitahu bahwa ia akan segera berhenti menyusu karena sudah besar dan nanti akan tetap peluk-peluk sepanjang malam walau tidak menyusu. Tentunya dia setuju-setuju saja, sering mengangguk atau bilang iya. Sampai akhirnya memasuki tahap pertama yaitu: tidak menyusu saat pergi-pergi.

Oiya, kami percaya pada proses, tak terkecuali soal menyapih ini, jadi kami terapkan tahapan dengan harapan prosesnya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan buat semua yang terlibat (bapaknya, kakaknya, pengasuh dan saya sendiri, dan tentunya si adik yang mengalaminya).

Jadilah tahap pertama tidak menyusu saat pergi-pergi. Setelah kompakan dengan pengasuh yang aktif mengajak main selama di jalan saat saya menyetir kendaraan, akhirnya si adik paham kalau di perjalanan atau berpergian ke suatu tempat maka dia tidak akan menyusu. Keinginannya untuk menyusu dialihkan dengan minum air putih, atau makan bekal yang ada, bernyanyi, bermain, baca buku bareng-bareng. Intinya: saya salut dengan kreativitas dan kesabaran pengasuh anak saya, hahaha.

Setelah mendekati usia 2 tahun 6 bulan, di mana cara memberitahu tiap hari (walau kadang suka lupa juga :p) dan tidak menyusu saat pergi-pergi, tanda-tanda anaknya mau berhenti menyusu belum kelihatan, kadang-kadang malah terasa makin semangat aja ini menyusunya. Sampai kapan nih begini?

Di halaman selanjutnya, saya berbagi tips suksesnya (cieee tips sukses)


One Comment - Write a Comment

  1. Waah.. sama mba, setelah berhasil menyapih muncul rasa sedih krn masa kedekatan eksklusif (menyusui) dgn anak sudah terlewati.. sy jg baru sukses nyapih anak pertama setelah menyusui 2 thn 6 bulan.. weaning with love (+ lipstik dan kopi) hehe..

Post Comment