Off Road Dengan Tour Jeep Merapi

Bagi mommies yang ingin mengajak si kecil liburan ke daerah Yogyakarta, jangan lupa sempatkan diri untuk menikmati serunya Tour Jeep Merapi.

Jadi, berhubung kampung halaman suami letaknya di dekat Merapi, pada libur Lebaran kemarin saya pun mengajak anak-anak ikut Tour Jeep Merapi. Jadi, tour ini semacam off road ringaaaan mengitari daerah di sekitaran gunung Merapi yang masuk ke dalam wilayah aman. Dua hari sebelum hari H, saya sudah menghubungi operator Jeep pilihan saya. Sebenarnya ada banyak operator Jeep yang menawarkan paket tour dengan Jeep ini, tinggal Anda browsing saja di internet. Kami pun bikin janji untuk mengambil paket yang pagi hari dan diminta ready sekitar jam 6.45 pagi.

Di hari H, berhubung dari rumah mertua nggak terlalu jauh, jadi kami baru jalan sekitar jam 6.30. Kalau mengambil paket yang pagi hari, pokoknya jangan lupa mengenakan celana panjang dan baju lengan panjang atau siapkan jacket, karena ternyata dingiiiiin banget (ya menuruuuuut lo fi, udah tau daerah pegunungan). Saking hebohnya memastikan anak-anak hangat, saya sendiri malah lupa membawa jacket, untungnya saya mengenakan lengan panjang, jadi lumayan nggak dingin-dingin amat sih.

Merapi 1

Keluarga saya mengambil paket Medium, dengan rute Kaliurang, Kalikuning, Desa Ngrangkah, Mini Museum, Bukit Petung, Kaliadem, Bunker, Desa Jambu, Batu Wajah, Tempuran dan Makam Massal. Paket Medium itu di-charge Rp.450.000 untuk satu jeep dengan maksimal isi 4 orang.

Jalanan yang kadang menurun, menanjak dan banyak bebatuan membuat kedua anak saya girang banget, apalagi mereka bisa berdiri atau duduk sambil melihat view sekitar yang memang indah banget. Pengemudi juga menerangkan mengenai apa yang terjadi di setiap tempat yang kami kunjungi. Anak-anak sangat antusias mendengar penjelasan dari mas supir.

Merapi 2

Saat menuju Bunker dan Museum Mini, banyak warung penduduk lokal yang menjual makanan dan juga pernak-pernik yang berkaitan dengan Merapi. Satu-satunya cinderamata yang saya suka hanya kaos untuk anak-anak, karena gambar dan tulisannya yang simple.

Saat di bunker, agar seram sih kalau untuk anak-anak, karena tempatnya sangat gelap (walaupun kita bisa menyewa senter untuk penerangan). Anak saya sendiri nggak betah lama-lama di dalam bunker, apalagi saat mendengar cerita tentang ada dua relawan yang pernah meninggal di dalam situ.

Aturan mengenai satu jeep maksimal 4 orang sebenarnya kan dibikin untuk faktor keselamatan ya, mengingat jalanan yang kadang naik turun dan penuh batu, jadi beban kendaraan tidak terlalu berat. Sayangnya, ada beberapa operator yang menyalahi aturan ini dan mengisi jeep dengan lebih dari 4 orang, bahkan ada yang 6 orang.

Oh iya, karena jalanan yang lumayan berdebu, ada baiknya meminta masker ke pengemudi Jeep (ini salah satu fasilitas yang mereka siapkan memang) agar hidung nggak gatal terkena debu. Untuk mata, lindungi saja dengan sunglasses.

So far, paket Medium yang saya ambil membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari start hingga hingga balik ke pos operator. Selain paket Medium, ada juga paket Short seharga Rp.350.000, paket Long seharga Rp.600.000 dan paket Sunrise seharga Rp.400.000. Untuk paket Sunrise dimulai sejak pukul 04.00 subuh (nggak kebayang deh dinginnya).

Namun, catatan saya adalah, tour ini kayaknya akan lebih aman kalau anak-anak sudah berusia di atas empat tahun. Untuk Mommies yang masih memiliki bayi, lebih baik jangan dulu, karena riskan si bayi akan terguncang-guncang cukup keras. Begitu juga untuk ibu hamil lebih baik jangan dulu.

Have fun ya mommies….

 


Post Comment