Yuk, Belajar Sambil Bermain

Saya percaya kalau bermain itu merupakan HAK anak-anak dan orangtua wajib merealisasikannya.

Mungkin saya memang nggak cocok kalau dimasukkan dalam kategori emak-emak tiger yang memiliki pola pengasuhan yang cukup keras dan sedikit ambisius untuk anak-anaknya. Bagi saya pribadi, usia 0-6 tahun kewajiban utama anak ya hanya bermain. Toch dari bermain, anak-anak ini bisa belajar banyaaaaak banget hal.

That’s why, saat saya mencari sekolah pertama untuk kedua anak saya, pilihan saya jatuh pada Rumah Kepik. Sekolah dengan konsep bermain, berteman dan belajar. Saya nggak harus khawatir kalau anak-anak saya dibebani dengan berbagai macam tugas. Saat lanjut ke SD pun, saya juga mencari sekolah yang di kelas 1 dan 2, jam belajar tak berbeda jauh dengan saat di TK. Saya hanya ingin anak-anak puas dulu bermain, jadi saat masuk ke dunia sekolah yang sesungguhnya mereka nggak kaget, karena secara emosi sudah lebih siap. Ini menurut saya.

Dan terbukti, menurut wali kelas kedua anak saya, ketika mereka masuk kelas 1 SD, anak-anak saya sudah lebih siap belajar. Saat Bagus sekarang duduk di kelas 3, dan mulai mengalami jam sekolah yang panjang, dia juga sudah ready.

photo (1)

Bicara tentang bermain, seperti yang sudah saya singgung, kita semua sudah tahu pasti kan manfaat bermain bersama anak. Mulai dari melatih emosi, sosialisasi, motorik hingga kognitif si kecil. Di Mommies Daily aja sudah nggak terhitung lagi jumlah tulisan tentang manfaat bermain. Seperti yang pernah ditulis di artikel ini, bahwa sekarang tergantung orangtua mau atau tidak menyediakan waktu untuk bermain.

Masalahnya, selain merasa kekurangan waktu, kendala lain yang suka dialami oleh orangtua adalah kehabisan ide mencari jenis permainan. Jadi, saya menyambut gembira hadirnya buku berjudul Play and Learn yang ditulis oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A – dokter anak, penyiar radio, penulis buku sekaligus blogger yang menetap di Surabaya ini. Buku ini sarat informasi tentang bagaimana berinteraksi dan bermain bersama anak. Mulai dari si kecil masih di dalam kandungan hingga ia bertumbuh.

Salah satu topik yang menjadi favorit Sarah Sechan adalah bab yang membahas tentang ide kreatif yang bisa dilakukan bersama anak supaya orangtua dan anak tidak sibuk dengan dunia (baca: gadget) masing-masing.

Terbagi dalam 4 chapter, buku ini membahas tentang “Play and Learn to be happy”, “Play and Learn to be adorable”, “Play and Learn to be smart”, “Play and Learn to be independent”. Setiap chapter membahas dari dua hal; sharing pengalaman penulis sebagai seorang ibu sekaligus dokter anak dan ide kreatif aneka permainan lengkap dengan foto-foto yang full color.

Let’s play and learn by reading this book, Mommies. Perfect for weekend.


Post Comment