Quality Time Bersama Ibu

Dari film drama musikal Mama Mia , saya semakin menyadari pentingnya quality time bersama anak saya (kelak di saat saya punya anak) ataupun dengan ibu saya saat ini. Sebelum waktu yang katanya sangat cepat berputar ini membuat kedekatan antara saya dan ibu tinggal menjadi memori (yang semoga saja indah).

mammamia3

Mommies sudah pernah nonton film drama musikal Mamma Mia belum? Film ini adalah salah satu film favorit saya dan saya nggak pernah bosan untuk menontonnya ketika film ini diputar ulang. Film ini juga merupakan film favorit ibu saya sehingga kami selalu menonton berdua ketika sedang diputar ulang di TV. Lalu, saya memerhatikan bahwa mama selalu menangis di salah satu adegan film, yaitu adegan ketika Meryl Streep (yang menjadi tokoh ibu) menyanyikan lagu untuk anak perempuan semata wayangnya yang hendak menikah sembari membantunya mengenakan gaun pengantin.

Lagu yang dinyanyikan di adegan itu berjudul Slipping Through My Finger dari ABBA. Berikut saya berikan cuplikan lirik lagu tersebut:

“Schoolbag in hand, she leaves home in early morning

Waving goodbye in absent-minded smile

I watch her go with a surge of that well-known sadness

And I have to sit down for a while

That feeling that I’m losing her forever

And without really entering her world

I’m glad whenever I can share her laughter

That funny little girl

Reff:

Slipping through my fingers all the time

I try to capture every minute

The feeling in it

Slipping through my fingers all the time

Do I really see what’s in her mind

Each time I think I’m close to knowing

She keeps on growing

Slipping through my fingers all the time

Sleep in our eyes, her and me at the breakfast table

Barely awake I let precious time go by

Then when she’s gone, there’s that odd melancholy feeling

And a sense of guilt I can’t deny

What happened to the wonderful adventures

The places I had planned for us to go

Well, some of that we did, but most we didn’t

And why, I just don’t know

mm7_L

Sebenarnya bukan mama saya saja yang menangis kalau mendengar lagu ini, saya yang notabene masih berstatus anak dan belum menikah pun ikut merinding dan menitikkan air mata mendengarnya. Saya sangat dekat dengan mama, semua hal dalam kehidupan saya pasti saya ceritakan kepada beliau, bahkan kami masih sering tidur bersama. Namun, terkadang kesibukan kami membuat kami hanya bisa bertemu sebentar di malam hari dan  mengobrol singkat, sebelum masuk ke kamar untuk beristirahat.

Saya rasa itu problematika umum yang dihadapi oleh para ibu yang bekerja. Suatu saat, anak-anak masih kecil, menenteng tas ransel yang kegedean ke sekolah, lalu tiba-tiba tidak mereka sudah masuk ke dunia remaja, dewasa, kemudian menikah. Saat kecil mereka masih dengan senang hati dan semangat menceritakan kegiatan yang mereka jalani dan kejadian apa yang terjadi pada hidup mereka, namun saat beranjak remaja dan dewasa,  mereka cenderung menjadi tertutup dan memilih untuk menceritakan kehidupan mereka ke teman-temannya. Ditambah apabila ibu bekerja dan tidak menyediakan waktu untuk menanyakan kehidupan mereka, tiba-tiba ibu sama sekali tidak tahu apa yang terjadi dalam hidup anaknya.

Namun, terkadang saat ibu sudah menyediakan waktu di sela kepenatan dan kesibukan atas pekerjaannya, eeeh, malah anaknya yang menutup diri rapat-rapat dengan alasan ibu yang berbeda generasi tidak akan memahaminya dan malas untuk dihakimi. Dan, dari film ini akhirnya saya menyadari hal penting seperti yang sudah saya tuliskan sebagai kalimat pembuka di atas. Quality time.

Sebenarnya untuk melakukan quality time antara ibu dan anak itu tidak sulit kok. Saya pribadi, biasanya melakukan quality time bersama mama dengan menyediakan waktu minimal 2-3 jam setiap malam untuk mengobrol dan menceritakan kegiatan yang dialami pada hari itu. Mungkin dengan usia saya saat ini, banyak cerita yang ingin saya sampaikan, that’s why waktu yang dibutuhkan sekitar 2-3 jam.

Jika saya dan mama kebetulan memiliki hari libur yang sama, biasanya kami akan jalan-jalan berdua untuk makan siang dan berbelanja. Saya sangat senang apabila dapat pergi berdua dengan karena banyak sekali hal yang dapat diperbincangkan selama perjalanan. Saya merasa quality time itu banyak memberikan manfaat bagi kami. Saya merasa semakin mengerti bagaimana diri dan kehidupan beliau sehingga saya semakin respek dan kagum pada mama. Sebaliknya, saya juga merasa mama sangat memahami saya dan karena mama mengetahui tentang kegiatan dan pergaulan saya, saya juga merasa dipercaya oleh mama sehingga saya selalu berupaya agar tidak pernah mengecewakan dan merusak kepercayaan yang telah mama berikan. Intinya, menurut saya apabila quality time antara ibu dan anak terjalin dengan baik, hubungan yang tercipta pun enak dan pertengkaran akan jarang sekali terjadi.

Oleh karena itu, bagi para Mommies, yuk biasakan dari sekarang menyediakan waktu untuk bertanya dan mendengarkan cerita anak-anaknya mengenai kegiatan mereka sehari-hari dan perkembangan hidup mereka. Juga, jangan lupa untuk posisikan diri sebagai teman ya, jangan hakimi dan menyalahkan mereka, karena itu akan membuat mereka kapok untuk cerita kepada ibunya.

Bagi Mommies yang masih memiliki orangtua, terus pertahankan kebiasaan saling berceritanya ya, atau yang belum memiliki kebiasaan tersebut, yuk dimulai. Menyediakan waktu luang 1-2 jam sehari tidak terlalu berat kan, daripada menyesal nantinya.. :)


One Comment - Write a Comment

Post Comment