Masalah Pada Payudara Saat Menyusui (Part 1)

Ada mereka yang beruntung dapat menyusui tanpa rasa sakit sama sekali di payudara. Tapi, ada juga yang harus berjibaku dengan beragam keluhan yang ‘menyerang’ si pabrik penghasil ASI ini.

Saya masih ingat betul bagaimana rasanya saat awal menyusui Jordy kemudian puting payudara saya pun lecet. Rasanya? Kalau saya harus ilustrasikan, ibarat kata kulit yang luka kemudian harus tergesek benda tajam atau kasar.  Nah, itu rasanya. Setiap kali lidah dan mulut Jordy melekat ke puting saya yang luka, saya sampai keringat dingin dan harus meringis menahan sakit. Saking sakitnya, selama cuti saya sampai jarang banget mengenakan bra dan mencari baju yang longgar karena nggak tahan dengan rasa nyeri setiap kali puting harus bersentuhan dengan kain baju. Meski begitu, justru saat itulah saya merasakan perjuangan menjadi ibu.

woman-breastfeeding-baby-drawing-1881340

Gambar dari sini

Berbicara tentang keluhan di payudara ketika menyusui, mungkin problem yang saya alami masih jauuuuuuh lebih mending dibanding para mommies lain. Teman saya pernah cerita, saat saluran ASI-nya terhambat, dia sampai harus ke UGD dan kemudian payudaranya ditusuk dengan semacam jarum suntik. Saya sampai nggak mau membayangkan rasa sakitnya seperti apa.

Banyak mommies yang mungkin suka bingung dengan rasa sakit yang menyerang payudara ketika sedang menyusui dan nggak ngerti harus berbuat apa. Saya pun dulu menganggap keluhan di payudara yang berhubungan dengan menyusui palingan hanya puting lecet dan saluran yang tersumbat. Ternyata ada banyak ‘musuh’ si pabrik ASI dan setiap keluhan berbeda penanganannya.

Beberapa minggu lalu saya sempat ngobrol dengan dr. Marini Sartika Dewi, MsiMed, SpA, sekaligus Konselor Laktasi dan MPASI dari Brawijaya Women & Children Hospital untuk membuat artikel tentang menyusui bayi kembar. Sekalian saja saya bertanya mengenai keluhan pada payudara yang sering dialami oleh ibu menyusui. Ini dia rangkumannya.

  1. MASTITIS

Pengertian:

Peradangan yang terjadi di payudara, entah di bagian kanan atau kiri. Jika mengalami hal ini, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan, karena jika didiamkan dapat mengakibatkan infeksi menjalar ke seluruh tubuh yang dibarengi dengan demam.

Gejala:

Payudara bengkak, berwarna kemerahan, nyeri dan ada gangguan fungsi, serta Mommies mengalami demam. Lain hal dengan bengkak biasa, Mastitis bisa menyebabkan ASI yang dikeluarkan berupa nanah. Tapi jangan khawatir, Mommies, dengan kondisi ini, seorang ibu tetap memungkinkan untuk menyusui. “Karena saluran ASI tidak hanya satu, jadi tergantung pada payudara yang terkena mastitisnya di bagian mana,” jelas dr. Marini. Jika yang terkena mastitis bagian kanan, seorang ibu bisa menyusui bayi di payudara yang kiri. Hanya saja, kembali lagi ke faktor hormon oksitosin – kalau nyeri, biasanya ASI yang keluar agak terhambat. “Kalau kondisi sudah seperti ini, maka harus dilakukan operasi karena nanahnya harus dikeluarkan. Tapi kalau masih bengkak biasa, biasanya saya rujuk ke akupuntur untuk menghilangkan rasa nyerinya,” jelas dr. Marini lebih lanjut.

Penyebab:

Kuman dan biasanya pencetusnya adanya sumbatan. Jadi logika sederhananya seperti ini Mommies, di dalam sumbatan tersebut ada area yang memungkinkan si kuman masuk ke dalamnya dan menjadi tempat yang nyaman untuk kuman tersebut berkembang biak.

Pencegahan:

Jangan sampai ada sumbatan, caranya: Tidak boleh ada sesuatu yang mengganjal dan menekan di dearah saluran itu, sehingga membuat aliran terhambat. “Saya biasanya menyarankan kepada semua pasien saya yang menyusui, untuk menghindari pemakaian bra yang berkawat, karena bra ini akan menekan bagian bawah payudara yang banyak terdapat saluran keluarnya ASI,” papar dr. Marini.

Penanganan atau terapi:

Operasi, antibiotik, anti nyeri dan anti radang.

Selanjutnya, masalah puting lecet dan payudara yang tidak simetris.