Bingkai Foto, Membuat Dinding Rumah Lebih Cantik

Jenis Foto

Saya dan suami termasuk tipe orangtua yang senang mengabadikan momen yang kami lewati. Jadi, sudah kebayang, ya, kalau dikumpulkan pasti ada ratusan bahkan ribuan file foto yang kami miliki. Walaupun semua foto punya cerita tersendiri, nggak mungkin, dong, ya, semua foto dipajang di dinding? Untuk itu, hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja menyeleksi foto apa saja yang akan kami pajang.

Namun, deretan foto yang akan kami pilih tentu saha bisa mewakili atau menjadi menjadi display rekam jejak perjalanan keluarga kami. Dakam menentukan jenis foto dan mengelompokkan banyak bingkai dalam satu area dinding, kita pun perlu menentukan point of interest. Foto yang diilih menjadi point of interest ini bisa diletakkan di tengah, sementara untuk foto yang lain bisa diatur dan disusun di sekitarnya.

Jenis Frame

floron2

wayang (1)Sebenarnya poin ini tentu tergantung dari selera masing-masing individu. Kalau saya, sih, suka dengan jenis frame foto yang bentuknya minimalis. Atau, bisa juga memilih frame foto yang bentu dan desainnya klasik seperti beberapa frame yang dijual di Chicmart ini. Di samping itu, hal yang perlu diperhatikan adalah skala frame. Maksudnya, jangan sampai frame yang dipilih ukurannya sangat berbeda. Dalam arti, ukuran pigura harus pas, tidak terlabu besar dan tidak terlalu besar.

Tapi bukan berarti menggabungkan berbagai bentuk dan ukuran bingkai foto dalam satu dinding itu jelek, lho. Kalau Mommies punya ide seperti ini sebenarnya sah-sah saja untuk diaplikasikan. Mungkin, hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan dengan warna yang sesui sehingga kesannya tidak terlalu berantakan dan lebih harmonis.

Penggantungan

Saya pernah baca di salah satu artikel yang ada www.houseandgarden.co.uk, Julia Toffolo, dari Matassa Toffolo menyebutkan bahwa ketika ingin memajang foto di dinding, selain harus menggantungnya secara proporsional dan memerhatikan keseimbangan, ketinggian ideal pusat gambar adalah antara 155 cm hingga 160 cm dari tanah. Hal ini tidak terlepas dari garis mata (eye level) kita, di mana eye level dengan tinggi rata-rata manusia adalah 150-160.

Sementara kesalahan umum yang sering terjadi adalah banyak orang yang menggantung karya seni terlalu tinggi di dinding. Memang, sih, hal ini sepertinya akan kembali pada selera masing-masing, tapi nggak ada salahnya juga, ya, mengikuki kiat manajer dan kurator dari beberapa karya seni bergengsi di dunia ini. Julia juga menyarankan ada baiknya kita mengatur susunan frame di lantai dasar sebelum memasang frame pada pola tertentu sehingga komposisinya benar-benar pas.

Sejauh ini, baru 3 point di atas yang kami benar-benar pikirkan. Bagaimana menurut Mommies yang lain dan sudah punya pengalaman? Boleh, loh, tolong di share di kolom komen di bawah ini. Siapa tahu berguna untuk saya ataupun Mommies lainnya.


Post Comment