Buku 7 Habits untuk Anak-anak: Seru Ceritanya, Kuat Pesannya

Mommies pastinya familiar dengan buku “The 7 Habits of Highly Effective People,” bukan? Buku bergenre self-help ini memang fenomenal. Menjadi best-seller di banyak negara, buku ini menyuguhkan konsep paradigma baru dalam meraih tujuan hidup yang disebut banyak orang benar-benar efektif.

Gambar dari sini
Gambar dari sini

Saat sedang mampir ke toko buku beberapa waktu lalu, saya menemukan buku berjudul mirip buku tersebut. Tapi, anehnya, saya menemukannya di section anak-anak, dan judulnya berbunyi “The 7 Habits of Happy Kids.” Segera saja saya comot buku itu dari rak karena penasaran. Apa iya (sudah) ada buku self-help untuk anak-anak?

Membolak-baliknya sebentar, segera saya ketahui kalau penulis buku ini adalah Sean Covey. Ya, ia anak dari Stephen R. Covey sang penulis 7 Habits yang terkenal. Buku ini memang ditujukan bagi anak-anak, karena berisi cerita dengan ilustrasi di setiap halaman, dan memperkenalkan tokoh-tokoh binatang yang tampak lucu.

Jika buku-buku dalam ‘seri’ 7 Habits yang lain menggunakan istilah “highly effective” – seperti “The 7 Habits of Highly Effective Teens” yang juga ditulis oleh Sean Covey – maka buku pengembangan karakter untuk anak-anak ini memakai istilah “happy kids.” Disebutkan kalau buku ini mengajarkan nilai-nilai atau hukum alam yang universal dan abadi seperti yang dibahas dalam buku-buku 7 Habits yang lain; namun buku ini sama sekali tidak terasa serius atau ‘berat’ karena mengajak anak mengenal 7 karakter anak yang bahagia lewat cerita yang ringan dan seru. Wah, saya langsung tertarik untuk membawa pulang buku ini.

Ketika membacanya, hal pertama yang saya perhatikan adalah bahwa cetakan buku ini dibuat dalam 2 bahasa: Indonesia dan Inggris. Kalau buku bacaan anak yang bilingual biasanya menyusun paragraf berbahasa Inggris di bawah paragraf berbahasa Indonesia (atau sebaliknya), buku ini tidak demikian. Bagian berbahasa Indonesia dan Inggris dicetak terpisah, namun tetap menempel dalam satu buku. Bagian berbahasa Indonesia dibuka dari cover berjudul Indonesia, yang berbahasa Inggris dari cover di belakangnya.

Buat saya, ini justru menjadikan membaca lebih nikmat, karena kata-kata tidak tumpang-tindih dan membuat halaman buku tidak nampak dipenuhi tulisan. Bahkan, seolah-olah saya mendapat dua buah buku – padahal cuma membeli satu, hehehe, ekonomis sekali.

image

Bagaimana dengan isi bukunya sendiri?

Buku ini menceritakan pengalaman 7 tokoh anak-anak binatang yang saya sebut tadi. Mereka (ada Goob Si Beruang, Jumper Si Kelinci, Sammy Si Tupai, dan lain-lain) tinggal di desa fiksi bernama Seven Oaks. Masing-masing tokoh anak tadi punya hobi, minat, dan karakter yang berbeda-beda; ada yang hobi membongkar-bongkar barang, atau suka membaca, misalnya. And just like in life, anak-anak ini senang bermain dan selalu mempelajari hal baru lewat pengalaman mereka.
Saya sendiri penasaran dengan bagaimana cara buku ini menyelipkan materi 7 Habits agar bisa dipahami oleh anak-anak? Anak saya sendiri baru berusia 5 tahun, dan otomatis ia menjadi objek ‘percobaan’ saya dengan buku ini. Ngomong-ngomong, Mommies sudah tahu belum kebiasaan apa saja yang ada dalam 7 Habits?

image

Saya ingatkan sedikit, yaa, tujuh kebiasaan itu antara lain:

1. Bersikap proaktif
2. Memulai dengan tujuan
3. Mendahulukan yang utama
4. Berpikir menang-menang
5. Berusaha memahami sebelum ingin dipahami
6. Mewujudkan sinergi
7. Mengasah ‘gergaji’

Nah, buku ini menyampaikan materi 7 Habits melalui masing-masing kisah atau bab. Setiap kisah akan menunjukkan bagaimana mempelajari dan mempraktikkan satu kebiasaan dalam hidup sehari-hari. Misalnya kebiasaan pertama, yaitu bersikap proaktif, digambarkan melalui kisah Sammy Si Tupai yang sedang merasa bosan. Begini salah, begitu salah. Semua temannya sibuk atau asyik dengan urusannya masing-masing. So what should Sammy do? Siapa yang harus bertanggung jawab pada apa yang Sammy rasakan? Lewat cerita Sammy ini, anak pelan-pelan diajak untuk memahami prinsip menjadi proaktif.
Untuk memahami prinsip nomor dua - memulai segala sesuatu dengan tujuan - anak diajak mengenal enaknya punya rencana sebelum mengerjakan sesuatu lewat kisah Goob Si Beruang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik. Atau kebiasaan yang mengajarkan tentang prinsip keseimbangan dipaparkan lewat cerita tokoh yang suka keteteran mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.

Karena cerita dikemas dengan menarik dan menggunakan bahasa sehari-hari, anak jadi tertarik dan otomatis mengidentifikasikan dirinya dengan tokoh-tokoh yang ada. Seperti yang terjadi pada anak saya, Bhumy, dia excited sekali jika menemukan pengalaman atau menyadari sifat dirinya ada yang mirip dengan Goob, Sammy, atau yang lainnya. Lalu kalau ia sedang suka banget pada satu cerita, atau mungkin sedang kepikiran dengan cerita tertentu, ia akan meminta bagian cerita itu dibacakan lagi dan lagi.

Untuk membantu orangtua menerapkan 7 Habits dalam kehidupan anak sehari-hari, di penghujung tiap kisah/bab ada catatan untuk orangtua dan guru. “Pojok Orangtua” ini berisi saran tentang cara menunjukkan habit atau prinsip dalam kisah itu. Dicantumkan juga beberapa pertanyaan untuk diajukan ke anak dan langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan anak untuk mulai mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan ini.

image

Menurut saya, buku ini bagus banget! Buku ini mengajarkan anak tentang kekuatan yang bisa diraih lewat menerapkan prinsip-prinsip seperti tentang tanggung jawab, perencanaan awal, menghormati orang lain, kerja sama, dan keseimbangan. Prinsip-prinsip atau nilai-nilai ini dibutuhkan dalam hidup anak (juga kita), karena sifatnya abadi, universal, dan proven. Apalagi dalam kehidupan yang semakin challenging seperti sekarang (semakin mudah untuk memanjakan anak, namun batasan budaya dan komunikasi malah semakin luntur), nilai-nilai justru semakin dibutuhkan. Benar, nggak, Mommies?

Buku ini juga memuat secuplik ‘curhat’ dari Sean Covey yang punya 7 orang anak(!). Ia mengaku kadang frustasi menghadapi anak, tapi tetap saja rasa sayang dan peduli pada anak mengalahkan segalanya. Karena itulah, ia menerapkan 7 Habits dalam mengasuh anak-anaknya, dan menurutnya, nggak disangka anak-anak bisa cepat menangkap dan menerapkan hukum alam yang terkandung dalam 7 Habits.

Yang menarik, bagian penghujung buku ini memuat catatan dari Stephen R. Covey sang ayah. Ia menyatakan telah melihat pengaruh mendalam yang bisa ditimbulkan lewat mengajarkan prinsip-prinsip ini kepada orang lain. Menurutnya, ketika anak-anak memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip abadi ini, maka nilai dan kekuatan yang luar biasa itu akan semakin diteguhkan. Anak akan mengembangkan rasa percaya diri, integritas, dan keberanian untuk berbuat BENAR.

Ia juga memesan orangtua agar jangan pernah melupakan bahwa karakter adalah kehebatan yang paling utama. Popularitas, martabat, dan “kesuksesan” itu yang kedua. Setiap orangtua tentu ingin anak-anaknya meraih kedua macam kehebatan itu, tapi kehebatan yang utama, yaitu karakter tadi, tentu harus didahulukan.

Dalam dan ‘nendang‘ banget, bukan pesannya, Mommies?
Yuk, segera cari buku ini dan mulai menularkan prinsip-prinsip 7 Habits ke keluarga! :D