Bosan Memerah ASI?

Ditulis oleh: Kurnia Midiasih

Siapa yang pernah dihinggapi rasa bosan saat harus memerah ASI 2-3 kali sehari?  Ternyata banyak Mommies yang juga mengalaminya. Ini solusinya agar rasa bosan tak terus menyerang.

Saat melahirkan anak kedua, saya terpaksa meninggalkan si kecil untuk kembali bekerja lebih cepat dari jadwal seharusnya. Jadilah hari-hari saya penuh dengan jadwal memerah ASI. Setelah 30–60 menit setiap kali memerah, 2–3 kali sehari di awal-awal bulan, muncul rasa bosan. Saya mulai menguap dan mengantuk, hanya bisa menunggu sambil melamun sementara mesin perah elektrik bekerja.

Untung saya ungkapkan hal ini ke seorang teman sesama ibu, karena awalnya saya malu dan merasa bersalah. Ternyata dia juga mengalaminya dulu. Dari situ, saya mengumpulkan beberapa kiat berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman untuk menyingkirkan rasa bosan ketika memerah ASI.

20090623123857_collage-lara-kopie

*Gambar dari sini

Dengarkan musik

Ini adalah cara jitu hampir semua busui. Sebelum mengeluarkan ‘alat perang’ memerah, buat list musik favorit di ponsel, lalu nyalakan. Melakukan kegiatan memerah sambil mendengar musik akan menimbulkan rasa santai dan senang, sehingga ASI lebih lancar keluar. Terutama musik yang ceria, ya, Moms. Sambil menyanyi kecil juga boleh, kok.

Buka album foto si kecil

Ini adalah kegiatan favorit saya waktu itu. Melihat foto-foto si kecil yang menggemaskan di tablet lalu membayangkan ulahnya yang lucu membuat saya semakin semangat memerah susu. Saat melihat foto-foto si kecil, Anda akan merasa ‘terhubung’ dengannya dan ini membuat payudara terstimulasi sehingga ASI keluar makin lancar.

Browsing and chatting

Waktu memerah bisa dijadikan waktu untuk beristirahat juga. Maksimalkan waktu istirahat ini dengan mengobrol bersama teman di chat room atau browsing artikel menarik seputar parenting di Mommies Daily juga asyik, lho. Tidak terasa, saat Anda membaca satu artikel, 30-50 mililiter ASI sudah tertampung.

Ngemil dan ngejus

Banyak ahli laktasi yang memberi saran bahwa kita juga bisa sambil mengonsumsi kudapan atau minum jus saat memerah ASI. Tentu saja kudapan dan jusnya yang mendukung nutrisi tubuh untuk menghasilkan ASI dan membagikan nutrisinya kepada si kecil, ya, Moms, seperti kudapan salad, kacang-kacangan, dan jus buah segar.

Memerah dengan tangan

Ini adalah saran seorang teman. Dia tidak memakai alat apapun untuk memerah, melainkan langsung dengan tangannya. Tentu saja, tidak ada rasa bosan yang muncul. Mungkin tangan agak sedikit pegal. Namun setiap kali melihat ASI yang mengucur deras hasil memerah manual, hal itu akan membuat Anda semakin semangat memerah. Itulah yang saya alami setelah akhirnya saya meninggalkan alat-alat perah.

Nah, tidak lagi mengeluh bosan saat memerah ASI, kan?! Semangat memerah, Moms!