Jenis-jenis Penyimpanan ASIP

Botol kaca, kantung berbahan plastik atau milk tray, mana yang menjadi favorit Anda untuk menyimpan ASIP?

Kegiatan menyusui merupakan salah satu anugerah terindah yang bisa dirasakan oleh seorang perempuan. Karenanya, wajar jika kita ingin memberikan hanya yang terbaik agar proses menyusui berjalan dengan sukses. Termasuk soal perlengkapan menyusui seperti penyimpanan ASIP (Air Susu Ibu Perahan).

Untuk saya pribadi, saya paling senang menggunakan botol kaca untuk menyimpan ASIP, karena terhitung hemat dan lemak  di dalam ASI tidak akan tertinggal karena menempel di dalam botol. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata ada beberapa jenis penyimpan ASIP lainnya yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan Mommies.

IMG_8171

  • Botol Kaca

Seperti yang sempat saya singgung di atas, kelebihan botol kaca ini di antaranya bisa digunakan berulang kali dan lemak yang terkandung di ASIP tidak akan menempel di botol. Di pasaran, ada yang menjual per 8 botol, ada juga yang menjualnya per lusin. Kekurangannya, botol ini memang lebih berat karena kaca botol termasuk tebal. Selain itu, Mommies tidak boleh bosan dengan  proses pencuciannya (pengalaman pribadi :D). Sangat disarankan untuk menggunakan botol kaca ini untuk penyimpanan dalam jangka panjang. Dan, jika disimpan di freezer, hindari mengisinya lebih dari 100 ml, karena berisiko tutup botol akan meletup saat proses penyimpanan.

penyimpan ASIP

  • Kantung Berbahan Plastik

Penyimpan ASIP yang satu ini adalah penyelamat saya saat dinas luar kota dan harus pumping (karena sangat ringan), seperti yang sudah pernah saya ceritakan dalam artikel perdana Meninggalkan Si Kecil Tugas Luar Kota. Namun kekurangannya, ada potensi lemak ASIP akan tertinggal di dalam kantung ini, dan jika dikalkulasi lebih detil lagi, pemakaian kantung plastik akan lebih boros karena hanya untuk sekali pakai. Demi keselamatan si kecil, sebaiknya Mommies juga Mengenal Kode Pada Kemasan Plastik.

milk trays

  • Milk Tray

Jenis penyimpanan ASIP yang satu ini tergolong unik – baik dari bentuk maupun hasil akhirnya. Konsepnya adalah selain menyimpan juga mencetak ASIP. Setelah beku, ASIP dapat disimpan di dalam kemasan penyimpan ASIP berbahan plastik. Satu stick bervolume 30 ml, sehingga dalam satu tray dengan 8 cetakan stick, benda ini bisa menyimpan 240 ml. Mommies tidak perlu menduga-duga volume ASIP yang akan dicairkan. Di sisi lain, kekurangan milk tray ini adalah kita membutuhkan dua langkah dalam menyimpan ASIP: membekukan kemudian menyimpannya dalam kantung plastik khusus penyimpan ASIP.

Dari ketiga penyimpan ASIP tadi, mana yang menjadi favorit Mommies?


One Comment - Write a Comment

Post Comment