Breastfeeding & Work, Let’s Make it Work

Breastfeeding adalah hadiah terbaik yang dapat diberikan seorang ibu kepada dirinya sendiri, kepada anaknya dan kepada dunia.” _ Pamela K. Wiggins

edit-1

Sudah tahu, dong, ya, kalau minggu pertama bulan Agustus, WHO telah menetapkan sebagai pekan ASI sedunia (World Breastfeeding Week) yang dimulai sejak tanggal 1 Agustus hingga 7 Agustus. Momen seperti ini tentu bisa dijadikan momentum yang paling tepat buat kita untuk saling mengingatkan bahwa memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan merupakan makanan pertama terbaik dalam fase kehidupan anak.

Walaupun pengalaman memberikan ASI sudah lewat beberapa tahun silam, tapi saya masih mampu mengingat betapa ‘ajaib’nya momen tersebut. Jauh sebelum menjadi seorang Ibu, saya pikir menyusui merupakan proses alimiah yang bisa dilewati seorang ibu dengan mudah. Kenyataanya, memberikan ASI memerlukan pengetahuan yang begitu luas dan butuh diperjuangkan. Termasuk perlu dukungan lingkungan terdekat. Nggak cuma suami dan orangtua saja, termasuk para sahabat dan rekan kerja di kantor.

Sebagai Ibu yang masih bekerja kantoran, saya cukup paham kalau akan mengalami banyak tantangan. Apalagi kalau mendengar pendapat atau cerita yang mengatakan bahwa salah satu kegagalan ibu memberikan ASI eksklusif lantaran sang Ibu bekerja di kantor. Tapi apa benar begitu? Sepertinya kondisi seperti ini terjadi 10 tahun yang lalu, ya.

Saat ini bekerja di kantor nggak bisa dijadikan alasan untuk tidak memberikan ASI. Semangat serta pengetahuan soal manajeman menyusui ataupun menyimpan ASIP sudah dirasakan semua Mommies. Ibu yang kerja kantoran juga mampu memberikan ASI eksklusif. Singkat kata, di mana ada kemauan, pasti di situ ada jalan. Selain niat, kuncinya itu komitmen dan bagaimana kita berusaha menjaga komitmen tersebut.

Ngomongin masalah komitmen, saya juga sangat salut dengan Mothercare. Sejak dulu, retail global nomer satu di pasar ibu dan anak ini selalu mendukung pemberian ASI secara eksklusif, termasuk mendukung Pekan ASI Sedunia. Seperti yang sudah saya tulis dalam artikel ini  tahun lalu Mothercare ikut berpartisipasi menyebarluaskan pentingnya ASI lewat serangkaian Event Mom’s Club Mothercare.

Sementara tahun ini Mothercare bekerja sama dengan  Wahana Visi Indonesia dengan menggelar kampanye yang diberi tajuk “Breastfeeding & Work, Let’s Make it Work’”. Di mana acara sosialisasi pemberian ASI eksklusif untuk para ibu pekerja ini diawali dengan sosialisasi di seluruh toko Mothercare, office to office dan mengadakan event di Gandaria City tanggal 9 Agustus nanti.

Seperti yang kita ketahui, komitmen Mothercare juga bisa dilihat dari produk yang mereka tawarkan untuk mendukung pemberian ASI eksklusif. Contohnya, produk Innosense. Botol susu Innosense ini bisa dibilang sangat lengkap karena tidak hanya hanya menyediakan botol saja, tapi juga dilengkapi dengen tas penyimpanan botol yang bisa mempertahankan suhu suhu di tingkat tertentu. Selain itu tentu saja dilengkapi dengan wadah dan peralatan mencuci botol. Buat Mommies yang mencari breast pump, Innosense juga memiliki breast pump yang didesain secara sederhana sehingga tidak merepotkan sehingga mudah dibawa ataupun mudah dioperasikan. Breast pump Innosense ini bisa diatur dalam tiga posisi yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan Mommies.

I

Bisa menyusui si kecil tentu menyisakan sejarah tersendiri dalam kehidupan kita. Termasuk mendapatkan banyak pelajaran, terutama belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Lewat proses menyusui tanpa disadari saya bisa belajar untuk disiplin, belajar berbagi, termasuk belajar ikhlas. Ikhlas lagi makan enak tiba-tiba harus berhenti untuk menyusui, ikhlas kalau waktu saya untuk me time atau bersosialisasi jadi jauh berkurang.

Tapi pengalaman saya ini tentu belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perjuangan Mommies lainnya di luar sana. Mommies yang harus melakukan e-ping atau ekslusive pumping karena tinggal berjauhan dengan bayinya, atau harus menghadapi masalah seperti tounge tie atau mastitis. Pengalaman Mommies yang seperti ini tentu jauh lebih sulit. Untuk itu jangan sampai, ya, alasan bekerja di kantor sampai menghambat kita untuk memberikan ASI. Dengan persiapan yang matang, ibu yang juga bisa, kok, sukses memberikan ASI eksklusif.

Dalam hal ini, apa yang perlu diperhatikan? Baca kiatnya di laman selanjutnya, ya.


Post Comment