Breastfeeding Duties for DAD

Meskipun para ayah memang nggak bisa menyusui secara real, tapi banyak hal yang bisa dilakukan oleh kalian, wahai para ayah, agar proses menyusui para Mommies berjalan lancar bebas hambatan.

Saat memasuki bulan ke-3 menyusui Bagus, saya pernah ngamuk berat sama suami saya. Alasannya? Payudara saya bengkak sampai membuat badan meriang nggak jelas, saya minta tolong dia untuk menggendong Bagus karena saya harus memerah ASI untuk mengurangi bengkaknya tapi dia cuek bebek tetap tidur dengan lelapnya. Endingnya, saya menangis dan saya dorong suami saya dari tempat tidur. Saat mau terjatuh, dia pun terbangun, hahaha. Dramaaaa, ya. Memang.

Nah, untuk menghindari drama a la keluarga saya, sebenarnya para ayah dan Mommies bisa menjadi tim breastfeeding yang kompak, lho! Berikut beberapa poin yang bisa dilakukan oleh para ayah untuk menjadi cheerleader pemberi semangat pada para Mommies menyusui.

breastfeeding-tips-dad

*Gambar dari sini

  1. Cari tahu tentang breastfeeding

Seorang teman fotografer saya (laki-laki) dulu pernah dengan entengnya bilang “Apa, sih, susahnya menyusui, tinggal kasih ke bayi, ASI keluar terus udah bayi kenyang.” Gemas waktu dengar dia bicara seperti itu. Tahu nggak sih, bahwa urusan menyusui itu tidak melulu seindah yang dilihat di film atau poster? Mommies terlihat cantik, memeluk bayi yang dengan tenang menyusu. Faktanya? Nih, saya kasih tahu, kami para Mommies harus pintar mencari posisi yang nyaman untuk bayi menyusu, dan itu kadang membuat punggung kami pegal. Belum lagi kalau ada problem di payudara yang membuat momen menyusui menjadi lebih horor dibanding momen operasi sesar (ini benar-benar terucap oleh teman saya, yang setiap kali menyusu maka payudaranya terasa perih seperti disayat).

Jadi, sebelum si  kecil lahir, ayah bisa mencari tahu mengenai apa itu breastfeeding, bagaimana proses menyusui, dan kira-kira tantangan apa yang akan dihadapi kelak. Cari tahu keluhan tentang payudara, dsb. Jadi, bersiap untuk kemungkinan terburuk. It will show your wife how much you care about her efforts and how eager you are to be a solid parenting partner.

  1. Membantu menyiapkan kebutuhan Mommies

Durasi menyusui yang sering dari seorang bayi biasanya membuat Mommies jadi mudah lapar atau haus. Jadi, membantu menyiapkan camilan atau minuman agar selalu tersedia di dekat ibu menyusui bisa sedikit meringankan para mommies.

Pastikan juga Anda mengetahui di mana letak perlengkapan menyusui seperti bantal kecil untuk mommies bersandar, nipple cream, gel packs untuk ASIP atau botol penyimpan ASIP. Atau membantu membersihkan alat perah ASI. Belajar juga caranya menghangatkan ASIP yang akan diberikan kepada si kecil. This is a simple, yet incredibly helpful service you can provide.

  1. Sedikit pijatan itu bisa sangat membantu

Mungkin belajar dari drama di anak pertama yang sukses didorong jatuh oleh sang istri, pada anak kedua, suami saya jauh lebih manis, hehehe. Saat menyusui Djati dan saya terlihat mulai pegal, dia dengan baik hati memijat punggung ataupun pundak saya. Nggak lama sih, tapi lumayanlah daripada tidak sama sekali. Selain itu, kalau si kecil sudah bisa ditinggal beberapa jam dengan bantuan ASIP, biasanya suami saya berbaik hati membayari treatment di spa, hohoho.

Masih ada 3 poin lagi yang bisa dilakukan oleh para ayah. Yuk, segera cek di halaman selanjutnya


5 Comments - Write a Comment

  1. Buahahaha…. Fia, seriusan suami loe tendang dari tempat tidur? Jangan2 abis itu loe nggak dapet jatah bulanan, ya, ahahahhaaa.

    Waktu awal2 nyusuin Bumi, gue malah ditinggal suami tugas hampir sebulan. Syukur alhamdulillah ada nyokap yang siap siaga bantuin gue. Bahkan nyokap bersedia jaga malam juga. Wah, kalau inget, terharu deeeh… untung aja begitu suami pulang, dia siap siaga bantuin gue. Terutama soal gendong kalau malem2, hehehehe…

    Ah, akuuu jadi kangen punya bayik! *kemudian curcol*

  2. Ahahahha, keluar tanduknya ya Mbak Fia, secara udah meriang tapi malah dpt respon “menggemaskan” :D

    Kalau Mbak Adis sempat ditinggal suami tercinta sebulan di awal-awal menyusui, aku sempat kena syndrome baby blues – buat numpahin semuaaaa rasa yg gak karuan itu aku ajak suami ngobrol, pokoknya curhat sedetail mungkin semua perasaan dan pemikiran yg sedang ada di otak dan hati aku. Selebihnya, Alhamdulillah support system akupun mendukung proses menyusui aku. Papa contohnya, sampai bela-belain turun ke dapur untuk masak :D

    Mbak Adiiss, semoga dapet secepatnya yaa si dedek bayi-nya :))

Post Comment