The Baby’s First Lebaran Journey

Ditulis oleh: Kurnia Midiasih

Mengajak bayi mungil merasakan Lebaran untuk pertama kalinya, cukup membuat saya deg-degan tapi juga excited. Takut ia cranky, rewel dsb. Nah, berikut kumpulan tips dari beberapa mommies.

 

happy-baby-wallpaper

*Gambar dari sini

“Beri dia pakaian yang nyaman. Selain kaos-kaos, bisa juga pilih katun yang lembut. Saya biasanya memakaikan jumpsuit untuk Alya saat bepergian, supaya dia bebas bergerak tapi tetap nyaman, dan baju/kaosnya tidak naik-naik atau terbuka setiap dia bergerak. Saya juga jadi mudah menggantinya, hanya one piece, kan. Oh ya, pilih juga pakaian yang gampang dilepas atau dipakaikan, siapa tahu harus sering ganti baju di rumah orang.” – Meta

“Bawa kipas angin tangan, deh. Kalau rumah ramai dan penuh tamu, suasana bisa jadi panas dan anak jadi nggak nyaman lalu rewel. Dengan kipas tangan, si bayi tetap adem dan biasanya ia suka memerhatikan kipas itu bergerak.” – Julia

“Kalau kita yang giliran berkunjung, jangan lupa siapkan makanan untuk si bayi. Di rumah yang akan dikunjungi sudah pasti penuh menu Lebaran, tapi bisa dipastikan tidak ada yang cocok untuk bayi. Jadi, bawa saja puree kentang atau buah yang dikukus (jangan buah segar, takut cepat asam). Kalau saya, punya alat puree tangan yang bisa dibawa ke mana saja. Jadi cukup bawa buah dan air putih matang (bukan air mineral), lalu saya haluskan begitu waktu makan tiba. Jadi masih segar.” – Riana

“Ingatkan setiap orang untuk tidak langsung mencium si bayi. Memang sih agak segan kalau dengan keluarga yang lebih tua. Tapi itu lebih baik daripada si bayi terkena virus atau bakteri yang bisa saja terbawa orang lain. Hehehe…” – Adelia

“Saya siapkan bayi saya dengan saya yang makan banyak! Karena saya masih menyusui, bayi saya sebenarnya tidak terlalu merepotkan karena dia baru berumur satu bulan, jadi masih banyak tidur dan hanya minum ASI. Jadi, saya yang perlu makan banyak sehingga ASI untuknya selalu cukup di mana pun kami berada.” – Monica

“Bawa mainan, boneka, atau buku favoritnya! Dia bisa merasa tidak nyaman di tempat baru saat berkunjung ke rumah keluarga. Jadi kalau dia bertemu mainan atau buku favoritnya, dia akan merasa seperti di rumah.” – Fani

“Jangan memaksanya mengikuti jadwal kita sebagai orangtua. Kalau misalnya sebelum punya bayi saya bisa full seharian berkunjung ke rumah saudara dan teman, setelah punya bayi, saya cicil saja acara berkunjungnya. Saya juga jadi selektif dalam memilih rumah yang akan dikunjungi. Sebagai gantinya, bisa mengirim hampers buat mereka.” – Fiesta

Kalau mommies, apakah ada tips lainnya?


Post Comment